ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
menjadi Anak magang


__ADS_3

Karena setiap kali menanyakannya kepada Amy mereka, mereka tak dapat pertanyaan yang mereka dapatkan hanya senyuman canggung dan malu dari wajah Sang Amy.


Akhmar pun menceritakan dari awal pertemuan Ziya dan Akmal kurang baik, lebih tepatnya Ziya yang tak tau malu tidak meminta maaf saat salah, dan kebrutalan Ziya saat sahabatnya yuna yang tak lain bibik mereka yang saat ini di padang dibuat menangis oleh Akmal akibat ulahnya Akhmar, sampai Akmal memilih Ziya sebagai istrinya untuk meredakan para kumpulan gadis dan yang tak disangka Ziya orang yang di jodohkan untuk Akmal.


"Wah, pantesan Amy selalu tidak akur dengan pak etek." ucap Arsyad mengingat ketidak akuran sang Amy dan pak etek.


"Khem, yang itu bukan tentang itu, kalian tidak usah tau kenapa Amy kalian memusuhi pak etek." ucap Akhmar.


Ziya tidak membenci atau memusuhi Akhmar dan jika dia ketemu Akhmar dia akan sangat kesal mengingat Akhmar yang mengerjainya.


Akhmar bangkit dari duduknya dan memperbaiki pakaiannya lalu berkata.


"Sudahlah, pak etek mau pulang menemui istri tercinta." ucap Akhmar dengan nada bangga kepada sang keponakan.


"Assalamu'alaikum." ucapnya lalu pergi meninggalkan kedua keponakan nya itu.


"Walaikumsalam." ucap mereka bersamaan


"Hem, kak menurut mu pak etek apa selalu begitu sikapnya? " tanya Arsyad dengan pandangan masih tertuju ke arah pintu di mana Akhmar baru saja keluar.

__ADS_1


"Sikap seperti apa? " tanya Arsakha tidak mengerti.


"Ya, sikap seperti tadi." ucap Arsyad.


"Oh, mungkin." ucap Arsakha acuh dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Oh iya kak,bagian HRD telah memilih anak magang untuk menjadi sekretaris kamu, dan hari ini dia sudah bisa bekerja,mungkin nanti ia datang." ucap Arsyad.


"Ha, kenapa anak magang?" tanya Arsakha yang tak habis pikir kenapa bagian HRD bisa bisanya memilih anak magang.


"Jangan meremehkan anak magang ini kak, dia bukan seperti anak magang yang lain. " jelas Arsyad.


"Yaudah, Ana balik keruangan dulu, assalamu'alaikum." ucap Arsyad dan pergi meninggalkan ruangan Arsakha.


"Waalaikumsalam." ucap Arsakha.


"Uhhhhh, akhirnya sampai juga." Ucap Dila yang baru tiba di perusahaan terbesar di jakarta yaitu PT. future dan terlihat Dila kembali mengingat dirinya yang hampir melupakan statusnya sebagai seorang magang hari ini.


Flashback.....

__ADS_1


"Kamu ini selalu saja seperti itu." tegur Vani pada sahabatnya itu yang selalu ikut dalam pertandingan duel.


"Astagfirullah, aku hampir lupa kalau sore ini aku harus interview." ucap Dila yang baru mengingat jika hari ini dia akan memulai bekerja sebagai magang di salah satu perusahaan terbesar di jakarta.


"Yaudah, lo mau nunggu apa lagi? pergi sana! " ucap Vani yang tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


Sesampainya di rumah, Dila dengan cepat masuk ke rumah dengan cara mengendap endap dan untungnya, sang mama tidak berada di rumah sehingga memudahkannya dari omelan sang mama.


Dan disini lah Dila sekarang berdiri di gedung, yang menjulang tinggi, dan wajah memar ditutupi make up,meski pun begitu bekas memar di wajahnya masih terlihat.


"Bismillah.semangat Dila." ucap Dila menyemangati dirinya.


Dila pun berjalan kearah resepsionis untuk mengonfirmasikan kedatangannya.


"Halo, permisi ruangan Cek dimana ya?" tanya Dila to the point.


"Maaf, kalau boleh tau ada keperluan apa ya? " tanya resepsionis dengan raut wajah kurang bersahabat.


"Saya anak magang yang dipilih menjadi sekretaris pak SidiQ." ucap Dila sedikit tidak senang dengan wanita didepannya.

__ADS_1


__ADS_2