Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 11


__ADS_3

Mira berjalan menuju parkiran di temani Alpian, Mira memasukkan belanjaan nya ke dalam bagasi di bantu oleh Alpian.


"Terima kasih ya Mas untuk traktiran nya dan juga udah bantu aku bawain barang" ucap Mira.


"Sama sama Mira, hati hati nyetirnya ya" Alpian mengusap kepala Mira.


Mira tertegun lalu dia mengangguk, Mira segera masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakannya. Dia membuka kaca jendela dan melambaikan tangan ke Alpian.


Alpian membalas lambaian Mira dan menatap kepergiannya.


"Aku takkan menyerah kali ini" gumamnya lalu dia pun berjalan menghampiri mobilnya.


Sepanjang jalan Mira tersenyum, Alpian selalu saja bisa membuat nya tertawa.


"Kalau terlalu lama bersama nya bisa bisa aku baper" ucap Mira terkekeh.


Kemudian Mira tersadar akan ponselnya, dia pun menepikan mobilnya sebentar dan memeriksa ponselnya. Mira terkejut karena ponselnya mati.


"Yah kok mati sih" gerutunya lalu menyalakan ponselnya.


Ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Sintia dan Dhiwa.


Mira tersenyum lalu memencet nomer Dhiwa.


Dhiwa yg tengah latihan melirik ke arah ponselnya, dia pun segera berlari menuju tempat sepi lalu mengangkat telpon dari Mira.


"Assalamu'alaikum dek" ucap Dhiwa.


"Wa'alaikumussalam, Mas maaf HP aku mati, tadi tertinggal di mobil"


"Kamu dimana sekarang? " tanya Dhiwa.


"Aku lagi di supermarket, tadi pulang dari rumah Ibu mampir kesini, Mas ada apa menelpon? "

__ADS_1


"Tadi Mas ke toko, mau ajak kamu makan siang tapi karyawan mu bilang kamu ngga ke toko" jawab Dhiwa sendu.


"Astaghfirullah, maaf ya Mas aku lupa ngabarin kamu tadi, duh aku jadi ngerasa bersalah" rutuk Mira memelas.


"Sudah tak apa, besok juga kan masih bisa" ucap Dhiwa.


"Ya sudah aku lanjut pulang dulu ya Mas, nanti sambung lagi" setelah mengucap salam Mira pun memutus telpon nya.


"Ya ampun aku lupa menanyakan soal anak laki-laki yg tadi aku temui, semoga saja bukan anaknya Mas Dhiwa" gumam Mira lalu dia kembali melanjutkan perjalanan nya menuju rumah.


.


.


Mira baru saja tiba di rumah, tiba-tiba kakaknya menelpon nya.


"Assalamu'alaikum Aa" sapa Mira di telpon.


"Wa'alaikumussalam, dek aa mau tanya sesuatu boleh"


"Aa denger denger kamu lagi dekat sama tentara, apa benar? " tanya Ridwan to the point.


DEG.


Mira terkejut mendengar pertanyaan dari Ridwan, 'siapa yg ngasih tau ya' pikirnya.


"Aa denger dari siapa? " tanya nya gugup.


"Ada lah, kamu jawab aja" desaknya.


"Iya a, maaf Mira belum sempat cerita" jawab Mira canggung.


"Aa sih ngga masalah kamu dekat dengan siapa pun asalkan kamu bisa jaga diri, kamu perempuan jangan sampai salah memilih pasangan yg nantinya hanya merugikan dan melukai mu" ucap Ridwan memberi nasihat.

__ADS_1


Hati Mira terasa teriris mendengar nya, pasalnya dia sudah melakukan hal yg seharusnya tak dia lakukan sebelum menikah.


"Iya aa, Insya Allah" jawab Mira singkat.


"Kapan kapan ajak ke rumah, kenalin sama Mama dan aa ya" pintanya.


"Iya aa, sudah dulu ya Assalamu'alaikum" Mira pun langsung menutup telpon nya.


'Maafkan Mira Mah, aa . Mira ngga bisa menjaga diri Mira' ucapnya lirih dalam hati.


.


.


Ridwan menyandarkan tubuhnya di sofa, Bu Khadijah menghampiri putranya tersebut.


"Kamu habis telpon siapa Wan? " tanya nya.


"Mira Mah" jawabnya singkat.


"Kenapa dengan adikmu? " tanyanya lagi.


"Ridwan dengar Mira sedang berpacaran dengan tentara Mah" jawabnya.


"Tentara? Kenal dimana dia? "


"Katanya sih customer nya Mah" jawab Ridwan.


"Apa dia masih single?jangan sampai adikmu berhubungan dengan suami orang, Mama tidak ridho Wan" ucap Ibu Khadijah.


"Mama tenang aja, nanti biar Ridwan yg cari tau, Mama jgn banyak pikiran ya nanti penyakit Mama kambuh" ucap Ridwan sambil mengelus punggung tangan sang Mama.


"Iya, Mama percaya sama kamu. Jaga adikmu satu satunya ya, semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT" Ibu Khadijah mengusap kepala Ridwan.

__ADS_1


"Aamiin.... " Ridwan tersenyum mengamini doa sang Ibu.


__ADS_2