ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
Aiyra ingin ke kairo


__ADS_3

"Yank, kamu coba bujuk Ziya di atas biar mas disini menemani umi sama abi." ucap Akhmar.


"Baik mas." ucap Vina.


Diatas Vina dapat merasakan kesedihan sahabatnya itu, ia tidak pernah melihat sahabatnya itu sesedih ini.


"Ya allah kuatkan lah sahabat hamba." batin Vina.


"Zi." panggil Vina, Vina menghampiri Ziya, Vina langsung memeluk sahabatnya itu.


"Sabar sayang, yakinlah putri mu itu kuat, sama seperti kamu." ucap Vina, menenangkan Ziya.


"Benar yang dikatakan Vina sayang percayalah Aiyra akan baik baik aja,sekarang kamu solat dan berdoa semoga allah mempermudahkan segalanya." ucap Akhmal.


"Iya mas," ucap ziya.


Kini mereka solat bersama memohon petunjuk dan kemudahan kepada allah SWT.


Sedangkan dikamar Aiyra yang habis menangis terlelap, dengan mata yang bengkak dan acak acakan.

__ADS_1


Jika Ziya melihat penampilan sang putri hatinya pasti hancur, ibu mana yang hatinya tidak hancur melihat anaknya menderita.


Keesokan harinya Aiyra bangun dari tidurnya dan tak lupa pula melaksanakan solat subuh, di setiap doanya ia memohon pengampunan, memohon ketabahan untuk dirinya menjalani setiap langkah nya.


Setelah selesai solat, tak lupa ia mengaji Ziya yang berniat menggetok pintu kamar Aiyra untuk melihat keadaan sang putri berhenti ketika mendengar suara merdu Aiyra, lantunan ayat suci al Quran yang begitu menyentuh hati, Ziya kembali meneteskan air matanya dapat mendengar suara sang putri.


Ziya akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali ke dapur untuk membuat serapan untuk keluarganya di bantu umi Aisyah dan Vina yang memang menginap di rumah Ziya.


Terlihat Aiyra melihat dirinya di pantulan kaca, dengan mata bengkak.


"Astagfirullah, jika Amy lihat wajah aku seperti ini Amy pasti sedih." ucap Aiyra, Aiyra dengan segera memberi meka up di wajahnya untuk menutupi mata bengkak nya dia tidak mau Amy nya melihat dirinya berantakan, setelah selesai merias dirinya Aiyra turun kebawah menuju meja makan yang mana semuanya sudah berkumpul.


Ziya yang melihat sang putri, langsung memeluknya dan menciumi nya.


"Maafkan Aiyra Amy.? ucap Aiyra merasa bersalah.


" Tidak apa sayang."ucap Ziya.


Kini Aiyra sudah beralih di pelukan sang ayah sosok yang memberikan kekuatan.

__ADS_1


"Anak abi pasti kuat," ucap Akhmal memeluk putrinya.


Mereka bergantian memeluk Aiyra memberikan ia dukungan kekuatan,


"Terimakasih, maaf membuat semuanya jadi khawatir." ucap Aiyra.


"Tidak apa sayang," ucap umi Aisyah.


"Sudah sedih sedihnya ayo serapan, Aiyra pasti laper." ucap Akhmal.


Kini mereka makan dengan nikmat, tidak ada yang bersuara, hanya suara sendok dan garpu yang beradu.


Setelah selesai serapan Aiyra membantu Ziya dan Vina bersama umi Aisyah membersihkan meja makan, setelah itu mereka bergabung di ruang tamu,membahas tentang pelaku yang menjebak Aiyra.


"Amy Abi, Aiyra ingin belajar di kairo." ucap Aiyra tiba tiba membuat mereka semua melihatnya.


"Aiyra tau Amy tidak akan izinin Aiyra, tapi Aiyra ingin melanjutkan pendidikan di sana Amy Abi." ucap Aiyra menunduk dia tau bahwa Ziya tidak akan mengizinkan putrinya jauh darinya.


Akhmal menggenggam tangan Ziya sambil tersenyum kearah istrinya itu, Ziya menarik nafas sebelum berbicara.

__ADS_1


"Baiklah, jika di sana, membuat kamu lebih baik Amy izinin, tapi dengan syarat kamu harus pastikan bahwa kamu di sana aman dan selalu hubungi Amy setiap saat." ucap Ziya dia tau putrinya itu tidak akan sanggup menghadapi hal buruk menimpanya disini jadi dengan mengizinkan dia belajar di sana mungkin bisa membuat dia tenang.


Meski berat Ziya mau pun semua keluarga melepas kepergian Aiyra namun mereka harus ikhlas dengan keputusan Aiyra mereka hanya bisa berdoa keselamatan Aiyra di sana.


__ADS_2