
Hari telah berlalu begitu cepat dan kini tiba hari dimana Dilla dan Arsakha menikah,kedua belah keluarga begitu antusias dengan pernikahan anak pertama mereka.
"Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat ya,pa." ucap Nila yang tak percaya dia akan melepas putri satu-satunya itu.
"Iya sayang, serasa baru kemarin kita menggendong putri kita itu." ucap Iksad yang masih mengingat saat ia menggendong Dila mungilnya itu.
"Gimana pengantin wanitanya sudah siap? " tanya Vina yang menghampiri Nila.
"Biar aku cek dulu." ucap Nila.
"Aku juga ikut, aku mau lihat keponakan menantu ku." Ucap Nila tersenyum bahagian.
Kedua wanita itu pun pergi meninggalkan yang lainnya, di kamar Dila mereka dapat melihat Dila dengan gaun putih bertaburan berlian yang khusus dipesan Arsakha untuknya.
Dila terlihat cantik dengan gaun yang ia kenakan, kedua wanita itu berjalan dan menghampirinya.
"Kenapa putri ku terlihat tidak bahagia? apa kah aku salah? " batin Nila
"Nak apa kamu bahagia dengan pernikahan ini? " perkataan Nila membuat Dila kaget begitu juga Vina,Dila langsung melihat mamanya dengan bibir bergetar dia tidak tau harus berkata apa.
"Katakan lah, jika kamu tidak bahagia mama akan batalin pernikahan ini jika kamu tidak bahagia! " ucap Nila sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Tapi ma.... hik." ucap Dila terhenti saat air mata nya jatuh.
"Nak, maaf kan mama seharusnya mama tidak memaksamu, mama hanya ingin kamu hidup dengan baik dengan adanya menjaga mu, tapi mama lupa akan kebahagian mu, jika kamu tidak bahagia dengan ini maka mama akan batalkan, kamu tidak perlu khawatir resiko nya." ucap Nila dengan suara bergetar menahan tangisnya dia memeluk putrinya yang menangis dalam pelukannya itu.
Vina yang melihat kejadiannya ini dia tidak bisa berbuat apa-apa yang dia juga tidak tega dengan keponakannya itu tapi mau bagaimana lagi.
Vina hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar.
"Tidak ma, Dila akan tetap menikah dengannya, Dila akan mencoba melupakan orang yang Dila suka dan Dila akan mencoba mencintai suami Dila kelak." ucap Dila dengan keyakinannya dan menghapus air matanya dan menguatkan hatinya.
"Nak, yakinlah setelah ijab qobul dilantunkan kamu akan menemukan jawaban yang ada di hatimu itu." ucap Vani
"Suuuuuts, diam kamu jangan menjahili anak ku." umpat Nila yang tak habis pikir dengan sahabatnya itu yang selalu saya penyakit jahilnya tidak pernah hilang dan bahkan dalam keadaan seperti sekarang ini dia masih sempat menggoda Dila.
"Apaan sih, ingat kita bentar lagi saudara besanan." ucap Vani mengingatkan.
"Cih... " dacih Nila.
"Baiklah jika kamu yakin dengan keputusan kamu, maka kita akan lanjutkan acaranya. " ucap Nila dan Dila menarik nafas untuk menenangkan dirinya sebelum menganggukkan kepalanya dengan kepastian.
Nila tersenyum dan mengecup pucuk kepala putrinya itu dan pergi meninggalkan Dila di kamarnya.
__ADS_1
Dari atas tangga kamar Dila Nila dan Vani memberikan isyarat bahwa pengantin wanita sudah siap.
Ziya yang melihat isyarat dari kedua sahabatnya langsung menyampaikan agar acara segera di laksanakan.
"Baiklah kita mulai nak Arsakha." ucap pak penghulu dan dianggukan Arsa.
Asakah menerima uluran tangan sang mertua.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (BERBIE ANANDILA) alal mahri (seperangkat alat solat) hallan."
Artinya: "Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (BERBIE ANANDILA) dengan mahar (seperangkat alat solat) dibayar tunai."
Bacaan Kabul:
قبلت نكاحها وتزويجها على المهر المذكور ورضيت بهى والله ولي التوفيق
Bacaan latin: "Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."
Artinya: "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugrah.
Maaf ya baru up sekarang, dan jika dalam kalimat ijab dan qabul nya salah maaf saya sher dari Google soalnya😁
__ADS_1