ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
suami pelit?


__ADS_3

Dan dengan bantuan pria itu, hari itu juga Gibran kembali ke Indonesia ditemani pria itu, namun kembalinya Gibran bukan untuk kembali kekeluargaan nya melainkan untuk memulai hidupnya tinggal bersama keluarga barunya.


Sedangkan dikediaman Sidiq, terlihat ketiga pria beda usia itu menikmati, udara sejuk pagi ini.


sesekali meregangkan otot ototnya.


"Ingin berlomba lari? " tanya Akmal kepada putra putranya itu.


"Ayok, kali ini Arsyad pasti menang." ucap Arsyad penuh semangat.


"Terakhir kali antum berkata begitu, hasilnya yang menang abi." ucap Arsakha meledek.


"Hem, kali ini pasti menang, kita lihat saja nanti." ucap Arsyad dengan percaya diri.


"Baiklah, kita akan buktikan, kita mulai dari sini sampai taman kota." ucap Akmal

__ADS_1


Ketiga para pria itu terlihat bersiap siap di tempat mereka masing masing, dan Ziya sebagai wasitnya. Ziya menghitung satu sampai tiga dengan lambat, setelah hitungan ke tiga mereka mulai berlari dengan cepat dengan di pimpin Arsakha di baris dua Arsyad dan Akmal ketiga.


Mereka terus berlari menuju taman dengan keringat sudah bercucuran posisi mereka selalu berpindah pindah, yang terkadang Arsyad memimpin, Akmal di posisi kedua Arsakha ketiga, dan kadang Akmal memimpin Arsyad posisi kedua Arsakha ketiga.


Posisi mereka terus berganti ganti,jangan tanya Ziya dimana.Ziya saat hanya duduk menikmati jus alpokat nya menikmati udara segar diteman rumahnya dan jangan lupakan cemilan ringan yang sudah penuh dimejanya lebih tepatnya tinggal bungkusnya.


Pertandingan mereka berakhir dengan dimenangkan Arsakha yang hampir dimenangkan Arsyad. Arsyad frustasi dia kalah lagi terakhir kali di kalahkan Abinya dan sekarang di kalahkan Arsakha.


Akmal dan Arsakha yang melihat wajah cemberutnya, Arsyad mereka berdua tersenyum tipis melihat wajah frustasi Arsyad.


"Sudah mungkin lain kali adek pasti menang." Akmal merangkul putranya itu, menghiburnya Agar tidak cemberut.


"Oh iya, apa nanti kalian berdua akan kebandara? " Akmal menanyai kedua putranya sambil berjalan kembali ke rumah mereka.


"Iya Abi, Amy meminta kita menjemput seseorang." ucap Arsakha

__ADS_1


"Siapa yang kita jemput Abi, kenapa kita tidak pernah tau dikeluarga kita ada namanya Gibran." ucap Arsyad penasaran yang memang tidak ada dikeluarga mereka yang bernama Gibran.


Akmalpun menceritakan siapa pria itu,setelah menceritakan semuanya kedua putranya hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya.


Ketiga mereka sampai ditaman rumah, mereka terperangah melihat satu wanita cantik dengan santainya memakan cemilannya,dan sampahnya berserakan membuat mereka saling pandang.


"Akhemmm." Akmal berdehem sedikit keras untuk menyadarkan wanita itu yang tak lain Ziya istri tercintanya, namun hasilnya malah di acuhkan.


"Apakah enak? " tanya Akmal mendekatkan suaranya di telinga Ziya dan dengan replek Ziya menjawabnya.


"Sangat enak, ini sangat enak jarang jarang bisa makan banyak cemilan." ucap Ziya yang masih belum sadar sedangkan kedua putranya itu menahan diri agar tidak tertawa.


"Aih,suami gue yang kaku itu sungguh sangat pelit jika tidak gue tidak akan makan cemilan diam diam begini." keluh Ziya membuat nafas beratnya.


"Oh jadi Abi selama ini pelit ya? " tanya Akmal kembali yang sudah duduk di bangku depan Ziya.

__ADS_1


Dan betapa terkejutnya Ziya saat melihat suaminya yang sudah ada didepannya dengan wajah mengintimidasi siap untuk megintrogasi dirinya.


"A.... bi, kapan sampainya, a... apa tidak lanjut lari lagi hehehe." ucap Ziya


__ADS_2