ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
kerinduan...


__ADS_3

Dengan wajah masam, resepsionis itu mempersilahkan Dila untuk naik ke lantai 15 dimana ruangan ceo berada.


Dila menuju ruangan Ceo dengan menggunakan lif khusus karyawan, namun disaat Dila memasuki lif Arsakha keluar dari lif khusus Ceo.


Sesampainya dilantai 15 Dila berjalan menuju sebuah ruangan yang bertuliskan Ceo, Dila mengetuk pintu ruangan itu, namun tidak ada jawaban dari dalam membuat Dila mondar mandir didepan ruangan sampai seorang pria menyapanya ia tak lain Arsyad.


"Dila." ucap Arsyad membuat Dila menoleh ke sumber suara.


"Assalamu'alaikum, kamu kenapa mondar mandir didepan ruangan kenapa tidak masuk? " tanya Arsyad.


"Waalaikumsalam,aku dari tadi mengetok pintu ini tapi gak ada sahutan." ucap Dila yang terlihat agak kesal.


Namun sebelum Arsyad membalas ucapan Dila, ponselnya berdering tanda panggilan masuk.


"Sebentar." ucap Arsyad kepada Dila, Dila hanya mengangguk.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum." ucap Arsyad dan terjadilah percakapan singkat,panggilan pun berakhir.


"Hem, sepertinya kamu tidak bisa bertemu pak sidiq hari ini, tapi kamu tidak usah khawatir besok kamu sudah bisa mulai bekerja sesuai jadwal kamu harus sudah berada di kantor pukul 7 tepat dan jangan telat! pak sidiq tidak suka keterlambatan." ucap Arsyad menjelaskan kepada Dila.


"Hem baiklah, btw kamu kerja disini? di bagian apa? " tanya Dila.


"Oh iya, Saya di bagian keuangan." ucap Arsyad.


"oh, sepertinya jabatan kamu cukup tinggi." ucap Dila sambil berjalan menuju lif begitu juga dengan Arsyad.


"Apa tidak apa? " tanya Dila sedikit canggung.


"Tidak apa, kamu sekretaris pak sidiq jadi kamu akan menggunakan lif ini nantinya." ucap Arsyad.


"Baiklah." ucap Dila dan akhirnya mengikuti Arsyad, turun dengan menggunakan lif khusus setelah sampai di lobby mereka berpisah, Arsyad yang akan menuju parkiran yang berada di basement.

__ADS_1


Di sebuah restoran, terlihat tiga wanita cantik dengan balutan gamis serta cadar yang menutupi wajah mereka, meski mereka menggunakan cadar namun aura kecantikan mereka masih terpancar sehingga banyak lirikan mata melihat kearah mereka, mereka tak lain Nila, Vina dan Ziya ketiga wanita muda yang memiliki anak itu terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka, yang sudah sangat jarang terjadi selama mereka menikah.


"Nyammmm.... nyammm, sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini." ucap Nila dengan mulut yang penuh dengan makanan.


plakkkkkkk.....


"Auw,bisa gak lo gak nepuk kepala gue vin." ucap Nila kesal dengan masih mengunyah makanannya.


"Habisnya loe itu, kalau mau ngomong itu habiskan dulu tu makanan di mulut mu itu! " ucap Vani menegur sahabatnya itu yang masih tidak berubah sedikitpun.


"Hem, benar kita udah lama gak ngumpul seperti ini, gue jadi kangen sama lila dan yuna." ucap Ziya tersirat kerinduan dimatanya.


"Ya, kita sudah tidak bisa sebebas dulu apa apa selalu bersama, sekarang kita sudah menikah memiliki kehidupan dan tanggung jawab masing-masing." ucap Vani.


"Yah, semoga mereka sehat sehat di sana." ucap Nila.

__ADS_1


Meskipun Yuna dan Lila tidak tinggal di kota yang sama dengan mereka, kedua sahabatnya itu selalu memberi kabar pada mereka, meski tidak sesering mungkin namun namanya komunikasi mereka tetap terjaga.


__ADS_2