ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
Tini dan Vani


__ADS_3

Sesuai janji Dila, kalau malam ini ia akan mengikuti balapan motor, Dila menghentikan motornya tepat di depan banyaknya para pria dan ditemani wanita seksi, mereka tak lain pria yang ikut balapan.


Balapan motor salah satu kegemaran Dila, banyak orang yang bertanya tanya kenapa wanita berhijab bisa berada di lokasi mereka, mereka mencemooh Dila, karena ke banyak dari mereka anggota baru jadi tidak tau Dila siapa, mungkin jika anggota lama maka mereka akan sangat sopan dan menghormati Dila.


Dila tidak memperdulikan mereka meneriakinya, baginya itu tidak terlalu penting.


Ya Dila, saat ini telah duduk diatas motornya berdiri tepat digaris star siap untuk melajukan motornya, Dila terlihat sangat keren dengan jeket jens kebesarannya, celana jeans sedikit longgar, dengan sepatu boot hampir mencapai lutut.


Dila mulai memainkan gas motornya bahwa ia siap untuk melaju,Vani yang ikut bersama Dila mencoba membujuk Dila supaya tidak ikut balapan.


"Dil, apa kamu yakin? mau balapan? " ucap Vani khawatir dengan sahabatnya itu.


"Gue yakin lah, kalau gak yakin gue gak akan sampai sini. " ucap Dila kepada sahabatnya dengan tekad yang kuat.


"Tapi, gue takut nyokap bokap lo tau, kan lo tau kalau orang tua lo tau habis lah kita. " ucap Vani mengingatkan Dila jika orang tuanya marah.


"Tenang aja, kali ini nyokap bokap gue gak akan tau." ucap Dila percaya diri.


"Serah lo deh, tapi ingat jam 12 kita harus balik! gue masih ada kerjaan besok." ucap Vani.

__ADS_1


"Siap sayang ku." ucap Dila memberi kiss dari jauh membuat Vani merinding.


"Are you ready? " ucap pembawa bendera berdiri ditengah tengah.


Dalam hitungan ketiga, bendera merah yang dipegang jatuh kebawah pertanda bahwa permainan telah dimulai.


Dila dengan cepat melajukan motornya,keahlian nya dalam mengendarai sungguh begitu sempurna, dengan kecepatan tinggi ia melewati semua lawannya dengan lancar, tikungan tajam tak dapat menghentikannya.


Vina yang melihat kecepatan Dila tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat istighfar dan berdoa agar sahabatnya itu selalu dilindungi.


para penonton dapat melihat dari monitor, bahwa para pembalap lain telah jauh ketinggalan. sedangkan Dila kini siap untuk memasuki garis finish.


"Dua..... tiga... HOOYYYyyy." ucap pendukung Dila kegirangan saat Dila sampai di garis finish.


"Selamat Dil, lo emang the beast deh." ucap seorang pria yang tidak lain rojak.


"Hehhee, bisa aja bag rojak. " ucap Dila.


"Woy, jangan lupa traktir kita kita cuy." teriak seorang wanita yang tak lain kekasih rojak Tini.

__ADS_1


"Asip mbak tin, gue traktir pesan sepuasnya." ucap Dila.


"Ini ni yang gue suka dari lo." ucap Tini sambil mengedipkan matanya dengan genit kearah Dila.


"Hey hey... apa lu melupakan gue, lo udah buat jantung gue gak karuan tau." ucap Vani cemberut.


"Sicemburu mulai bereaksi." ucap Tini julid.


"Eh dasar mak grondong lu bisa diam gak sih." umpat Vani ke arah Tini.


"Eh dasar, cempreng enak aja lo bilang gue mak grondong, apa mata lu buta apa? gue yang cantik begini lo Katai mak grondong." ucap Tini dengan tangan yang sudah berada di pinggangnya.


"Emang, lo cocok dengan nama itu." ucap Vani menjulurkan lidahnya kearah Tini.


"Eh dasar cempreng sialan, suara lo udah cempreng mulut lo juga mengandung racun tikus." ucap Tini tidak Terima ingin rasanya ia meremas mulut Vani tapi ditahan rojak begitu juga Vani di tahan Dila.


"Woyyyy, kalian ini kalau bertemu selalu saja adu mulut apa gak capek apa mulut tu." ucap rojak dengan suara sedikit meninggi.


Sebenarnya Vani dan Tini bukanlah musuh, hanya saja mereka selalu begitu jika ketemu ada aja yang mereka ributkan tidak pernah akur bagaikan kucing dan tikus.

__ADS_1


__ADS_2