
Satu bulan telah berlalu...
Mira sedang bersiap untuk pergi ke toko, saat dia menyemprotkan minyak wangi tiba-tiba saja dia merasa mual, dia pun segera berlari ke kamar mandi.
"Hoek! Hoek! "
Mira mengelap mulutnya dengan handuk, dia merasa aneh kenapa dia tiba-tiba merasa mual, dia pun tidak merasa curiga sedikitpun lalu dia bergegas pergi menuju toko.
Dhiwa saat ini sedang sarapan bersama dengan Mirna karena hari ini adalah hari liburnya, saat Mirna menyodorkan ayam goreng tiba-tiba Dhiwa merasa mual.
"Ayah kenapa? " tanya Mirna heran.
"Ngga tau bun, rasanya Ayah mual liat ayam goreng" gerutunya.
'Kok aneh sih? 'Batin Mira.
"Ya sudah ayah makan ini saja ya" ucap Mirna sambil menyodorkan sayur sop.
Dhiwa mengangguk lalu makan dengan lahap, Mirna terus menatap suaminya dengan tatapan yg aneh. Dia seperti merasakan sesuatu yg mengganjal.
Selepas makan Dhiwa pun pergi mencuci motornya, Mirna keluar dan menghampiri Dhiwa.
"Yah nanti siang temani bunda ke rumah uti ya" ajak Mirna.
"Maaf bun tapi ayah lagi pengen di rumah" tolak Dhiwa.
Mirna mengangkat alisnya merasa heran, biasanya Dhiwa selalu bersemangat jika di ajak ke tempat mertua nya.
'Ayah lagi kenapa ya? 'Pikir Mirna dalam hati. Tak ingin ambil pusing akhirnya Mirna memutuskan untuk membawa motor sendiri kerumah orang tua nya.
.
__ADS_1
.
Mira sudah tiba di toko, dia langsung masuk ke dalam toko dan lari ke kamar mandi, saat di depan tadi dia mencium bau parfum salah satu customer yg sangat menyengat membuatnya kembali mual.
Sintia berlari menghampiri Mira, dia merasa heran kenapa Mira datang langsung muntah muntah.
"Teteh kenapa? Masuk angin ya? " tanya nya sambil memijit tengkuk Mira.
"Teteh ngga tau Sin, tiap kali nyium bau wangi teteh langsung mual" jawab Mira sambil mengelap mulutnya.
"Loh kok aneh sih? Teteh kyk orang ngidam aja" ledek Sintia sambil terkekeh.
DEG!
Jantung Mira seketika berhenti, dia baru tersadar akan sesuatu. Dia sudah terlambat datang bulan selama seminggu.
'Astagfirullah semoga jangan ya Allah' tangisnya dalam hati.
Mira termenung memikirkan kemungkinan yg terjadi, dia merasa gelisah, dia takut jika dia beneran hamil.
'Aku harus memeriksa nya nanti sepulang dari sini' gumamnya dalam hati.
Sintia datang membawakan teh manis hangat, lalu menyodorkan nya kepada Mira.
"Ini teteh di minum dulu" titahnya.
"Makasih ya Sin" ucap Mira lalu meminum teh nya.
Sintia menatap Mira dengan penuh tanda tanya, ada terbesit pikiran kalau Mira sedang hamil tapi dia segera menepis pikiran itu.
'Tidak mungkin' bantahnya dalam hati.
__ADS_1
"Gimana teh, udah enakan? " tanyanya.
"Alhamdulillah mendingan" jawab Mira sambil bersandar di kursi.
"Yaudah teteh istirahat aja, biar aku yg ke depan" ucap Sintia lalu pergi meninggalkan Mira.
Mira mengambil ponsel nya, lalu dia mengirimkan pesan kepada Dhiwa.
"Assalamu'alaikum Mas, aku mau cerita. Pagi ini aku tiba-tiba mual dan muntah, aku juga sudah telat seminggu Mas, aku takut hamil Mas" lalu Mira mengirimkan pesan ke Dhiwa tapi ceklis satu.
Mira membuang nafasnya, lalu meletakkan ponselnya di atas meja. Tiba-tiba dia ingin sekali makan buah manggis, biasanya dia tak suka buah manggis tapi kali ini entah kenapa dia menginginkan nya.
Mira memanggil sukri, sukri pun menghampiri nya.
"Aya naon Teteh (ada apa teteh)? " tanyanya.
"Punten pangmeserkeun teteh manggis nya(maaf tolong belikan teteh buah manggis ya) " ujar Mira.
"Oh muhun teh(oh siap teh) " sukri mengambil uang yg di sodorkan oleh Mira.
Sukri lalu keluar menuju motornya, Sintia menatap nya lalu menghampiri nya.
"Kamu mau kemana? " tanyanya.
"Teteh minta tolong beliin buah manggis" jawabnya.
"Manggis? Bukannya teteh ngga suka manggis ya? " tanya nya heran.
Sukri hanya mengangkat bahunya lalu segera pergi, Sintia merasa aneh dengan tingkah laku Mira yg tak biasa.
'Semoga ini hanya kekhawatiran ku saja, jangan sampai teh Mira.... '
__ADS_1