
Semuanya merasa lega, setelah mendengar penuturan sang dokter.
"Aihs, sungguh kasihan wanita itu, dipaksa nikah hingga stres." ucap sang dokter diluar ruangan.
"Assalamu'alaikum, eh acaranya udah selesai? ucap Vani yang baru sampai.
"Waalaikum salam kamu? " tanya Vina saat melihat Vani celingukan.
" Tante saya Vani sahabatnya Dila." ucap Vani
"Ah, Dila tadi sempat pingsan sekarang lagi istirahat, pergi lah lihat dia ada dikamar yang lainnya juga! " ucap Vina lembut dan di anggukan Vani.
"Terimakasih tante, saya permisi dulu." ucap Vani dan berlalu pergi.
Dengan tergesa-gesa Vani menaiki tangga yang menghubungkan kamar Dila,yang sekarang menjadi kamar pengantin mereka.
"Assalamu'alaikum! " ucap Vani diluar pintu yang memang pintu kamar sahabatnya itu tidak di tutup.
Vani dapat melihat Dila yang telah siuman bersandar di kepala ranjang,dengan Arsakha di samping Dila, dan di sana juga ada orang tua Dila dan Arsakha.
Dan dua wajah asing yang belum pernah ia temui, Vani terlihat bingung dengan apa yang ia lihat, Arsakha yang menggenggam tangan Dila yang tak sadarkan diri itu.
"Wa'alaikumussalam, " ucap mereka.
"Masuk nak?" ucap Nila.
"Maaf, ma Vani baru datang." ucap Vani meminta maaf.
__ADS_1
"Iya gak apa,mama tau kamu juga baru mendaratkan? " ucap Nila.
"Iya ma, Vani baru selesai dari "Defile de mode" (pertunjukan mode para desainer) "Ucap Vani.
" Kamu ini, ingat juga kesehatan! " ucap Vani mengingatkan.
"Iya, Dila dia..."ucap Vani gugup.
" Oh,mereka sahabat mama dan yang sebelah sana sahabat mama sekaligus besan mama, dan pria itu suami Dila."ucap Nila.
"Ha.... suami? Arsakha? " ucap Vani kaget.
"Iya, kenapa nak? " tanya Nila,
"Tidak apa ma." ucap Vani.
"Dila baik-baik aja, cuma sedikit stres,kata dokter hanya perlu istirahat aja" ucap Nila.
"Oh, syukurlah ma tidak ada yang serius." ucap Vani, di anggukan Nila.
Dila yang sudah sadarkan diri membuat semua orang merasa lega, dan mereka memilih meninggalkan Dila dan arsakha berada dikamar itu, untuk mereka saling berbicara.
Ruangan yang seharusnya berisikan para tamu undangan, kini malah terlihat sepi tak ada para tamu.
"Aihs,kenapa gak sesuai rencana aku sih." keluh Nila.
"Derita mu sih." ejek Vina.
__ADS_1
"Hibur gitu kek ini malah ngejek aku, resek mu." keluh Nila.
"Udah, yang penting akhir nya anak mu nikah sama orang yang ia cintai." ucap Lila.
"Iya sih, tapi kasihan putri ku sampai pingsan begitu." ucap Nila terlihat raut wajahnya sendu memikirkan putrinya itu menangis sampai pingsan.
Nila tidak pernah melihat putrinya itu menangis seperti barusan yang ia lihat.
"Eh, oh ya Lil kamu gak mau memperkenalkan kita? dengan gadis cantik ini? " tanya Vina mengalihkan perhatian Nila.
"Oh,ini putri ku tahun ini baru mulai melanjutkan perguruan tinggi." ucap Lila memperkenalkan putrinya.
"Siapa namamu manis? " tanya Nila.
"Ruyina tante." ucap Ruyi memperkenalkan dirinya.
"Ini pasti otak dracin mama kamu, sampai nama kamu diambil dari sana." ejek Vani.
"Eh, hihihh." ucap Lila terkekeh merasa sedikit malu.
"Kamu ini Vin." ucap Ziya, geleng-geleng kepala mendengar penuturan Vina yang terlalu jujur.
"Halo sayang, aku tante kamu saudara tiri Lila." ucap Nila.
"Cih saudara tiri bangga." ejek Vani, membuat Nila kesal.
"Biarin," ucap Nila.
__ADS_1
"Kamu ini ya Vin," ucap Yuli yang tak habis pikir dengan sahabatnya satu itu tidak ada kata tidak membully temannya.