ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
Karena manisan


__ADS_3

Di pagai hari minggu ini, mereka semua menikmati hari libur, Tampak Arsakha dan Arsyad telah bersiap siap dengan pakaian olahraganya,seperti bisa mereka menyapa ke dua orang tua dan kakek neneknya itu, tak lupa pula mereka meminta izin untuk berolahraga pagi dan juga sudah seminggu mereka menjalankan hari hari tanpa kehadiran Aiyra, Namun meski begitu mereka tetap melakukan video call.


Dan 3R yang di ketahui dalang dibalik merusak nama baik Aiyra, kini telah di Drop out(DO), oleh pihak sekolah.


Arsakha dan Arsyad begitu menikmati udara pagi yang segar, jangan lupakan para wanita yang melihat ketampanan mereka berdua mencoba menggoda Arsakha dan Arsyad namun yang mereka dapatkan hanyalah luka sebelum tergapai.


"Hos... hos... Dil kita istirahat dulu gw udah gak sanggup buat lanjut lari." ucap Vani yang sudah kelelahan berlari mengelilingi taman kota jakarta itu.


"Yaelah lu mah baru juga bentar. " ucap Dila.


"Bentar apan, kita sudah keliling 10 kali tanpa istirahat, lu mah tega benar." ucap Vani kesal.


"Aiyah, yasudah ayo istirahat sambil serapan di gerobak ketoprak sana yok? " ajak Dila.


Dua gadis itu berjalan menghampiri mamang ketoprak itu.


"Mang ketoprak dua porsi mang, buat pedasnya mang." ucap Dila.


"Siap neng."jawab mamang ketoprak.


Dila dan Vani menunggu pesanan mereka sambil saling bercanda tawa, namun tawa mereka terhenti saat mendengar suara yang tidak asing.

__ADS_1


"Pak.... tunggu pak... bapak gerobak buah tunggu .. " teriak Arsakha mengejar gerobak buah itu.


"Kak hos...hos..hos...tungguin syad." teriak Arsyad yang sudah gosgosan itu.


"Itu bapak itu dari tadi kita panggilin kenapa gak dengar." keluh Arsakha kesal.


"Gak tau, mendingan kak pakai ini biar tu bapak tukang buahnya berhenti! " suruh Arsyad sambil menyerahkan sebuah toa pada Arsakha.


"Lah iya kenapa Antum dari tadi gak bilang." ucap Arsakha yang terlihat kesal itu, sampai ia gak sadar jika dikerjai saudaranya itu.


"Ha." ucap Arsyad bengong dengan ucapan saudaranya itu yang sangat polos.


"Bapak tukang buah berhenti saya mau beli...... " ucap Arsakha menggunakan toa itu sampai tiga kali Arsyad melihat itu tidak lupa mengabdikan momen itu dan mengirim kepada saudari perempuan nya.


"Huaa hahhahahha..... hahahhaha. " tawa Arsyad sambil memegangi perutnya terasa keram.


Sedang kan Dila dan Vani dapat menyaksikan kelakuan kedua saudara kaku itu membuat mereka terbengong.


"I... itu si kaku kan? " ucap Dila tak percaya.


"Benar itu mereka." ucap Vani.

__ADS_1


Dila dan Vani jadi saling pandang satu sama lain setelah itu mereka tertawa terbahak bahak membuat sang mamang kaget.


"Hahahhahah... hahaha."


"Gw gak menyangka kalau si kaku melakukan hal abstrak hanya untuk tukang buah itu, hahahha." ucap Dila tak habis pikir dan masih tertawa.


"Benar gw juga gak menyangka." ucap Vani.


Arsakha yang dikerjain Arsyad menjadi kesal, dan mencoba memberi pelajaran kepada adiknya itu sehingga terjadilah kejar kejaran.


"Maaf mas, mas yang mau beli buah ya? " tanya mamang buah itu baru tau saat di beritahu ibu ibu yang mendengar ucapan Arsakha melalui toa nya itu, bertepatan ibu itu melewati sang mamang buah.


"Ha iya Pak, dari tadi saya teriaki bapak tapi tidak dengar. " ucap Arsakha.


"Ah maaf mas telinga saya sedikit budek." ucap sang mamang.


"Banyak kali mang." batin Arsyad yang menahan tawanya.


"Pantesan, oh iya saya mau beli manisan mangganya semua ya pak." ucap Arsakha, ya memang tujuannya hanya manisan mangga itu yang sudah membuat dia menjadi pembicaraan ibu ibu dan remaja remaja yang berlalu lalang.


"Lihat ide konyol kamu ini." ucap Arsakha pada Arsyad.

__ADS_1


"Tapi berhasilkan." ucap Arsyad membela diri.


__ADS_2