
"Aduh maaf buk, anak saya emang suka begitu kalau di rumah." ucap Ziya canggung Akmal hanya tersenyum melihat istrinya canggung.
"Astagfirullah,ada tamu maaf semuanya."ucap Arsakha malu begitu juga Arsyad.
Tak lupa mereka menyalami Ziya dan Akmal dan para tamu.
" Tidak apa apa nak,"ucap bunda sarah.
"Baby boy, mengapa kalian lama pulang ke rumah ha? bukan kah kalian janji pulang sebelum magrib?" tanya Ziya kepada anaknya itu yang pulang tidak sesuai janji.
Ya mereka keluar izin pergi melihat pameran yang diadakan siang itu, Ziya mengizinkan mereka pergi karena ia tau anaknya itu sedih kepergian adiknya.
"Dan kamu kenapa Arsa." tanya Ziya yang dapat melihat wajah kecewa anaknya itu.
"Nah itu dia Amy, tadi kita seharusnya pulang tepat waktu, tapi Kak Arsa mengejar mas mas jual manisan mangga tapi tidak dapat makanya kak arsa kecewa." ucap Arsyad menjelaskan.
Ziya geleng geleng kepala dengan putra tertuanya,yang sangat menyukai manisan mangga.
"Kamu ini, kan bisa dibeli lagi besok." ucap Ziya.
"Itu salahkan dirimu Zi yang waktu hamil makan mangga mulu gitu tuh jadinya keponakan saya." ucap Vina yang baru keluar dari dapur bersama umi Aisyah tak lupa pula mereka menyapa para tamu.
__ADS_1
"Yaudah, mandi sana habis itu kita makan bersama." ucap Ziya.
"Iya Amy." ucap mereka dan tak lupa permisi kepada tamu.
"Umi! " ucap Ziya mengadu.
"taunya gadu." umpat Vina umi Aisyah hanya bisa tersenyum melihat kedua menantunya itu.
"Maaf, ketidak nyaman nya,menantu saya emang suka bercanda." ucap umi Aisyah
"Tidak apa apa umi, malah saya senang melihat mereka begitu humoris." ucap bunda sarah.
"Oh iya ini pak dahlan dan sekeluarga ada tujuan apa berkunjung ke kediaman saya? " tanya Akmal sopan.
"Ya pak saya tau itu hanya kecelakaan, anak saya di jebak oleh teman kakaknya karena ketidak sukaan." ucap Akmal.
"Iya pak, dan karena itu jika di perkenankan anak saya ingin bertanggung jawab atas diri anak pak akmal." ucap H. dahlan.
Ucapan,H.dahlan membuat Ziya kembali sedih dan menitikkan air matanya mengingat anaknya meninggalkannya.
Akmal yang tau Istrinya sedih, menggenggam tangan Ziya memberikan Ziya kekuatan.
__ADS_1
"Maaf Pak bukannya kami, menolak niat baik itu namun putri kami telah pergi melanjutkan studinya di kairo dan baru tadi pagi kami mengantar kepergiannya." ucap Akmal membuat H.dahlan terkejut.
"Putri kami,hanya gadis kecil yang belum siap menerima keburukan di masyarakat sehingga ia memilih bersembunyi dari masyarakat sini." ucap Akmal.
"Bagaimana dengan kamu Syakir." ucap H. dahlan bertanya.
"Syakir, Siap menunggu Aiyra Abah, bunda, paman, tante." ucap Syakir mantap.
"Jika itu pilihan kamu, saya akan merestui kamu nak,dan saya harap kamu benar benar istiqomah dengan niatmu." ucap Ziya.
"Terimakasih tante." ucap Syakir.
"Namun kembali lagi dengan Aiyra nya, saya tidak akan memaksa anak saya, saya juga tidak menjodohkan kalian, saya hanya akan melihat seberapa pantas nya kamu untuk putri saya."Ucap Akmal.
"Amy." Ucap Arsyad yang baru turun dari kamarnya begitu juga Arsakha.
"Oh iya, pasti semua pada lapar kan,bagaimana kita makan malam dulu! " Ajak Ziya.
"Jadi ngerepotin." ucap Bunda sarah.
"Tidak kok bu," ucap Ziya.
__ADS_1
Kini mereka semua makan bersama dengan nikmat tanpa suara hanya suara sendok dan garpu yang terdengar, setelah makan bersama mereka kembali berbicara tiga puluh menit lamanya, setelah itu berpamitan meninggalkan kediaman Akmal.