
Ridwan menatap tajam ke arah Mutia dan juga Mira, Mutia merasa gugup begitupun dengan Mira.
"Kenapa tidak kamu teruskan ucapan mu neng?" tanya ridwan sinis.
Mutia segera bangkit dan menghampiri suaminya, dia ingin mencium tangan ridwan tapi ditepis nya.
"Kenapa kamu menyembunyikan hal ini dari aa, Mira? " tanyanya membuat Mira membelalakan matanya.
"Akang, maksud akang apa? " tanya Mutia panik.
"Kamu juga, kenapa kamu berani ngga jujur sama akang, padahal akang ini suami kamu" ucap ridwan dengan nafas yg naik turun menahan amarah.
Mutia menundukkan kepala nya, dia tak berani menatap suaminya yg sedang marah.
"Aa sudah tau semuanya Mira, tadi aa bertemu dengan dokter dan menanyakan langsung, aa benar-benar tidak menyangka kamu berzina sampai hamil Mira" ucap ridwan dengan nada kecewa.
"Aa dengarkan dulu penjelasan Mira" pinta Mira memohon.
"Apa yg mau kamu jelaskan? Apa kamu tidak sayang dengan dirimu Mira?kau sekarang tengah mengandung bahkan saat ini kalian belum menikah,Dimana harga dirimu sebagai wanita hah! Aa benar-benar kecewa sama kamu, aa murka sama kamu Mira. apa kamu bisa bayangkan jika mama mengetahui hal ini dan beliau syok, apa kamu siap melihat mama terbaring di rumah sakit? "Bentak ridwan marah, Mira menundukkan kepala nya sambil terisak, dia tak pernah di bentak oleh ridwan sebelumnya.
__ADS_1
"Istighfar Akang, neng mohon dengarkan Mira dulu. Mira tidak sepenuhnya bersalah. Ini semua sudah takdir Allah, yg harusnya kita lakukan saat ini adalah mencari solusi bukan malah menyudutkan nya, Mira sedang hamil dan jika dia stres akan sangat berbahaya bagi dirinya dan juga bayinya" bujuk Mutia sambil meneteskan air mata.
Ridwan membuang nafas nya dengan kasar, dia terkulai lemas di sofa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ridwan beristighfar, mencoba meredam rasa amarah yg membuncah di hatinya, dia menatap ke arah Mira yg tengah menangis tersedu sedu, muncul rasa bersalah di hatinya karena telah membentak nya tadi.
Ridwan berjalan ke arah Mira dan memeluknya, Mira menangis histeris di dalam pelukan ridwan.
"Maafkan Mira a, Mira tau Mira salah, Mira sudah berbuat dosa Mira khilaf, Mira ngga tau harus gimana aa Mira takut" tangisnya membuat hati ridwan sakit.
Ridwan pun meneteskan air mata nya, hatinya tercabik-cabik mengetahui adiknya saat ini tengah hamil di luar nikah, ini adalah sebuah aib baginya. Ridwan memeluk Mira erat sambil mengelus kepala Mira yg tertutup kerudung.
"Maafkan aa tadi sudah membentak mu, aa ngga bisa mengerti perasaan mu, aa bukan kakak yg baik, maafkan aa ya Mira" ucap ridwan sambil menangis.
Ridwan melepaskan pelukan nya, dia mengusap kedua pipi Mira dan mencium kening adiknya, ridwan sangat sayang kepada Mira, semenjak ayahnya meninggal,ridwan lah yg bertanggung jawab atas ibu dan adiknya, kini ridwan merasakan sakit yg sangat dalam, dia tak bisa bayangkan bagaimana menderita nya Mira menanggung aib ini.
"Aa harus bicara dengan Dhiwa, dia harus secepatnya menikahi kamu" ucap ridwan.
"Mas Dhiwa akan menikahi Mira tapi kami hanya bisa menikah siri" ucap Mira sambil terisak.
__ADS_1
"Maksud mu? " tanya ridwan heran.
"Karena mas Dhiwa sudah berkeluarga kang" jelas Mutia.
DUAR!!
Ridwan semakin terkejut mendengar nya, dia pun terduduk lemas, tangannya mengepal kuat, ingin rasanya dia memukul Dhiwa yg sudah berani bermain api dengannya.
"Lelaki itu, kenapa dia berani mempermainkan adikku? " ucap ridwan murka.
"Akang istighfar, jangan sampai syetan mempengaruhi hati mu kang" bujuk Mutia berusaha menenangkan suaminya.
"Bagaimana akang bisa, kamu lihat Mira! Dia di nodai oleh pria yg sudah beristri, bagaimana tanggapan orang saat mereka mengetahui hal ini? "
"Neng paham kang, tapi mereka berdua saling mencintai bukan, ini adalah kesalahan mereka dan mereka harus bertanggung jawab, mungkin ini sudah menjadi jalan hidup nya Mira, meskipun Mira tak menginginkan jalan seperti ini tapi semua sudah kehendak Allah. Allah takkan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambanya. Jika Allah menguji Mira dengan hal ini berarti Allah sudah tahu kalau Mira akan mampu untuk menjalani nya, kita bicarakan ini baik baik akang, dengan kepala dingin bukan dengan emosi dan amarah" Mutia mencoba memberikan pengertian kepada suaminya.
"ARGHH!! ASTAGFIRULLAH YA ALLAH KENAPA KAU BERIKAN UJIAN YG BERAT INI PADA ADIKKU YA ALLAH?! " Teriak ridwan. Sintia hanya bisa diam, menyimak segala ucapan yg dia dengar, dia menatap Mira dengan perasaan kasihan dan iba.
"Neng yakin teteh wanita yg kuat, semoga Allah mengampuni segala dosa dosa yg telah kita perbuat" ucap Sintia sambil memeluk Mira.
__ADS_1
Mira merasa kepala nya sakit, lalu dia tak sadarkan diri.
"Mira...! " teriak semua orang.