
"hihii, suami Vina emang begitu umi, suka sekali mencari keributan." ucap Vina terkekeh.
"Dasar lo ya, saat itu lo pasti senangkan." timpal Ziya.
"Hehehe, sedikit orang lagian lo kalau marah tu tidak lihat suasananya,iyakan umi." ucap Vina, umi aisyah yang disangkut pautkan hanya mengangguk.
"Ya elah, mana ada orang marah mencari suasana gembira gitu, iya kan umi? " ucap Ziya tidak mau kalah.
"Iya maksudnya, lihat situasi gitu zi, dan apa lo bilang saat tau di jodohkan." ucap Vina terlihat sedang berpikir.
"Oh, gw ingat dia bilang siapa juga yang mau menjadi istri kamu." ucap Vina dan umi aisyah bersamaan.
"Ahahahhahahha,ternyata umi masih ingat." ucap Vina sambil tertawa.
"Lihat lah sekarang dia sangat mencintai pria itu, iyakan umi." ucap Vina hanya anggukan umi aisyah dan tersenyum.
"Vina, beraninya lo mengejek gw." ucap Ziya malu mengingat masa dia kenal Akmal.
Terlihat Vina menghindar dari Ziya, takut terkena amukan, dan terjadilah kejar kejaran.
"Semoga kalian selalu bahagia anak menantu dan cucu cucuku." batin umi Aisyah.
Saat mereka saling kejar kejaran terdengar, suara bel rumahnya berbunyi,Ziya dan Vina saling menatap satu sama lain.
"Siapa nak?" tanya umi Aisyah yang sedang membawa sayur dan meletakkannya di meja makan.
"Tidak tau umi, biar Ziya lihat dulu umi." ucap Ziya .
"Assalamualaikum," ucap seseorang dari luar rumah.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, cari siapa ya pak? "ucap Ziya sopan dan bertanya.
" MasyaAllah, cantiknya,apa bisalah jadikan istri."batin dua orang pria muda itu.
"Apa benar ini rumahnya pak Akmal rahmat sidiq?" tanya pri paruh baya.
"Benar pak." ucap Ziya.
"Perkenalkan saya salah satu ustadz dari pesantren Al Hikmah Ari, dan ini H. dahlan dan istrinya bunda sarah." ucap pak ari memperkenalkan.
"Assalamu'alaikum, tante." ucap Syakir, membuat Kedua temannya mengerutkan dahi dan menatap Syakir.
"Wa'alaikumussalam, oh saya ingat Antum temannya Arsakha dan Arsyad kan? " ucap Ziya memastikan.
"Iya tante, dan mereka berdua teman saya lion dan rio." ucap Syakir memperkenalkan temannya itu.
"Wa'alaikumussalam," ucap mereka semua.
"Wa'alaikumussalam," ucap Ziya dan mencium telapak tangan suaminya itu,membuat kedua pria itu saling menatap.
"Ini....?" Tanya Akmal, yang melihat orang yang tidak dia kenal ada didepan rumahnya.
"Oh,mereka semua dari pesantren Al hikmah, mas mereka keluarganya Syakir." ucap Ziya memberi tau Akmal.
"Oh begitu, Ayo pak buk silahkan masuk kita berbicara didalam." ucap Akmal sopan.
Didalam umi aisyah menyambut dengan baik keluarga Syakir,
"Sudah lama diluar, pak?" tanya Akmal.
__ADS_1
"Tidak, kita baru sampai pak dan kita baru sedikit berbicara memperkenalkan diri kepada adik bapak." ucap Ari.
"Adik?" ucap Akmal, Ziya yang membawa minuman segera menghidangkan teh dan cemilan.
"Ayo pak buk di minum." ucap Ziya.
"Hem, kita tidak ditawarkan mbak?" ucap Rio menggoda Ziya Akmal yang melihat itu tidak senang.
"Hus, tidak sopan." ucap bunda sarah.
"perkenalkan, Istri saya Ziya ibunya Arsakha Arsyad dan Aiyra." ucap Akmal memperkenalkan istrinya.
"Apa istri, ibunya Arsakha Arsyad dan Aiyra, dan tadi gw goda." batin Rio.
"Gilak ternyata ibunya Arsakha Arsyad dan Aiyra, pantasan aja mereka bertiga tampan dan cantik, ibu sangat cantik."Batin Lion.
"Istri saya kira Adiknya tadi." ucap Ari canggung.
"Ah, bukan pak." ucap Akmal.
"Assalamu'alaikum Amy Arsyad yang cantik dan imut soleha,komplit deh pokoknya, yuhuyyyyyy." ucap Arsyad yang baru kembali dari luar.
"Assalamu'alaikum Amy Arsakha yang cantik dan imut soleha, komplit deh pokoknya." Ucap Arsakha dengan raut kecewa.
Semua orang yang mendengar suara itu hanya terdiam tak percaya, terutama Syakir dan kedua temannya, bagaimana tidak Arsakha dan Arsyad di kenal dengan sikap dinginnya.
"Aduh maaf buk, anak saya emang suka begitu kalau di rumah." ucap Ziya canggung Akmal hanya tersenyum melihat istrinya canggung.
"Astagfirullah,ada tamu maaf semuanya."ucap Akmal malu begitu juga Arsyad.
__ADS_1