ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
perasaan aneh.


__ADS_3

Sesampai di rumah,Arsyad menceritakan hal yang dilakukan kakaknya itu, membuat kedua wanita itu terbahak bahak.


"Aduh sayang, kamu kok mau mau aja ikuti ide adik kamu." ucap Ziya yang masih tertawa, sedangkan orang yang ditertawakan terlihat murung.


"Hahahha, jadi ingat waktu gadis dulu." ucap Vina di anggukan Ziya mengingat kenangan mereka. sebelum menikah.


Kini Ziya dan Vina membicarakan masa lalu mereka setelah Arsakha dan Arsyad masuk ke kamar mereka masing masing.


Dila yang baru sampai di rumah, merebahkan dirinya di sofa,Nila yang melihat anaknya itu langsung menegurnya.


"Wah wah wah, enak ya rebahan? " sindir Nila.


"Hem, sangat enak." ucap Dila dengan mata terpejam.


"Enak kepalamu,habis dari olahraga bukan langsung mandi, malah rebahan disini, lihat bau kamu menempel tu di sofa." ucap Nila sambil menjewer telinga Dila.


"au.. auauu,sakit ma," rintik Dila mengusap telinganya yang habis dijewer itu.


"Lagian juga Dila rebahan bentar, baunya tidak akan lengket." ucap Dila memanyunkan bibirnya.


"Yasudah, pergi sana mandi! " uir Nila kepada putrinya itu dengan memukuli bokongnya dengan kemoceng.

__ADS_1


"Auu, sakit ma, sebenarnya mama ku bukan sih?" umpat Dila kesal.


"Eh, dasar anak durhaka, beraninya kamu meragukan mama, entar kualat kamu." ucap Nila berkacak pinggang, meneriaki Dila yang sudah masuk ke kamar.


"Dasar anak itu." kesal Nila.


di sore hari di kediaman Akmal, mereka terlihat telah bersiap siap mengantarkan Kiyai dan umi Aisyah pulang ke kampung, meski mereka ingin kedua orang tua itu lebih lama tinggal namun mereka tidak dapat menahan orang tua itu, karena mereka sangat menyayangi pesantren Ar-rahman.


Meski ada fahmi dan yuna yang dapat mengurus pesantren, namun tetap saja kiyai tidak bisah meninggalkan pesantren yang ia sayangi itu.


Kini kedua keluarga itu telah berada di bandara mengantar kepergian kiyai dan umi Aisyah,


"Nenek." ucap mereka berdua malu.


"Dan kalian berdua anak umi yang tampan ini, jaga baik baik rumah tangga kalian sampai maut memisahkan, jadilah suami dan ayah yang baik." ucap Umi Aisyah.


"Iya umi, kita akan selalu ingat nasehat umi." ucap Akmal sedangkan Akhmar mengangguk sambil memeluk umi Aisyah dengan manja.


"Adek, kamu masih saja seperti anak kecil, tidak malu sama istri dan anak mu itu ha." ucap umi Aisyah menggosok gosok pundak anaknya itu.


"Umi, di sana jaga diri baik baik ya." ucap Akhmar di angguki umi Aisyah.

__ADS_1


"putri putri umi yang cantik ini, jadi lah istri dan ibu yang baik untuk anak anak kalian," ucap umi Aisyah.


"Siap umi kita, kita akan berusaha mungkin menjadi istri dan ibu yang baik." ucap Ziya dan Vina memeluk mertuanya itu.


"Arsakha,Arsyad,khairul, kalian telah tumbuh begitu cepat." ucap Kiyai.


"Jaga ibu dan ayah kalian ya." ucap Kiyai.


"Siap kek." ucap mereka bertiga.


"Dan kalian berdua tidak mau peluk abi juga? " tanya kiyai pada kedua putranya itu, Akmal dan Akhmar langsung memeluk kiyai.


"Putra kecil Abi sudah besar dan sedah menjadi ayah." ucap Kiyai bangga.


Mereka semua yang mendapatkan perasaan aneh,dengan tingkah aneh dari kedua orang tua itu namun mereka berpikir positif.


"Putri putri abi yang cantik, jaga rumah tangga kalian dengan baik." ucap Kiyai.


"Iya abi." ucap Vina dan Ziya.


Kini kedua orang tua itu telah pergi meninggalkan anak menantu dan cucunya itu,kedua keluarga itu hanya menyaksikan pesawat yang di tumpangi kedua orang tua itu lepas landas.

__ADS_1


__ADS_2