
Seperti saran dari Vani di sepertiga malam, Dila bangun dari tidurnya dan mulai membasahi wajahnya dengan air wudhu,setelah itu memakai mukenanya dan memulai sholatnya.
Dengan khusuk Dila melakukan sholat dan berdoa memohon petunjuk kepada Allah dengan meneteskan air matanya.
Dan tak lupa Dila melanjutkan membaca Al-Qur'an nya, hingga menjelang azan subuh berkumandang Dila kembali lagi melaksanakan solat subuh kali ini ia solat bersama sahabatnya.
Dan mereka berdua tidak lupa melanjutkan membaca Al-Qur'an setelah solat hingga pagi menjelang.
Pagi ini Dila telah bersiap, begitu juga Vani kali ini Dila tidak kekantor karena ia harus masuk kuliah hari ini, Dila dengan dengan perasaan yang masih ragu melangkahkan kakinya ke dapur dimana serapan pagi ini telah dihidangkan di meja makan.
Seperti biasa Dila menyapa papa dan mamanya, namun ia mendapatkan jawaban yang tidak seceria biasanya,Dila menenangkan hatinya dengan berani ia mengutarakan isi hatinya.
"Ma pa. " ucap Dila sambil menunduk, hanya mendapatkan sebuah deheman dari kedua orang tuanya.
"Dila terima perjodohannya." ucap Dila menatap kedua orang tuanya yang menyuapkan melut mereka nasi goreng.
"Iya." ucap Nila cuek dan masih melanjutkan menyuapi mulutnya, sedangkan Ikhsad menatap putrinya begitu dalam.
"Ha, apa katamu." tanya Nila setelah sadar dan ingin mendengar ucapan putrinya kembali, untuk memastikan ia tidak salah dengar.
"Dila terima perjodohannya." ucap Dila jengah dengan kelakuan mamanya yang terkadang telmi.
"hahaha, begitu dong sayang, ini baru namanya anak mama." ucap Nila bahagia dan memeluk putrinya itu.
__ADS_1
"Ha, jadi selama ini gue gak anaknya apa? " batin Dila kesal.
"Jadi ma, Selama ini Dila bukan anak mama ya? " tanya Vani polos.
Nila yang mendengar ucapan Vani, hanya cengir kuda dan kembali duduk ketempatnya melanjutkan serapannya, sedangkan Dila sudah memutar bola matanya malas dengan ulah mamanya yang kadang sedikit geser begitulah pikirnya.
"Kamu yakin nak, menerima perjodohan ini? " tanya Ikhsad memastikan jika anaknya benar sudah yakin dengan keputusannya.
"Dila yakin pa." ucap Dila dengan yakin.
"Baiklah jika kamu sudah yakin, papa hanya bisa berdoa semoga kelak rumah tangga kamu selalu bahagia." ucap Ikhsad.
"Amin, terimakasih pa." ucap Dila dan memeluk papanya itu, mencurahkan isi hatinya.
"Yakin lah, mama mu melakukan ini pasti yang terbaik." ucap Ikhsad memeluk putrinya dengan kasih sayang seorang Ayah.
"Aduh papa ini, sama seperti dedy saja." umpat Vani.
"Oh, jadi dedy kamu sudah menginginkan menantu rupanya? kalau begitu biar mama carikan nanti." ucap Nila.
"Ah, tidak.... tidak... tidak ma, Vani belum mau menikah ma hehee." ucap Vani cepat.
"Kamu ini." ucap Nila geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Aihs, sudah ngapain bahas pernikahan sih, dan lo gak ingat apa kita mau ke kampus? kalau bahas pernikahan dengan mama gue gak akan ada habisnya." umpat Dila jengah dengan mamanya itu.
"Dasar anak gak ada akhlak lu ya." ucap Nila memarahi putrinya yang sudah lari meninggalkan mamanya itu yang masih marah.
Namun kembali lagi menyalami Ikhsad dan Nila dan mengucapkan salam lalu pergi.
"Aish, dasar anak itu." umpat Nila.
"Kamu inilah ma, selalu aja ngomelin anak kamu." ucap Ikhsad geleng geleng kepala.
"Hehehee, mama senang lihat putri kita kesal begitu." ucap Nila, bagi Nila kekesalan anaknya itu menjadi hal yang bahagia baginya, ia bisa melihat karakter anaknya, ia juga bisa melihat raut wajah anaknya saat ia kesal ia sedih, supaya ia dapat menebak setiap hal yang anaknya rasakan.
..................................................................................
****بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H/ Tahun 2023
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ.
__ADS_1
Mohon maaf lahir & bathin atas segala kekhilafan dan kesalahan, Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat Islam semoga kita dapat bertemu kembali di bulan Ramadhan yang akan datang. Aamiin, yaa Rabbal 'Aalamiin...
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ***