
Waktu berjalan begitu, cepat dan sekarang Arsakha dan Arsyad, kini telah menyelesaikan kuliah mereka dengan jangka waktu satu tahun setelah membuat kesepakatan dengan pihak kampus.
Kini Arsakha dan Arsyad pun telah terjun ke dunia bisnis dengan bimbingan sayang ayah, hanya butuh waktu Satu bulan mereka berdua telah menguasai skill di dunia pembisnis,Sehingga Akmal bisa santai di rumah menemani sang istri.
"Assalamu'alaikum Amy Abi." ucap kedua pria tampan itu yang baru pulang dan tak lupa menyalami tangan Ziya.
"Wa'alaikumussalam, aduh baby boy gedek Amy sudah pulang." Ucap Ziya yang lagi menata meja makan.
Jika kalian bertanya, kenapa tidak ada bibik bibik di rumah Ziya, maka kalian harus baca season dimana di sana dijelaskan bahwa Ziya tidak suka pakaian suaminya di pengang orang lain.
Seperti siang hari ini Ziya memasak semua hidangan untuk suami tercinta dan putra putra kesayangannya itu, Ziya hanya menerima jasa bersih bersih untuk rumahnya tiga hari sekali, karna tidak mungkin Ziya membersihkan rumah besarnya itu sendirian namun dengan catatan tidak mengizinkan membersihkan kamarnya dan kamar kedua putranya.
Bukan karena dia takut barang di kamarnya atau putra putranya dicuri, hanya dia tidak mengizinkan orang lain menyentuh tempat tidur mereka.
"Wah, Amy adek jadi lapar melihat semua masakan Amy." ucap Arsyad langsung duduk dan ingin mencicipinya namun tangannya ditepis oleh Arsakha.
"Aw, kenapa kak?" tanya Arsyad bingung saat tangannya ditepis sang kakak.
"Antum ini, cuci tangan sana dulu! " suruh Arsakha.
"Iya bentar, ambil satu ini aja." ucap Arsyad yang masih mencoba untuk mengambil udang tepung itu dan lagi dicegah Arsakha.
__ADS_1
Ziya memperhatikan kakak adik itu tersenyum bahagia tak lupa dia juga teringat putrinya kembali membuat dia sendu karena tidak ada sosok putrinya itu.
"Iya iya, Adek cuci tangan deh." umpat nya sedikit kesal karena lagi lagi di halangi sang kakak.
"Ada apa kok, ribut ribut baru pulang? " ucap Akmal yang baru keluar dari kamarnya.
"Eh, abi. " ucap kedua pria tampan itu sambil menyalami Akmal.
"Ada apa, tadi Abi dengar ribut ribut? " tanya Akmal.
"Adek,tadi mau ngambil udang tapi belum cuci tangan jadi Arsa tegur." ucap Arsakha.
"Kamu ini sama seperti Amy kamu itu." ucap Akmal yang teringat tingkah istrinya.
"Eh, Amy kenapa kok sedih gitu." ucap Akmal yang melihat wajah sang istri sedih.
"Tidak Abi, Amy hanya teringat Aiyra bagaimana ya keadaannya." ucap Ziya.
"Jika ada Aiyra biasanya dia bakalan rebutan dengan Arsyad udang tepung itu." ucap Ziya tersenyum mengingat Aiyra dan Arsyad yang selalu rebutan udang goreng tepung buatannya.
"Jangan sedih begitu sayang, yakinlah cepat atau lambat Aiyra akan kembali bersama kita berkumpul lagi Aiyra butuh waktu untuk dirinya." ucap Akmal.
__ADS_1
"Bagaimana nanti selesai makan kita hubungi Aiyra." ucap Akmal buat Ziya mengangguk senang.
Selesai makan keluarga kecil itu terlihat bersiap siap mengambil tempat duduk masing masing agar terlihat dilayar laptop Akmal yang akan melakukan panggilan videocall kepada putrinya itu.
Dan dilayar laptop Akmal terlihat sedang menghubungkan, tak berapa lama dapat terlihat sosok seorang wanita cantik begitu anggun di balik layar laptop itu menyapa dengan suara merdu.
"Halo,assalamu'alaikum Amy abi kak Arsakha kak Arsyad, yang cantik imut dan tampan soleh dan soleha, komplit deh pokoknya, apa kabar." ucap Aiyra dibalik layar sana membuat mereka bahagia mendengar suara ceria Aiyra kembali.
"Wa'alaikumussalam adik,ana yang cantik imut dan soleha, komplit deh pokoknya." ucap Arsyad dan Arsakha bersama.
"Wa'alaikumussalam anak ,Amy abi yang cantik imut dan soleha, komplit deh pokoknya." ucap Akmal dan Ziya bersama. kali ini Akmal meniru anak dan ibu itu tanpa disuruh.
"Kita semua baik nak,kamu bagaimana di sana? "tanya Ziya dengan mata berkaca kaca penuh kerinduan.
" Ai, baik Amy, disini Ai banyak belajar tentang agama dan Ai disini juga memiliki sahabat."ucap Aiyra dan memperkenalkan wanita bercadar disampingnya.
"perkenalkan namanya, Khairunnisa." ucap Aiyra dengan senang memperkenalkan sahabatnya dan sekaligus teman satu kamarnya.
Khairun menyapa keluarga Aiyra dengan ramah dengan menggunakan bahasa Arab,Ziya yang sudah bisa berbahasa Arab pun sudah tidak asing.
Kini mereka sekeluarga melepaskan rindu dengan Aiyra setelah puas melepaskan rindu mereka pun mengakhiri panggilan videocall dan kembali ke kamar masing-masing.
__ADS_1