ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
perjodohan


__ADS_3

Vani dan Tini yang, ditegur rojak membuang muka satu sama lain.


"Aih," ucap Dila frustasi dengan tingkah sahabatnya yang tak pernah mau mengalah.


Diakhir pertikaian mulut Vani dan Tini,ponsel Dila berdering, dengan segera Dila mengangkat panggilan masuk yang tak lain dari sang mama.


"Assalamu'alaikum mama," ucap Dila


"Waalaikumsalam, segera cepat pulang jika kamu masih anggap gue ini mama lu." ucap Nila datar dari balik telpon.


Dila yang mendengar penuturan sang mama, begitu terkejut jantungnya berdesir saat mendengar perkataan mamanya.


"Ada apa ini? " batin Dila tidak enak.


"Ada apa dil? " tanya Vani yang dapat melihat ada kekhawatiran dari raut wajahnya.


"Mama suruh pulang." ucap Dila.


"Yaudah ayo pulang, gue nginap di rumah lo ya." ucap Vani.


"Hem, ayo, bang Rojak mbak Tini kita pulang dulu ya assalamu'alaikum. " ucap Dila.


"Iya, hati hati, waalaikumsalam." ucap Rojak dan Tini.

__ADS_1


Dila dengan cepat mengendarai motornya dengan Vani di boncengan nya.


"Dil, pelan pelan." ucap Vani yang sudah berpegangan di besi belakang motor Dila dengan erat.


"Ini udah pelan Vin." ucap Dila.


Dalam waktu lima belas menit mereka sampai di rumah Dila, dengan segera Dila dan Vani masuk kedalam saat Dila dan Vani mengucapkan salam. mereka berdua dapat melihat bahwa kedua orang tua Dila sudah menunggunya di ruang tamu.


"Ma pa. assalamu'alaikum." ucap Dila, gugup.


"Dari mana kamu? " tanya Nila datar.


Dila menatap sang papa, bertanya dengan isyrat ada apa dangan mamanya, Ikhsad hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.


"Di... Dila habis jemput Vani ma." ucap Dila berbohong.


Dengan gerakan bibir Dila memohon kepada Vani, akhirnya Vani hanya pasrah.


"Sekali lagi gue tanya dari mana lu? " ucap Nila.


Vani dan Dila dapat merasakan jika kali ini wanita yang duduk didepan mereka sangat sangat marah.


"Di.... dila habis jem.... " ucap Dila sudah didahului Nila.

__ADS_1


"Apa kamu ingin bilang kalau kamu habis jemput Vani, apa kamu masih ingin berbohong dengan mama, bukannya kamu tau mama sangat benci pembohong." ucap Nila setiap perkataannya penuh kekecewaan.


Dila dan Vani hanya bisa menunduk tak dapat berkata lagi, mereka juga merasa bersalah terhadap wanita didepan mereka.


"Mama sudah putuskan, mama akan menjodohkan mu dengan anak sahabat mama." ucap Nila.


"Ma." ucap Dila terkejut dengan keputusan sang mama.


"kamu bisa menolaknya jika kamu tidak menganggap que ini mama lu," ucap Nila lalu pergi meninggalkan Dila yang terdiam terpaku dengan penuturan sang mama.


"Dila, are you oke? " ucap Vani.


"Apa kamu dengar kan apa kata mama." ucap Dila dengan air mata yang sudah jatuh.


"Iya tenangkan dirimu, ambil keputusan dengan tenang agar kamu tidak akan menyesal kemudian." ucap Vani memeluk sahabatnya itu.


Di dalam kamar Dila terduduk diam dengan air mata masih membasahi pipi nya, ia dapat mendengar jelas perkataan mamanya, jika ia menolak perjodohan itu makan ia tidak dapat bertemu dengan sang mama.


Namun disatu sisi dalam lubuk hatinya, ia masih menyimpan rasa cintanya untuk orang yang sudah mengecewakannya.


Vani yang baru keluar dari kamar mandi, dapat melihat sahabat nya itu dengan sedih, Vani menghampiri Dila dan merangkul tubuh sahabatnya itu.


"Dil, gue yakin mama Nila tidak akan menjodohkan lu dengan laki-laki yang tidak baik, gue tau lo masih menyimpan rasa terhadapnya, tapi yakinlah. jika lo memang berjodoh dengannya lo akan dipertemukan oleh allah dengan cara yang indah." ucap Vani menenangkan Dila.

__ADS_1


"Tapi gue tidak yakin van.. hiks... hiks." ucap Dila dengan semakin sedih.


"Jika lo masih ragu, maka solatlah minta petunjuk darinya. " ucap Vani.


__ADS_2