
Selama ini,bukan nya Arsakha tidak memiliki perasaan terhadap Dila, Namun ia selalu memendam perasaannya.
Arsakha hanya tidak ingin merusak wanita yang ia cintai, meski ia sempat ingin melupakan Dila setelah ia tahu jika ia akan di jodohkan.
Namun saat melihat foto wanita yang akan di jodohkan dengannya adalah Dila Arsakha cukup bahagia dan dengan cepat meminta sang Amy untuk segera menikahi Dila.
"I... ini apa maksudnya? "
Nila bingung apa yang telah terjadi, dia tidak dapat mencerna semua ucapan menantunya itu.
"Telmi mu kambuh sepertinya." ucap Vina menunjuk kepala Nila dengan jarinya.
"Arsakha, pria yang di cintai putri mu selama ini."
Setelah mendengar penjelasan Vina, Nila melompat kegirangan membuat Arsakha dan Dila menatapnya.
"Haiy, baguslah kalau begitu, jadi aku tidak melukai putriku dan putriku bahagia dengan pria dia cintai." Ucap Nila senang kegirangan.
Nila juga merasa lega, mengetahui jika menantunya pria yang dicintai putrinya, jadi selama ini dia tidak melakukan kesalahan.
Hanya saja cinta Dila kepada Arskha mendapatkan ujian dari sang cipta,menguji keikhlasan hatinya hingga ia dipersatukan dengan cinta yang indah akan ikatan pernikahan.
"Dila....Dila...Dil..hay sayang."
Arsakha yang sedari tadi memanggil nama istrinya didalam dekapannya tak kunjung menerima sahutan.
Hingga saat ia melepaskan dekapannya,betapa khawatirnya Arsakha saat tahu jika istrinya itu tidak sadarkan diri.
"Dila,Astagfirullah." ucap Ziya panik.
"Dila." panggil Nila khawatir.
__ADS_1
"Arsa, kamu bawa istrimu ke kamar! " ucap Vina, hanya diangguki Arsakha dengan cepat ia membawa Dila kekamar pengantin mereka.
"Lil, hubungi dokter,Zi kamu temani anak kamu sana biar disini aku yang handel. " ucap Vina.
"Baiklah, aku tinggal ya Vin." ucap Ziya dan di anggukan Vina.
Kamar pengantin yang seharusnya digunakan pengantin baru itu,malah menjadi tempat kunjungan bersama.
Di kamar itu terlihat Nila menangis dengan menggenggam tangan sang putri dan ditemani suaminya yang mencoba menenangkan istrinya itu.
Begitu juga dengan Ziya dengan penuh kasih sayang Ziya menenangkan putra tertuanya itu yang begitu khawatir akan istrinya itu.
"Sabar sayang, Dila akan baik baik aja." ucap Ziya mengusap punggung putra tertuanya itu.
Akmal menepuk pelan pundak putra nya dan tersenyum, seakan ia berkata semuanya akan baik-baik saja.
"Terimakasih Amy, Abi." ucap Arsakha dan menyandarkan kepala di bahu Ziya melepaskan kekhawatiran nya.
"Masuk! " ucap Arsakha seakan ia tau jika itu dokter.
Dan benar saja,terlihat Lila masuk bersama seorang dokter muda dan tampan.
"Ayo dok,cepat periksa istri saya! "
Dengan tergesa-gesa Arsakha menarik tangan doktor itu.
"Dia kira, saya kambing apa? main tarik aja nih orang. " batin sang dokter.
"Okey,permisi saya periksa dulu." ucap sang dokter dengan wajah sedikit kesal.
"Authour sialan, lu kenapa sih sama gue thor ada salah apa gue sama lu? " ucap Arsakha
__ADS_1
"Lu kenapa?" author.
"Ya lu pikir aja, gue baru nikah dan selama ini gue gak pernah nyentuh Dila,dan seharusnya malam pertama kami, masa gue keduluan dari tu dokter. " keluh Arsakha.
"Aihs, sabar."gumam author sapu dada.
"mau kelar gak ni cerita lo?"tanya Authour sedikit kesal.
" Ya maulah," ucap Arsakha.
"Yaudah pergi lo sana." ucap author dengan menendang bokong Arsakha.
Hanya butuh waktu sebentar dokter memeriksa Dila, dan memasangkan infus ditangan Dila.
"Bagaimana dok, istri saya? " tanya Arsakha.
"Istri anda hanya kelelahan, dia butuh istirahat dan dia sedikit stres." jelas sang dokter.
"Tolong tebus obat di klinik." ucap sang dokter.
"Dan hati-hati dengan infusnya." ucap sang dokter mengingatkan.
"Terimakasih dok." ucap Arsakha.
"Iya sama-sama, tapi lain kali jangan tarik-tarik saya! saya bukan kambing. " ucap sang dokter.
"Eh, maaf dok." ucap Arsakha malu dan yang lain mendengarnya sedikit terkikik mendengar penuturan sang dokter.
"Baiklah, saya permisi dulu Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam," ucap mereka semua pelan satu persatu.
__ADS_1
Iya pelan lah, gak mungkin kompakan kan bukan paduan suara hehehhehh😁😁