ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
Ziya ingin menantu.


__ADS_3

Di kantor Dila terlihat sibuk dari mengatur jadwal,mengatur dan mencatat hasil rapat pagi ini di lanjutkan mencatat administrasi dan belum lagi melakukan komunikasi kepada para karyawan, manajer dan perusahaan lain.


Dan tidak lupa Dila memastikan isi dokumen penting yang menyangkut persyaratan dan hukum, sebelum ditandatangani bosnya.


Dila juga harus memperhatikan perlengkapan kerja bosnya, lalu setelah itu melakukan supervisi terhadap staf dan karyawan baru,sekretaris bukanlah pekerjaan mudah yang seperti dilihat karyawan lainnya tapi mereka tidak tau bahwa sekretaris dituntut untuk serba bisa.


Tanpa Dila sadari jika harus sudah hampir sore, para staf mulai membereskan meja mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Aih,ternyata sudah sepi." gumam Dila yang baru keluar dari ruangannya.


Suara dering ponsel kantor Dila, membuat ia kembali masuk kedalam ruangannya.


"Iya Halo Assalamu'alaikum." ucap Dila mengangkat panggilan.


"Waalaikumsalam, apa ada pertemuan lagi hari ini? " tanya orang dibalik telpon yang tak lain Arsakha.


Meskipun Dila telah menjadi sekretaris hari ini, Dila belum bertemu dengan sang bos dan bahkan rapat tadi pagi dipimpin Akhmar.


"Untuk hari ini sudah kosong pak, dan besok jam 8 bapak ada pertemuan dengan klien dari Singapore pak." ucap Dila.


"Hem, baiklah besok tolong kamu gantikan saya ketemu klien itu saya besok ada urusan keluarga." ucap Arsakha.


"Baik Pak." ucap Dila


"Kamu boleh pulang duluan." ucap Arsakha mengizinkan Dila untuk pulang terlebih dulu.


"Baik pak, terimakasih assalamu'alaikum." ucap Dila mengakhiri panggilan kembali meletakkan telpon ditempatnya setelah mendapat jawaban dari si penelpon.

__ADS_1


Hari ini sangat melelahkan bagi Dila, hari pertama ia berkerja sudah di tumpukan tugas yang banyak, namun mau tidak mau semua sudah menjadi pilihannya ia dengan senang hati melakukan pekerjaannya.


Seperti ucapan bosnya Dila pun bergegas pulang kerumahnya, untuk merebahkan punggungnya yang sudah kelelahan duduk seharian dan kakinya yang pegal pegal harus memakai hells selama di kantor.


Sampai di rumah, Dila langsung merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatapi langit langit kamarnya.


"Ais, menjadi sekretaris tak semudah aku bayangkan, ini sungguh melelahkan." gumam Dila meracau.


"Dila... Dila." panggil suara cempreng dari bawah membuat Dila berseru kesal.


"Aihs,apa lagi yang di inginkan mama gue tercinta itu." ucapnya dan bangkit dari kasur dengan malas.


"Aduh mama, apa lagi Dila capek." ucap Dila dari atas tangga dengan wajah lesu.


"Ais, dasar anak gadis jorok, cepat mandi sana sebelum gelap habis itu makan bersama." ucap Nila.


Dikediaman Sidiq...


Seperti biasa keluarga kecil itu makan bersama dengan nikmat tanpa suara hanya suara sendok dan garpu yang saling bersahutan.


Setelah selesai makan,mereka berkumpul di ruang keluarga, sudah menjadi kebiasaan mereka yang akan berkumpul hanya untuk memperkuat ikatan anak dan orang tua,itu yang di ajarkan Akmal kepada anak-anaknya.


Sesibuk apapun dalam bekerja jangan lupakan keluarga,kedua orang tua tidak menginginkan hasil kerja kalian tapi mereka menginginkan sapaan dan canda tawa bersama anak-anaknya.


Hal itu yang selalu Akmal tanamkan di hati anak-anaknya.


"Khem, baby boys Arsa, syad kalian tidak ada niat cariin Amy menantu gitu? " tanya Ziya disela canda mereka.

__ADS_1


Ketiga pria itu, yang mendengar perkataan Ziya begitu kaget dan mereka menoleh bersamaan menatap Ziya penuh tanda tanya terutama kedua pria muda itu.


"Amy, Arsyad belum mau menikah, kak Arsa yang udah mau nikah tu." ucap Arsyad melemparkan keinginan Amynya pada kakaknya.


Arsakha hanya bisa menatap kesal sang adik.


"Benarkah, kalau gitu Amy gak akan kesepian lagi." ucap Ziya.


"Tapi Amy, Arsakha belum ada calonnya." ucap Arsakha jujur.


"Kalau calon Amy sudah ada." ucap Ziya membuat ketiga pria itu kaget terutama Arsakha.


"Siapa Amy, kenapa Amy tidak ada cerita ke Abi?" tanya Akmal pura pura kecewa.


"Ya ini kan mau Amy bilang ke Abi, Abi ingat Nila kan?" tanya Ziya.


"Iya, sahabat kamu kan? " ucap Akmal.


"Nah itu, kemaren Amy dan Vina reunian sama Nila dan Nila mau menjodohkan anak gadisnya dengan Arsakha, menurut Abi bagaimana?" tanya Ziya.


"Abi, terserah Amy jika gadis itu bagus Abi setuju, tapi bagaimana dengan Arsakha apa kamu setuju nak? " tanya Akmal pada anak tertuanya itu.


"Arsakha ikut pilihan Amy aja Abi." ucap Arsakha.


"Alhamdulillah, baiklah besok akan Amy kasi tau Nila dan Ikhsad Abi." ucap Ziya.


"Lebih baik kita langsung ke rumahnya aja sayang." ucap Akmal.

__ADS_1


__ADS_2