Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 39.


__ADS_3

Hari ini hari libur dhiwa, rencananya dia ingin menemani mira berbelanja kebutuhan bayi karena sebentar lagi mira akan menginjak bulan 9.


Mereka berdua pergi dengan menggunakan mobil milik mira menuju sebuah Mall, setelah memarkirkan mobilnya di lantai 2 dhiwa membukakan pintu untuk istrinya.


"Makasih mas" ucap mira.


Dhiwa menggandeng tangan mira, mereka berjalan mengelilingi mall tersebut dan mampir ke sebuah toko peralatan bayi.


Mira merasa bingung karena terlalu banyak baju bayi dan mereka semua tampak bagus, karena belum di ketahuilah jenis kelaminnya maka mira memilih warna yg netral saja jadi bisa di pakai oleh bayi laki-laki maupun perempuan.


Mereka berdua fokus memilih berbagai jenis barang, mulai dari baju, popok, handuk, stroller, bouncer, dan ranjang bayi serta asesoris nya.


Setelah di rasa cukup mereka pun langsung membayar belanjaan mereka, semua barang di masukan ke dalam troli yg besar.


Mereka tidak langsung pulang, karena hari sudah mulai siang mereka pun memutuskan untuk makan siang dulu di mall tersebut.


"Sayang kamu duduk disini ya, aku mau taro belanjaan di mobil dulu. Tunggu aku ya" ucap dhiwa.


"Iya mas" mira memilih kursi dan duduk sambil menunggu dhiwa dia pun langsung memesan beberapa makanan dan minuman, dia tak menunggu dhiwa karena dia tau suaminya akan memakan apapun yg dia pesan.


Dhiwa tiba di parkiran dan langsung memasukkan belanjaan satu persatu dengan rapih, setelah selesai dhiwa langsung kembali ke dalam mall.


Bu Ratna dan menantunya airin baru saja tiba di parkiran mall, mereka adalah ibunya mirna dan juga adik ipar mirna. Saat mereka baru keluar dari mobil mereka melihat seseorang yg mirip dengan dhiwa.


"Mah itu bukannya mas dhiwa ya? " tanya airin sambil menunjuk.


"Mana? Mama gak liat rin" jawab bu Ratna.

__ADS_1


"Itu tadi mah" ngotot airin.


"Kamu salah liat kali, udah yuk kita masuk" ajak bu Ratna, airin sangat yakin kalau yg dia lihat adalah dhiwa karena dia sangat hafal postur tubuh kakak iparnya itu.


Dhiwa tiba di restoran, dia tersenyum saat melihat istrinya sedang duduk dengan berbagai makanan yg sudah tertata di atas meja.


"Wah banyak sekali dek, kamu lapar apa maruk" ledek dhiwa.


"Ihhh mas kok gitu, ini kan permintaan anak kamu tau" rengek mira sambil cemberut.


"Hehe iya maaf, ayo kita makan" ajak dhiwa, lalu mereka pun mulai menikmati makanan tersebut.


Semenjak hamil besar, mira jadi banyak makan, terkadang dia terbangun di tengah malam hanya untuk makan dan setelah itu dia tertidur kembali.


Bu Ratna dan airin sedang berada di sebuah toko pakaian, bu Ratna sibuk memilih gamis untuk acara arisan keluarga besarnya minggu depan.


"Jangan lama lama ya rin" ucap bu Ratna.


"Iya mah" airin langsung berjalan cepat menuju toilet.


.


.


"Mas aku mau ke toilet dulu ya, pingin pipis" ucap mira.


"Mau mas antar gak? " tanya dhiwa.

__ADS_1


"Ngga usah,mas terusin makan aja aku cuma sebentar kok" jawab mira lalu dia bergegas pergi ke toilet.


Karena terburu-buru, mira bertabrakan dengan airin, airin memegang bahu mira agar tidak jatuh.


"Maaf ya mbak, mbak gapapa? " tanya airin.


"Gapapa mbak,makasih ya udh nolong saya" ucap mira.


"Iya sama-sama, hati hati mbak licin"


"Iya makasih" mira lalu langsung masuk ke dalam kabin, airin mencuci tangan nya lalu keluar dari toilet, saat dia sedang berjalan tiba-tiba pandangan nya tertuju pada dhiwa yg sedang makan, tapi dia tak melihat adanya mirna dan kedua anaknya.


"Kok mas dhiwa sendirian ya?" tanyanya bingung.


Airin ingin menghampiri dhiwa tapi dia takut bu Ratna menunggunya, akhirnya dia putuskan untuk kembali ke tempat mertuanya berbelanja, tapi baru beberapa langkah dia berjalan dia kembali menoleh ke arah dhiwa dan dia terkejut.


"Loh itu kan mbak mbak yg tadi aku tabrak di toilet, kok dia bersama mas dhiwa? " gumamnya, airin berhenti sejenak dan memperhatikan dhiwa dan mira.


Airin melotot saat melihat dhiwa menggandeng mira yg tengah hamil besar, nampak jelas kalau dhiwa sangat memperhatikan mira dan mereka terlihat seperti suami istri.


"Ngga mungkin, masa iya mas dhiwa selingkuh? Aku harus tanya mbak mirna nanti" ucapnya lalu dia segera pergi menemui bu Ratna.


"Kamu kok lama rin? " tanya bu Ratna saat airin tiba di toko.


"Toilet nya antri mah" bohong airin, dia tak ingin memberitahu bu Ratna takut bu Ratna ngamuk dan berbuat onar di dalam mall.


'Aku ngga mau mama tau tentang hal ini, aku harus tanya mbak mirna dulu' batin airin.

__ADS_1


__ADS_2