ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
kasih sayang kakak


__ADS_3

Seperti keinginan Aiyra yang ingin yang ingin ke kairo besok pagi,Akmal segera memesan tiket untuk sang putri,mereka sudah meminta Aiyra untuk pergi seminggu lagi, namun Aiyra memohon untuk pergi besok.


Dengan hati terpaksa Akhmal menyetujuinya, sedangkan ketiga wanita beda usia itu membantu Aiyra membereskan pakaian yang akan dibawa Aiyra dan tak lupa ketiga wanita itu memberi nasehat untuk Aiyra, setelah selesai ketiga wanita itu meninggalkan Aiyra bersama kedua kakak laki lakinya yang menghampiri mereka.


"Amy tinggal ya sayang," ucap Aiyra mencium pucuk kepala putrinya itu.


"Iya Amy." ucap Aiyra.


Kini tinggallah ketiga saudara itu, mereka saling diam tidak ada yang mau bicara.


"Kak, Aiyra..." Ucap mereka bersamaan,dan suasana kembali diam.


"Aku... kamu..." ucap mereka kembali bersamaan.Aiyra terlihat menggingit Bibirnya pelan sedangkan Arsakha diam saja dan Arsyad menggaruk kepalanya tidak gatal.


"Itu... itu..." ucap mereka kembali berkata bersamaan,


"Astagfirullah, kak bisa gak ngomongnya satu satu masa dari tadi ngomongnya bersamaan terus." ucap Arsyad.


"La Ana tadi yang ingin berbicara deluan Atum main nyosor aja." ucap Arsakha santai.

__ADS_1


"Ais,seharusnya kak Arsakha dan kak Arsyad dengar aku dulu donk mau bilang apa." ucap Aiyra.


"Lah seharusnya kamu dengar kak dulu." ucap Arsyad.


"Mana boleh begitu kan Ana yang tertua disini." ucap Arsakha, yang tidak Terima.


"Apa masalahnya dengan tertua kak, kan kita lahir cuma beda jam aja." ucap Aiyra.


"Benar, kenapa kak Arsakha begitu bangga lahir deluan? " ucap Arsyad.


"Tau tu kak Arsa,lahir deluan aja bangga." ucap Aiyra dan saling tos bersama Arsyad.


Setelah merasa lelah mereka merebahkan diri diatas kasur,sambil memandangi langit langit kamar Aiyra.


"Besok kita tidak bisa seperti ini lagikan? " tanya Arsyad.


"Hem,maafkan kita dek kita tidak bisa menjagamu kita gagal melindungimu sebagai kakak." ucap Arsakha,terlihat Aiyra menitikkan air matanya dengan cepat ia menghapus.


"Tidak kakak Arsakha dan kak Arsyad adalah kakak yang terbaik didunia ini,kak arsa dan kak syad tidak gagal mungkin Aiyra nya aja yang lagi diuji oleh allah, namun Aiyra belum sanggup menerima ujian ini sehingga membuat Aiyra memilih untuk bersembunyi." ucap Aiyra yang sudah duduk sambil menatap kedua kakaknya itu kini mereka berpelukan saling menguatkan satu sama lain.

__ADS_1


"Kak, Aiyra pasti bakalan sering kok memberi kabar,Aiyra disana cuman dua tahun kok." ucap Aiyra hanya di angguki Arsakha dan membelai rambut adik perempuannya itu.


"Ayo sini,ikut kakak! " ucap Arsakha membawa Aiyra duduk di meja rias.


"Ada apa kak? " tanya Aiyra, ketika sampai di meja rias.


"Lihat wajah kamu dan lihat lah penampilan kamu." ucap Arsakha.


"Sangat berantakan." ucap Arsyad.


Arsakha terlihat mengeluarkan benda kecil dari saku celananya itu tak lain sebuah sisir warna merah berhiaskan bunga di ujungnya, perlahan Arsakha menyisiri rambut Aiyra yang panjang.


"Ingat kamu harus menjaga dirimu, terutama rambut mu jangan biarkan dia berantakan karena ia seperti dirimu, ia adalah keindahan jangan biarkan siapapun yang merusak keindahannya, jika ia kusut maka segera kamu rapikan terasa sakit memang saat merapikan nya namun setelah itu kamu akan melihat pesonanya." ucap Arakha dan memberikan sisir itu ke aiyra, Aiyra.mengangguk mengerti dengan makna ucapan kakaknya itu.


Setelah selesai Arsakha menyisir rambut Aiyra kini Arsyad menambahkan pita di rambut Aiyra begitu indah.


"Jadi lah kupu kupu seperti pita mu ini,ia terlihat indah bukan?" ucap Arsyad sambil tersenyum ke cermin melihat pantulan adiknya itu yang begitu cantik.


"MasyaAllah, cantiknya saudari Kak ini." ucap Arsakha dan di angguki Arsyad.

__ADS_1


"Terimakasih kak," ucap Aiyra memeluk kedua kakaknya itu senang, kerena ia memiliki kakak yang begitu menyanyanginya.


__ADS_2