
Setelah kepergian Arshaka meninggalkan kamar Dila yang telah menjadi kamar pengantin mereka,Dila pun menuruti perintah suaminya itu untuk istirahat.
Sedangkan Arshaka pergi menemui orang tua dan mertuanya dan juga kerabat maupun sahabat mertua dan Amynya.
Cukup lama Arshaka bercengkrama bersama keluarga nya,setelah menyapa para orang tua Arshaka kembali ke kamar pengantin dimana Dila berada.
Didalam kamar Arshaka melihat sang istri telah terlelap yang kini tidak menggunakan hijabnya,Arshaka terpesona dengan kecantikan Dila begitu Arshaka sadar dari kekaguman akan kecantikan istrinya itu,perlahan Arshaka berjalan kearah Dila,Arshaka duduk dipinggiran kasur dengan lembut dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Dila.
Perlahan Arshaka membelai wajah Dila dan mencium kening Dila begitu dalam,seakan Arshaka melepaskan semua hasratnya yang telah lama ia pendam selama ini,hasrat yang ingin menyentuh,menatap,dan memeluk sang kekasih.
Namun dia harus menahan seluruh hasrat untuk memiliki sang kekasih hingga dimana saatnya ia akan menatapi wajah,memeluk bahkan lebih dengan halal,seperti saat ini,bahwa sang kekasih telah menjadi istrinya sah di mata hukum maupun agamanya.
''Kamu sangat cantik,wajah ini yang selalu ingin aku lihat,namun aku tidak melakukannya.''
''Tapi saat ini aku tidak takut lagi melihat wajah mengemaskan mu,karena kamu telah menjadi memiliki seutuhnya.'' ucap Arshaka sambil tersenyum membelai wajah lelap istrinya.
Setelah puas menatap wajah sang istri,Arshaka pergi kek
kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai Arshaka pun menyusul ke alam mimpi sambil memeluk tubuh sang istri dan tidak lupa ia memberikan kecupan singkat di bibir merah jambu Dila.
''Allahu AKBAR......Allahu AKBARA..''
''ASYHADU ALLA ILLALLAH.''
__ADS_1
''ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.''
''HAYYA ALAS SHOLA!''
''HAYYA ALAL FALAH.''
''ASHSALATU KHAIHRUM MINAN NAUM
''ALLAHU AKBAR.''
''LAILAHA ILALLAH.''
Begitu suara azan subuh berkumandang Arshaka terbangun begitu juga Dila terbangun kerena merasakan pergerakan dari atas kasurnya.
''Ada apa sayang?'' ucap Arshaka merasa kebingungan melihat ekspresi Dila seperti habis melihat hantu.
''AH,tidak aku hanya kaget saja,karena belum biasa ada orang dikamar aku.''
''Hem,biasanya aku tidur sendiri.'' ucap Dila dengan merasa bersalah.
Bagaiman tidak masa iya melihat suami sendiri beristigfar,emangnya Arshaka dedemit apa hihihi...
''OH,kamu harus biasa dengan kehadiran mas,dikamar kamu hem.'' ucap Arshaka mencolek hidup Dila tersenyum gemas.
__ADS_1
''AAAAAAAAAA,tenang Dila!tolong siapa pun,sepertinya aku butuh oksigen.''batin Dila.
''I...IYA.''ucap Dila gugup.
''Lebih baik kita bersiap melaksanakan,solat subuh bersama.''ucap Arshaka lembut.
Dengan sigap Dila membersihkan dirinya,dengan cepat Dila membersihkan diri agar Arshaka juga membersihkan dirinya,begitu keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan pakainya,Dila dapat melihat jika mukenanya dan untuk solat mereka telah dipersiapkan suaminya.
''Ini mas.'' ucap Dila memberikan handuk bersih kepada Ashaka.
''Terimakasih sayang,''ucap Arsahaka tersenyum lembut.
''Aaaaaaaa,jika sikapnya seperti itu aku bisa tambah cinta,jangankan seperti itu dengan dia bersikap cuek aja aku sangat mencintainya.''batin Dila menatap punggung suaminya yang telah memasuki kamar mandi.
Setelah selesai bersih bersih kini pengantin baru itu,melaksanakan kewajiban mereka,Arshaka kini menjadi imam untuk istrinya dan kelak akan seperti itu terus,mungkin akan menjadi imam untuk anak nya juga kelak.
Setelah selesai solat tidak lupa mereka mengaji bersama,Arshaka sangat puas dengan istrinya itu,meskipun ia terlihat bar bar namun istrinya sangat pandai mengaji,selesai mengaji tidak lupa Dila mencium telapak tangan suaminya.
''hem,mas mau aku buatkan kopi apa teh?''tanya Dila.
''kopi,sayang.''ucap Arshaka yang baru selesai melipat kain sholatnya.
''Baiklah,aku kebawah dulu buat kopi kamu mas.'' ucap Dila dibalas senyuman lembut Arshaka.
__ADS_1