
Sekolah Alvaro sedang mengadakan kunjungan ke tempat tempat usaha dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak anak tentang wirausaha,kebetulan tempat yg mereka tuju adalah toko pot milik Mira karena selain besar dan luas juga terdapat banyak macam pot dan tanaman.
Mereka sampai di toko Mira,mereka di sambut hangat oleh Sintia dan yg lain.
Ibu guru mengajak anak anak berkeliling mengikuti arahan Sintia. Anak anak tampak antusias melihat tumbuhan yg beraneka ragam.
Mira baru saja tiba di toko, dia memang sudah di beritahu oleh Sintia bahwa akan ada kunjungan dari salah satu sekolah SD negeri di daerah nya.
Mira masuk dan tersenyum kepada mereka, salah satu ibu guru menghampiri Mira dan menyalaminya.
Mereka pun berbincang soal ini dan itu, Mira sangat senang karena tokonya menjadi salah satu inspirasi bagi orang lain.
Alvaro terus saja menatap Mira, dia seperti pernah bertemu dengan nya pikirnya dalam hati.
"Tante" panggil Alvaro, Mira menoleh lalu terkejut.
"Loh kamu yg waktu itu di supermarket ya? " tanya Mira sambil tersenyum.
"Iya tante, ini toko tante ya? "
"Iya sayang, suka ngga main kesini? "
"Suka tante, toko nya bagus" puji Alvaro.
__ADS_1
Mira memeluk Alvaro karena merasa senang, Alvaro tersenyum malu saat di peluk oleh mira lalu dia segera berlari menghampirimu temannya.
Mira terkekeh melihat tingkah lucu Alvaro yg menggemaskan.
Setelah satu jam mereka pun pamit undur diri untuk kembali ke sekolah.
"Terima kasih banyak teh Mira sudah mau di repotin sama ibu dan anak anak" ucap bu guru.
"Sama sama ibu, saya yg harusnya berterima kasih karena ibu sudah berkenan main di toko saya, nanti main lagi ya bu" ucap Mira.
"Insya allah teh Mira, kalau begitu kami pamit ya" bu guru bersalaman dengan Mira dan Sintia.
Mereka pun pulang dengan menaiki mobil angkot yg mereka sewa, saat sedang di dalam mobil Alvaro melihat seseorang yg dia kenal datang ke toko dengan menggunakan motor nya.
Alvaro menatap bingung, matanya membulat saat melihat orang tersebut mencium kening dan perut Mira, dalam pikiran nya ada banyak sekali pertanyaan.
Tak lama mobil mereka pun berangkat, Alvaro terdiam seribu bahasa dengan perasaan yg berkecamuk di hatinya.
.
.
Alvaro pulang ke rumah dengan muka yg sedih, dia masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
Mirna yg melihat keanehan di diri Alvaro lalu menghampiri nya.
"Anak bunda kenapa kok kelihatan nya sedih? " tanya Mirna lembut.
Alvaro duduk lalu menatap sang bunda.
"Bun, tadi kakak liat ayah" jawab Alvaro.
"Oh ya, dimana ? "
"Di toko tempat kakak kunjungan bun, kakak liat ayah mencium yg punya toko itu" ucap Alvaro.
Mirna terdiam, dia tak menyangka bahwa Alvaro akan melihat perselingkuhan ayahnya. Mirna merasa marah karena seharusnya Dhiwa bisa menjaga sikap agar anak anaknya tak melihat hal seperti itu.
"Bun, apa itu selingkuhan ayah? " tanya Alvaro.
"Mungkin kakak salah lihat" bohong Mirna.
"Tidak bun, kakak yakin itu ayah! " tegas Alvaro.
Mirna mengelus kepala Alvaro, lalu menciumnya. Dia tak ingin anak anaknya kecewa dengan ayahnya.
"Bukan sayang, ayah masih bekerja tadi bunda abis vc kok. Udah ya lebih baik sekarang kita makan yuk bunda udh masakin ayam goreng" ajak Mirna.
__ADS_1
Alvaro mengangguk lalu dia mengikuti bundanya ke dapur, dalam hati mirna menangislah meratapi rumah tangga nya yg rumit ini.
'Aku harus mengingatkan mas Dhiwa agar tidak keterlaluan lagi' bisiknya dalam hati.