ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
Takdir oh takdir....


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu, setelah Dila. menerima perjodohan dari sang mama.


Meski ia masih memiliki perasaan terhadap Arsakha yang sebagai bosnya itu, ia harus membuang perasaannya, melupakan cinta pertamanya dan menerima apa yang telah di putuskan takdir itulah yang ia rasakan saat ini.


Dila hanya pasrah, saat ini ia tidak lagi berharap dan mengharapkan sesuatu yang bukan miliknya.


"Cinta atau tidak sekarang tidak lah penting lagi, saat ini aku hanya akan setia kepada dia yang setia menemaniku, dan apa yang bukan takdirku tidak akan aku miliki dan jika itu takdirku maka akan aku miliki." lirih Dila sambil menatap tetesan air dari langit berawan.


Sore hari ini seakan merasakan isi hati Dila yang bergemuruh hati yang terluka namun tidak bisa untuk menyalahkan si dia, dia hanya bisa menyalahkan perasaan yang salah untuk ia tujukan.


Byurrrrrrrrr........


Cipratan air dari mobil yang lewat membasahi tubuh Dila,sehingga apa yang ia kenakan basah semua, dengan cepat Dila meneriaki mobil yang menginjak genangan air sehingga mengenai Dila.


"Woyyyyyy, lu gak ada akal ya, dasar mobil sialan." teriak Dila.


"Sabar Dila, sabar orang sabar di sayang Allah." ucap Dila mengelus dadanya.


Ya hari ini Dila tidak menggunakan mobilnya sehingga ia harus menunggu di halte bus, untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


"Sial... sial kenapa harus hari ini sih mobil gue bermasalah." umpat Dila.


Namun saat Dila lagi mengumpat seorang pria menghampirinya yang tak lain Arsakha.


"Apa yang kamu lakukan disini? hujan hujanan lagi? " ucap Arsakha saat melihat basah kuyup.


"Ha, hujan hujanan? maaf ya pak, bapak yang membuat saya basah kuyup begini." ucap Dila kesal.


"Bagaimana bisa saya? " tanya Arsakha bingung.


"Saya kasi tau ya pak, saat saya lagi melamun nih, bapak lewat dan menginjak ngenagan air dan byuarrrr begitu jadi membuat saya basah begini pak bukan hujan hujanan pak." ucap Dila menceritakan kejadian ia kena cipratan.


"Oh, ngapain kamu melamun? " ucap Arsakha.


" Kamu bilang apa? " Padahal Arsakha sudah mendengar apa yang di ucapkan Dila namun masih aja ia mau mendengar kembali perkataan Dila.


"Gak ada pak Ayam lewat tadi."kesalnya.


"Mana ada ayam lewat hujan begini dan lagi ini jalan raya Dila." ucap Arsakha.

__ADS_1


Ya beginilah Arsakha sifat jahilnya selalu saja muncul.


"Ya Allah sabar."Batin Dila.


" Mau saya antar?"tanya Arsakha.


"Kenapa gak malam aja pak? " ucap Dila.


"Apa kamu gak kedinginan? " ucap Arsakha, Dila yang mendengar ucapan Arsakha memutar bola matanya malas.


"Yaudah, kasih tau alamat kamu biar pak darmin sekalian antar! "titah Arsakha.


Didalam mobil Arsakha maupun Dila tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka hanya saling diam sampai tiba di rumah Dila.


Dila turun dari mobil setelah mengucapkan terimakasih, dan pergi meninggalkan mobil Arsakha.


" Anggap pertemuan ini terakhirku melihat mu."batin Dila menitikkan air matanya.


Pagi tadi Dila telah mengirimkan surat pengunduran dirinya, dan ia berpikir jika hari ini hari terakhir ia melihat Arsakha.

__ADS_1


Namun ia tidak tau jika pria itu yang akan menemaninya seumur hidupnya.


"Takdir oh takdir sungguh engkau mempermainkan ku, engkau mempertemukan ku dengannya dan engkau juga memisahkan ku dengan nya." lirih Dila menghempaskan nafasnya.


__ADS_2