
Airin dan bu Ratna mampir ke rumah mirna untuk mengantarkan baju yg tadi di beli oleh bu Ratna, airin sudah tidak sabar ingin menanyakan soal dhiwa.
"Assalamualaikum" sapa bu Ratna, dia pun masuk ke dalam dan di sambut oleh tika.
"Nenek! " tika berlari dan memeluk bu Ratna.
"Cucu nenek, dimana mas Al? " tanya bu Ratna.
"Kakak lagi main bola di lapangan" jawab tika.
"Mama dah sampai? Mana airin? " tanya mirna sambil mencium tangan ibunya.
"Diluar lagi parkir mobilnya, Alvaro main bola dengan siapa? " tanya nya.
"Oh itu Alvaro sedang les bola mah, lagi latihan sama gurunya dan anak yg lain" jelas mirna.
"Ohh, mama pikir dia hanya main saja"
"Mama duduk dulu biar mirna buatkan teh" mirna berjalan menuju dapur dan membuatkan teh untuk bu Ratna dan airin.
Airin masuk ke dapur menyapa mirna, mereka cipika cipiki seperti biasa.
"Mas dhiwa kemana mbak? " tanya airin pura-pura.
"Lagi dinas di kodim" bohong mirna.
Airin merasa tak tega, dia berpikir kalau mirna sudah di bohongi oleh dhiwa.
"Mbak, airin pengen bilang sesuatu tapi mbak jangan kaget ya" bisik airin.
"Apa itu? " tanya mirna penasaran.
"Tadi saat di mall, aku lihat mas dhiwa dengan seorang wanita hamil, mereka keliatan mesra banget mbak" bisik airin agar bu Ratna tak mendengar nya.
Mirna tersenyum membuat airin terheran-heran,
"Mbak kok malah senyum, itu mas dhiwa selingkuhin mbak loh! Mbak ngga mau labrak perempuan itu? " kesal airin.
"Mba udah tau airin, itu istri kedua nya mas dhiwa" jawab mirna.
__ADS_1
"Apa?! Kok bisa sih mbak? "
"Panjang ceritanya, nanti kita ngobrol kalau tidak ada mama ya" ucap mirna pelan.
Airin masih bingung, bagaimana bisa mirna nampak tenang saat mengetahui kalau dhiwa beristri lagi, jujur airin merasa geram.
'Tau gitu tadi sekalian aku dorong tuh perempuan biar keguguran' rutuknya dalam hati airin.
Mirna membawa kan teh untuk ibunya, bu Ratna sedang asik bermain dengan tika, airin duduk di karpet bersama dengan mirna.
"Dimana dhiwa? " tanya bu Ratna.
"Di kodim mah, nanti sore pulang" bohong mirna.
Airin menatap kasihan kepada mirna, ingin rasanya dia menceploskan dhiwa di hadapan bu Ratna tapi dia tak tega kepada mirna.
'Aku salut dengan mbak mirna, dia sudah di sakiti tapi masih mau melindungi suami bejatnya itu' gumam airin dalam hati.
"Ini baju untuk minggu depan, jangan lupa ajak dhiwa juga, sudah beberapa kali acara keluarga dia tak pernah hadir" sindir bu Ratna.
"Iya mah, nanti mirna bilang ke mas dhiwa" Jawab mirna singkat.
.
.
Dhiwa dan mira baru saja sampai di rumah, dhiwa membawa belanjaan nya satu persatu ke dalam sebuah kamar yg sudah mira siapkan untuk sang bayi.
"Kamu duduk aja biar mas yg bawakan ke dalam" titah dhiwa.
Mira mengangguk lalu dia duduk di sebuah sofa yg sudah dia persiapkan untuk nya saat menyusui bayinya nanti.
Dhiwa sibuk membereskan semua barang dan juga memasang ranjang bayinya.
Mira merasa kasihan kepada suaminya yg terlihat lelah lalu dia berjalan ke dapur untuk mengambil minum.
Mira kembali dari dapur sambil membawa sebotol air, lalu dia menyerahkan kepada dhiwa.
"Minum dulu mas" ucapnya.
__ADS_1
Dhiwa menoleh lalu tersenyum karena istrinya sangat peka.
"Makasih sayang" dhiwa mengambil botol tersebut dan meminumnya sampai habis.
"Masih belum selesai ya? " tanya mira.
"Sedikit lagi" jawab dhiwa.
Dhiwa fokus memasang setiap sisi dari ranjang tersebut, setelah hampir setengah jam akhirnya ranjang pun selesai di pasang.
"Alhamdulilah" seru dhiwa.
"Bagus ngga dek? " tanya dhiwa.
"Bagus mas" jawab mira sambil mengelus sisi ranjang tersebut, dia sudah membayangkan jika nanti bayinya tidur di ranjang tersebut.
"Jangan di bayangkan" ledek dhiwa,mira terkejut.
"Kok mas bisa tau isi pikiran aku sih? " tanya mira heran.
"Karena mas suami kamu" dhiwa menghampiri mira dan menciumnya, dhiwa ******* bibir mira dengan lembut, membuat mira menginginkan lebih.
"Mas.. " ucap mira lirih.
Dhiwa mengerti, dia lalu membalikkan tubuh istrinya dan meminta mira untuk berpegangan di sisi ranjang.
Mira merasa malu karena mereka baru pertama kali melakukan dengan posisi seperti itu.
Mira merasakan sesuatu yg berbeda, begitupun dengan dhiwa, mereka tampak sangat menikmati posisi tersebut,suara ******* saling terdengar di dalam ruangan hingga akhir nya dhiwa pun mencapai pelepasan terakhirnya.
Setelah selesai main, dhiwa pun menuntun mira ke kamar untuk membersihkan diri.
Mira sudah berganti pakaian, dia sedang duduk di tepi ranjang sambil menunggu dhiwa keluar dari kamar mandi.
"Sayang, mas pulang dulu ya ke rumah. Kamu gapapa kan mas tinggal? " ucap dhiwa sambil berganti pakaian.
"Iya Gapapa mas, nanti ada Sintia yg nemenin aku" jawab mira.
Dhiwa menghampiri mira lalu mengelus perut mira dan menciumnya, "ayah tinggal dulu ya sayang, jangan nakal ya" bisiknya.
__ADS_1
Dhiwa bangkit dan mencium mira, dia meraih tasnya lalu bergegas pergi dengan motornya.