Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 4


__ADS_3

"Assalamu'alaikum yah" sapa Mirna saat mengangkat telpon.


"Wa'alaikumussalam, bun besok Ayah di tugasin ke Jakarta selama 2 hari, mau antar barang untuk kantor pusat" ujar Dhiwa memberitahukan istrinya. Mirna sudah terbiasa di tinggal keluar kota oleh suaminya hanya mengiyakan saja. Setelah menutup telpon Dhiwa tersenyum lega karena Mirna tidak mencurigai nya.


.


.


Esok harinya, Dhiwa sudah sampai di toko milik Mira. Dia menitipkan motornya di toko Mira karena mereka akan ke Jakarta dengan menaiki mobil milik Mira.


"Teteh sama Pak Dhiwa hati hati ya di jalan, jangan ngebut ya Pak, jagain Teh Mira" ucap Sintia sambil mencium tangan Mira.


"Insya Allah Saya akan menjaganya sepenuh jiwa dan raga" kata Dhiwa membuat Mira tersipu malu, wajahmu bersemu merah lalu dia menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh Dhiwa.


"Kami berangkat dulu ya, kalian baik baik jaga tokonya ya. Assalamu'alaikum" ucap Mira lalu segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam" jawab Sintia sambil melambaikan tangan melepaskan kepergian Mira dan Dhiwa.


Sepanjang jalan Mira dan Dhiwa bertukar cerita, mereka tertawa sesekali bercanda saling cubit dan pukul manja. Mira sangat bahagia bisa pergi bersama dengan Dhiwa begitupun sebaliknya, Dhiwa merasakan desiran aneh di dalam hati nya dan saat bersama dengan Mira jantungnya selalu berdegup kencang.


'Apa Aku jatuh cinta pada Mira? 'Pikir Dhiwa dalam hati.


Akhirnya mereka sampai di daerah Purwakarta, mereka turun ke tempat biasa Mira berbelanja pot, Dhiwa membantu Mira memilih milih pot yg bagus, sesekali Mira melirik ke arah Dhiwa yg sedang serius memperhatikan orang yg sedang membuat pot.


'Apa Aku jatuh cinta pada Mas Dhiwa? Kenapa setiap kali melihat nya hatiku berdebar? 'Ucap Mira dalam hatinya.


"Sudah selesai Mira, kita makan dulu yuk! " ajak Dhiwa tiba-tiba.


"Ayo Mas" timpal Mira, lalu mereka pergi mencari warung makan yg ada di sekitar sana, akhirnya mereka menemukan sebuah warung sate. Mereka berdua kemudian memesan sate dengan nasi dan mereka makan sambil bercengkrama.


Setelah makan mereka pun melanjutkan kembali perjalanan ke Jakarta, Mira merasa mengantuk lalu dia tertidur begitu saja selama di perjalanan, Dhiwa tersenyum melihat wajah polos Mira saat sedang tidur, Dhiwa memberanikan diri mengelus pipi Mira dengan sangat pelan takut kalau Mira terbangun.

__ADS_1


'Dia sangat cantik saat tertidur' batin Dhiwa lalu dia kembali fokus menyetir.


Akhirnya mereka tiba di Jakarta, Dhiwa membawa Mira ke sebuah penginapan di daerah Depok. Mira terbangun saat Dhiwa menggoyangkan tangan milik Mira, Mira mengucek matanya lalu mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Kita sudah sampai ya mas? " tanya Mira.


"Iya, tapi kita ngga langsung ke Markas, kita menginap dulu di sini ya, besok pagi baru kita ke Markas" ucap Dhiwa lalu turun dari mobil. Mira hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti Dhiwa di belakangnya.


Dhiwa memesan 2 kamar, satu untuk Mira dan satu lagi untuk nya. Dhiwa memberikan kunci kamar kepada Mira lalu mereka naik lift menuju ke lantai 17.


"Kamar kamu disitu Aku disini, jika ada apa apa telpon Aku saja" ucap Dhiwa saat mereka tiba di depan kamar.


"Iya Mas, makasih ya. Selamat malam" ucap Mira lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya.


"Malam Mira" balas Dhiwa lalu dia pun masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Mira merebahkan tubuhnya di kasur, rasanya tubuhnya lelah sekali. Dia pun membuka tas dan mengambil baju tidur, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2