Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 7


__ADS_3

Mirna sedari tadi merasa gelisah, entah kenapa perasaan nya tidak enak. Dia terus kepikiran dengan Dhiwa, Mirna mencoba menelpon Dhiwa akan tetapi ponselnya tidak aktif.


"Semoga Ayah tidak kenapa napa, perasaanku kenapa gak enak gini ya. Ya Allah lindungi suamiku dimanapun Dia berada " gumam Mirna sambil berdo'a, tiba-tiba Tika muncul dari balik pintu.


"Bunda... " panggil Tika.


"Kenapa sayang, kok belum tidur? " tanya Mirna lembut.


"Adek ngga bisa tidur, Adek tidur sama Bunda boleh? " jawab Tika sambil memeluk Bundanya. Mirna mengusap kepala Tika lalu menciumnya, " boleh dong sayang, yuk kita bobo! " ajak Mirna lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, Tika tidur sambil memeluk tubuh Bundanya. Sementara Mirna belum bisa memejamkan matanya karena pikiran nya masih menerawang memikirkan suaminya.


.


.


Dhiwa dan Mira baru saja selesai makan, Dhiwa duduk di sofa yg ada di dalam kamar Mira lalu dia melambaikan tangan menepuk sofa mengajak Mira untuk duduk di sampingnya. Mira menghampiri Dhiwa lalu duduk di sampingnya.


Mira duduk menghadap ke arah Dhiwa dengan menaikan kakinya ke atas sofa, jangan tanya bagaimana perasaannya saat ini karena sudah jelas Mira sangat bahagia karena bisa berduaan dengan sang pujaan hati.


"Mira, Aku ingin sebelum kita kembali, Aku ingin membuat kenangan yg indah untuk kita berdua " ucap Dhiwa sambil menatap Mira, Mira menatap balik Dhiwa bingung dengan apa yg di maksud oleh Dhiwa.

__ADS_1


"Maksud Mas gimana? Aku ngga paham" tanya Mira bingung, tiba-tiba tangan Dhiwa mengusap kepala Mira lalu perlahan turun ke pipinya, Mira yg mendapat sentuhan dari Dhiwa hanya memejamkan matanya menahan desiran aneh di dalam dirinya.


"Aku ingin menjalin hubungan yg serius sama kamu Mira, Aku tahu ini mungkin terlalu cepat, tapi Aku sungguh mencintai kamu" ujar Dhiwa sambil mengusap pipi Mira lalu jarinya yg nakal mulai mengusap bibir mungil milik Mira.


Mira yg mulai terbuai membuka matanya menatap mata milik Dhiwa, dia tidak bisa menahan godaan yg sedang mengujinya. Mira tak menjawab ucapan Dhiwa hingga akhirnya wajah Dhiwa mendekat dan Dhiwa mulai menempelkan bibirnya ke bibir Mira, Mira memejamkan matanya menikmati esapan demi esapan dari bibir Dhiwa.


Ciuman yg lembut lama lama semakin memanas, Dhiwa menginginkan lebih, dia lalu bangkit dan menggendong tubuh Mira dan membawanya ke ranjang, Mira mengalungkan tangannya di leher kekar milik Dhiwa. Mira lupa diri dan terhanyut akan buaian Dhiwa. Dhiwa merebahkan tubuh Mira perlahan dan tangan nya mulai membuka kancing baju piyama yg di pakai oleh Mira.


"Mas jangan! " ucap Mira saat dia masih tersadar, tapi bukan Dhiwa kalau dia tidak bisa meyakinkan Mira.


"Aku akan menikahimu Mira, percaya padaku" ujar Dhiwa meluluhkan pertahanan Mira.


Akhirnya apa yg di jaga selama ini berhasil di renggut oleh Dhiwa, tangis penyesalan bercampur dengan rasa bahagia di hati Mira, dia merasakan sakit sekaligus nikmat yg tiada tara, ******* demi ******* menggema dalam kamar tersebut hingga akhir nya mereka berdua sampai di puncak kenikmatan bersama.


"Bunda kenapa? Bunda mimpi buruk ya? " tanya Tika sambil mengucek matanya.


"Iya sayang, Bunda gak apa apa kok. Ayo kita lanjut tidurnya" jawab Mirna berusaha untuk tersenyum di depan Tika, Tika kembali tertidur akan tetapi tidak dengan Mirna, perasaannya semakin gelisah, dia mencoba menelpon Dhiwa akan tetapi masih tidak aktif.


"Mas kamu kemana? Aku khawatir sekali sama kamu" bisik Mirna sambil meneteskan airmata.

__ADS_1


Mira tidur sambil di peluk oleh Dhiwa, mereka tidur dalam selimut tanpa sehelai benang pun. Mira ingin bangun tapi dia merasakan miliknya sangat perih, saat dia mencoba bangkit tiba-tiba Dhiwa terbangun.


"Sayang, kamu mau kemana? " tanya Dhiwa.


"Aku mau ke kamar mandi Mas, tapi rasanya perih sekali " jawab Mira sambil meringis. Dhiwa mengambil celananya lalu berjalan memutar ke arah Mira, dia lalu menggendong Mira dan membawanya ke kamar mandi. Mira yg mendapat perlakuan itu hanya bisa menunduk karna menahan malu.


"Mau aku temenin atau aku tinggal? " tanya Dhiwa dengan lembut.


"Engga usah Mas, aku bisa sendiri. Mas tunggu diluar aja ya" jawab Mira malu malu. Dhiwa mengecup bibir Mira sekilas lalu keluar dari kamar mandi.


Mira menatap wajahnya yg bersemu merah di cermin, 'begini rasanya malam pertama' pikirnya dalam hati lalu dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


"Aww sakit sekali" rintihnya saat dia sedang buang air kecil, Mira lalu membersihkan dirinya dan setelah selesai Mira keluar dari kamar mandi. Dia melihat Dhiwa sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dan menyambutnya.


"Apa masih sakit? " tanya Dhiwa khawatir.


"Sedikit Mas" jawab Mira sambil menunduk, Dhiwa yg tak tega lalu langsung memeluk tubuh Mira.


"Maafkan aku ya, karena sudah menyakiti mu" ucap Dhiwa lalu mengecup pucuk kepala Mira.

__ADS_1


"Aku gak apa apa Mas, nanti juga hilang kok sakitnya" ujar Mira membalas pelukan Dhiwa, Dhiwa yg masih ada hasrat dalam dirinya lalu mulai mencium kembali bibir Mira. Akhirnya mereka melakukan kembali hubungan terlarang tersebut sampai subuh.


ADUH MIRA AWAS HAMIL😫😖


__ADS_2