ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
lebih baik membuatnya


__ADS_3

Wahai sang Membolak-balikkan hati,engkau sang penentu takdir,kau seperti sutradara dalam setiap skenario jalan kehidupan,cinta,penderitaan,kebahagian,dan maut.


Kau yang selalu mengawasi menentukan baik buruknya setiap langkah kehidupanku,kau yang telah menakdirkan semua atas hal yang aku lalui di dunia ini.


Dan engkau juga ikut dalam setiap kisah cintaku,dan aku tau cinta tidak harus memiliki,cinta bukan suatu hal yang harus dipaksakan dan cinta terkadang datang di waktu yang salah dan orang yang salah.


Dan terkadang mencintai orang yang salah,bukanlah yang buruk hanya saja waktu pertemuan yang sangat salah.


''Kamu sangat beruntung Dil,kamu ditakdirkan dengan orang yang kamu cintai dan orang yang baik pula.''


''Aku berdoa,untuk rumah tanggamu langgeng sampai kakek nenek dan maut memisahkan kalian berdua.'' batin Vani mendoakan sahabatnya itu.


Vani tersenyum bahagia menatap indahnya pemandangan di pagi hari,Vani dapat merasakan sejuknya angin pagi mengenai wajah cantiknya.


Hingga suara dering ponselnya mengalihkan penglihatannya,ia dapat melihat nama si penelpon,dengan senyuman lembut ia meraih ponselnya menerima panggilan itu.


''Assalamualaikum,wahai pengantin baru.''ucap Vani dengan menggoda si penelpon tidak lain Dila.


''Waalaikum salam,''


''Bagaiman,malam mu apa menyenangkan,'' goda Vani.


''Apa yang kau pikirkan,kita tidak melakukannya.''

__ADS_1


''Oh,apa kau belum siap atau.....???'' ucap Vani tidak percaya dan menyelidiki.


''Aku belum siap dan Mas Arshaka juga tidak meminta haknya.''


''Apa karena kau masih marah padanya,makanya dia tidak meminta haknya,mungkin.'' ucap Vani tidak yakin.


''Aku marah?''ucap Dila.


''Iya soal,itu.'' ucap Vani.


''Oh,soal itu Mas Arsha sudah menjelaskannya.''


Dila menceritakan semua hal kenapa dan bagaimana bisa Dila tidak tau jika suaminya orang yang ia cintai,cukup lama dia menjelaskan kepada sahabatnya itu.


''Oh begitu,aku kira di memang sengaja.'' ucap Vani


''Oh iya,Van maaf ya aku mengabaikan mu saat datang pernikahan ku.'' ucap Dila merasa bersalah karena tidak menyambutnya.


''Tidak masalah,aku juga ngerti kok tidak usah merasa bersalah begitu.'' ucap Vani menghibur sahabatnya itu.


''Bagaimana kabar keponakanku?'' tanya Dila.


''Dia baik,sekarang dia masih terlelap,dia sangat menggemaskan.'' ucap Vani yang kini telah berdiri di ayunan sang putra mungilnya itu,sesekali Vani mencolek hidung putranya itu.

__ADS_1


''Ohhhhh,aku ingin memeluknya dan menciuminya.'' ucap Dila.


''Lebih baik,kamu mencium suami mu,itu lebih bagus,siapa tau langsung buatnya'' kekeh Vani menggoda Dila.


''Kamu ya,menyebalkan.''ucap Dila kesal dan malu.


''Van aku tutup dulu ya,ada mas Arsha.'' ucap Dila sedikit berbisik di telepon nya.


''Baiklah,semoga berhasil,bay.'' ucap Vani terkekeh saat mendengar suara Arshaka seperti cemburu.


''Putra mama yang menggemaskan ini ngompol ya,hem''


''Sini biar mama bersihkan,biar kamu nyaman sayang.'' ucap Vani mengeluarkan putranya dari ayunan dengan hati hati.


Sedangkan di dalam kamar Dila saat dia menelpon berbicara dengan Vani,tidak sengaja Arshaka menangkap satu pembicaraan dengan Vani.


''Sayang,siapa yang ingin kamu peluk cium?'' ucap Arshaka berusaha bersikap tenang meski dadanya terasa panas.


''Itu...aku berbicara tentang anaknya Vani.''


''Anaknya sangat menggemaskan,pipi tembem dan jari-jari mungilnya itu,itu sangat imut.'' ucap Dila dengan wajah berbinar.


''Jika kamu menginginkan nya,bagaimana kita membuatnya saja.''goda Arshaka berjalan mendekati Dila.

__ADS_1


''HAAA,mem...membuat.'' ucap Dila gugup.


''Iya membuatnya,itu akan lebih menggemaskan.'' ucap Arshaka.


__ADS_2