
Dhiwa sedang mengirimkan pesan kepada Mirna bahwa dia sudah sampai di Jakarta. Setelah mengirim pesan Dhiwa langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, tiba-tiba muncul bayang bayang wajah Mira saat tertidur di mobil tadi, Dhiwa sempat melirik bibir seksi milik Mira dan membuatnya menelan ludah dengan kasar, entah kenapa melihat bibirnya saja membuat tubuh Dhiwa berdesir, sebagai seorang lelaki normal itu adalah sebuah hal yg wajar. Setelah hampir satu jam akhirnya Dhiwa keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju balkon, Dhiwa menatap ke arah langit malam lalu dia mengambil ponsel dan berniat melakukan video call kepada Mira.
Dhiwa menekan nomer Mira di ponselnya, Mira yg sedang berganti baju terkejut saat Dhiwa memanggilnya dengan panggilan video. Mira tidak segera mengangkat nya karena Mira sedang tidak menggunakan jilbab. Setelah panggilan berakhir Mira pun mengirimkan pesan kepada Dhiwa
Mira : maaf Mas, tadi Aku sedang berganti baju.
Dhiwa membuka pesan dari Mira lalu tersenyum, kemudian Dhiwa melakukan panggilan telpon saja.
Dhiwa : Assalamu'alaikum Mira.
Mira : Waalaikumsalam Mas, ada apa?
Dhiwa : ngga apa apa, kamu belum tidur?
Mira : belum Mas, Mas sendiri belum tidur.
Dhiwa : belum bisa tidur.
Mira : kenapa Mas?
Dhiwa : lagi mikirin sesuatu.
Mira : sesuatu apa Mas?
Dhiwa : entahlah, seperti nya seseorang telah mengusik pikiran ku dan juga hatiku.
Mira : oh ya, siapa Mas klo Aku boleh tau?
__ADS_1
Dhiwa : yakin kamu mau tau?
Mira : ya kalau Mas ngga keberatan untuk ngasih tau ke Aku.
Dhiwa : orang itu..... Kamu Mira.
DEG!
Mira tertegun mendengar ucapan Dhiwa, ada rasa senang dan juga malu saat mendengar perkataan dari Dhiwa, entah kenapa hatinya merasa berbunga-bunga.
Dhiwa : Mir, kamu masih disana?
Mira : i iya Mas, kok bisa Aku sih Mas ?
Dhiwa : Aku juga ngga tau, kamu harus tanggung jawab Mira.
Dhiwa : hehe ngga kok Aku hanya bercanda. Tapi kalau perasaan Aku ngga bercanda Mira.
Mira tersenyum sambil meremas bajunya.
Mira : maksud Mas apa?
Dhiwa : seperti Aku menyukaimu Mira.
Mira : apa Mas serius?
Dhiwa : Aku serius.
__ADS_1
Mira menjerit dalam diam, hatinya sangat senang saat Dhiwa menyatakan perasaan nya kepada Mira.
Dhiwa : kamu mau kan jadi kekasih Aku, Mir?
Mira : i iya Aku mau Mas.
Dhiwa tersenyum sumringah saat Mira menerima pernyataan cinta nya,
Dhiwa : makasih ya Mira,kamu sudah mau menerima Aku yg banyak kekurangan ini.
Mira : jangan bicara seperti itu Mas, tak ada manusia yg sempurna di dunia ini. termasuk Aku.
Dhiwa : kau sungguh berhati bidadari Mira,paras dan hatimu sama sama cantik.
Mira : Mas Dhiwa bisa aja, nanti Aku terbang nih.
Dhiwa : haha. ya sudah kamu istirahat ya.sampai bertemu besok pagi.
Mira : iya Mas juga istirahat ya.
Dhiwa : iya Sayang. Good night.
Mira : Good night too. Assalamu'alaikum Mas.
Dhiwa : Wa'alaikumussalam.
Mira merasa jantungnya sangat berdebar kencang. Dia tak menyangka jika perasaan nya berbalas dengan perasaan milik Dhiwa. Akhirnya mereka memutuskan telpon setelah saling mengucapkan selamat malam. Dhiwa tersenyum sambil menatap langit langit kamar lalu dia segera tertidur untuk menyambut hari esok bersama dengan Mira. sedangkan Mira sedang menyembunyikan wajahnya di balik bantal, dia merasa hatinya penuh dengan bunga bunga hingga akhir nya dia pun tertidur sambil tersenyum.
__ADS_1