Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 29.


__ADS_3

Dhiwa merasa kesal dan cemburu saat membaca pesan dari Alpian,Dhiwa meletakkan kembali ponsel Mira dan berjalan menuju kamar mandi.


Mira terbangun, dia melihat Dhiwa tak ada di sisinya, dia mendengar suara air dari dalam kamar mandi dan berpikir kalau Dhiwa sedang membersihkan diri.


Mira meraih ponselnya dan melihat ada pesan dari Alpian.


(Selamat atas pernikahan mu, maaf aku tak bisa hadir karena sedang diluar kota, ku do'akan kau bahagia bersama nya. Jika dia menyakiti mu maka aku yg akan maju untuk membahagiakan mu).


Mira tersenyum membaca pesan tersebut, hati nya terharu karena Alpian sangat berpikiran dewasa.


"Ehem! " Dhiwa berdehem saat melihat Mira yg sedang tersenyum, dia sedang berprasangka kalau Mira mempunyai perasaan terhadap Alpian.


"Mas habis mandi? " tanya Mira.


"Iya, kamu kenapa senyum senyum? " gerutunya. Lalu dia mengambil baju dan memakai nya.


"Ngga ada apa apa, aku mau mandi dulu ya nanti aku masakin untuk mas" Mira meletakkan ponsel nya kembali lalu dia berjalan ke kamar mandi.


Dhiwa mencebik kesal, karena dia merasa Mira tak jujur padanya, dia pun duduk di tepi ranjang sambil menekuk wajahnya.


Tak lama Mira keluar dari kamar mandi dan melihat Dhiwa sedang duduk sambil cemberut, Mira merasa bingung lalu mendekati nya.


"Ada apa mas? Kok mukanya di Tekuk? " tanya Mira penasaran.


"Ngga apa apa" jawab Dhiwa ketus.


Mira paham, lalu dia mengelus pipi Dhiwa, "tadi aku sedang membaca pesan dari mas Pian, aku sama dia ngga ada hubungan apa apa mas, jangan marah ya. Aku cuma cinta nya sama mas aja" bujuk Mira lalu mengecup bibir Dhiwa.


Hati Dhiwa merasa senang tapi dia tak ingin menunjukkan nya kepada Mira, dia ingin berpura-pura cemburu.


"Mas laper ngga? Aku masakin ya" ucap Mira lalu hendak ke dapur, tapi tangannya di tahan oleh Dhiwa.


"Kamu jangan capek capek dulu, biar mas aja yg masak" ucap Dhiwa.

__ADS_1


"Gapapa kok mas, aku ngga capek" tolak Mira.


"Aku bilang jangan, kamu harus nurut. Kamu duduk aja liatin aku masak" titah Dhiwa dengan nada yg lembut.


Mira tersenyum lalu memeluk suaminya, dia merasa bahagia karena Dhiwa sangat memanjakan nya.


Dhiwa mengelus rambut Mira lalu menuntun Mira ke dapur, Mira duduk di kursi makan melihat Dhiwa yg tengah memasak untuk mereka berdua.


.


.


Sementara di tempat lain, Mirna tengah termenung memikirkan rumah tangga nya yg rumit, dia ingin menangis tapi ia tak ingin anak anaknya melihat nya.


Tika merasa lapar lalu dia menghampiri bundanya.


"Bunda" panggilnya.


Mirna tersadar, lalu menengok ke arah tika.


"Tika lapar" rengek nya.


Mirna terkejut, dia baru teringat kalau dia belum masak, dia terlalu larut dengan kesedihan nya.


"Astagfirullah, maafin bunda ya nak bunda lupa masak, yuk kita ke dapur bunda masakin nugget untuk adek" ajak Mirna.


Tika tersenyum senang lalu dia mengikuti langkah bundaa nya, tika duduk di kursi sementara Mirna menggoreng nugget.


Alvaro baru pulang sehabis main bola, langsung menuju dapur mengambil air minum.


"Ayah dimana bun? " tanya Alvaro, Mirna nampak gugup saat putranya menanyakan ayahnya.


"Ayah sedang ada urusan di rumah temannya" bohong Mira.

__ADS_1


Alvaro hanya mengangguk lalu merebut nugget yg ada di piring tika.


"Itu punya adek" teriak tika, Alvaro terkekeh lalu menaruhnya kembali, Mirna terenyuh melihat tingkah kedua anaknya, hatinya kembali sakit.


"Biar bunda ambilkan untuk kakak" ucap Mirna. Dia lalu mengambilkan nasi dan nugget untuk Alvaro.


'Harusnya kita tengah bahagia berempat mas, andai kau tak hadirkan dia dalam rumah tangga kita' tangis Mirna dalam diam.


.


.


Ridwan dan Mutia sedang makan malam di sebuah resto, malam ini ridwan sengaja ingin menyenangkan istrinya.


Ridwan memesan steak dan potato wedges untuk mereka berdua, saat makanan tiba Mutia menatap nya dengan rasa mual.


Ridwan memotongkan steak untuk Mutia lalu menaruhnya di meja,Mutia nampak ragu untuk memakannya.


"Dek kamu kenapa? " tanya ridwan saat melihat Mutia yg hanya terdiam sambil memandangi steak nya.


"Gapapa kang, hanya saja aku merasa mual" jawab Mutia.


"Mual? Kamu kenapa? " tanya ridwan khawatir sambil memegang tangan Mutia.


"Ngga tau kang, rasanya mual lihat steak ini" ucap Mutia lalu dia "HOEK! " Mutia langsung bangkit dan berlari ke arah toilet, ridwan panik lalu mengejar istrinya.


Mutia merasa lega setelah memuntahkan isi perutnya, dia pun keluar dari toilet, ridwan menatap nya dengan cemas.


"Ganti menu aja ya kalau kamu gak mau daging" ucap ridwan. Mutia mengangguk lalu dia memesan menu baru yaitu nasi goreng seafood.


Anehnya Mutia tak merasa mual saat melihat nasi goreng, ridwan pun merasa bingung dengan tingkah istrinya yg tak lazim.


"Dek kapan terakhir kamu datang bulan? " tanya ridwan menduga-duga, Mutia berpikir lalu dia menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Ini mungkin baru praduga, nanti pulang dari sini kita mampir ke apotik ya" ucap ridwan dengan senyum yg merekah.


"Iya kang, semoga hasilnya sesuai dengan yg kita harapkan ya" ucap Mutia penuh harap.


__ADS_2