ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
peng istirahat terakhir.


__ADS_3

malam hari berita terkini, pesawat Indonesia telah jatuh,pesawat itu menukik dari ketinggian 29,100 kaki ke ketinggian 9,075 dalam kurang waktu 2 menit 15 detik.


Diperkirakan jatuh didasar laut,kini tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan 50 korban jiwa yang mengalami luka luka dan 75 jasad para penumpang 50 penumpang masih belum diketemukan.


Pihak perusahaan kini berusaha menghubungi keluarga korban.


Akmal yang sedang menonton televisi malam ini begitu terkejut saat yang di beritakan nama pesawat yang ditumpangi umi dan kiyai, begitu juga Ziya yang baru dapat telpon begitu terkejut.


Ziya berlari keruangan tamu dimana akmal berada sambil menangis.


"Mas... mas.. u.. umi mas, umi abi mas hiks... hiks.. hiks." ucap Ziya saat di depan suaminya, sedangkan Akmal terdiam sesaat baru ia sadar.


"Astagfirullah, innalilahi." ucap Akmal sambil memeluk sang istri.


"Ki.. kita kesana sekarang." ucap Akmal.


Akhamar dan Vina berserta khairul datang menemui Akmal dan Ziya dengan air mata.

__ADS_1


"Kak umi abi kak, umi abi udah pulang kak.. hiks.. hiks." ucap Akhmar memeluk akmal, memberikan kekuatan untuk keluarganya.


"Istighfar dek, istighfar sesungguhnya kita akan berpulang kepadanya." ucap Akmal menguatkan adiknya itu.


Ziya dan Vina saling menguatkan satu sama lain, Arsakha dan Arsyad yang mendengar tangisan dari bawah segera keluar dari kamarnya dan menghampiri orang tua itu.


"Abi Amy pak etek tante khairul kenapa pada menangis? " tanya Arsyad.


"Kak nenek kakek kak, nenek dan kakek telah pulang." ucap Khairul dengan air mata.


"Nenek dan kakek mengalami kecelakaan sayang hiks... hiks." ucap Ziya yang masih menangis.


"Innalillahi wainnailaihi rujiun." ucap mereka berdua dan berusaha kuat untuk melepas sang kakek dan neneknya itu.


Kini mereka semua telah pergi di mana para jasad korban di isolasi oleh tim penyelamat.


Di Sana mereka dapat melihat kedua orang tua itu terbaring dengan wajah pucat tak bernyawa kan lagi Akhmar yang melihat itu menangis histeris begitu juga Ziya.

__ADS_1


Vina berusaha menenangkan sang suami yang kehilangan umi Aisyah dan kiyai Dahfi.


Kedua keluarga itu ingin membawa pulang jenazah namun petugas belum mengizinkan jasad kedua orang tua itu terpaksa harus bermalam diruang isolasi.


Vina tak lupa mengabari sahabatnya yang lain terutama yuna, Namun yuna dan fahmi sudah tau kabar umi dan segera berangkat ke jakarta.


pagi hari jasad umi aisyah dan kiyai telah diperbolehkan dibawa pulang,Kini kedua mobil itu mengiringi mobil Ambulance itu,untuk sampai di rumah Ziya, di sana sudah ada bik iyam dan para tetangga menunggu jenazahnya setelah di pemberitahuan dari mesjid.serta serta sahabatnya ziya dan Vina yang datang setelah mendengar kabar.


Lila, yuna dan Nila memeluk sahabatnya itu memberikan kekuatan, mereka saling menguatkan satu sama lain, begitu juga para suami mereka dan anak mereka.


Setelah persiapan jenazahnya, dari memandikan, mengafani, disolatkan, jenazah siap di kebumikan, mereka semua mengantar ketempat peng istirahatan terakhir, sebelum pulang mereka berdoa bersama.


Dan kini rumah ziya tidak pernah sepi sampai menujuh hari, rumah itu selalu terdengar doa doa yang di ucapkan.


Sudah sebulan umi aisyah dan kiyai meninggalkan kita teman teman, sedih juga ditinggal umi aisyah hehhe🤗


Sudah sebulan umi Aisyah dan kiyai tak bersama mereka lagi, kini mereka menjalankan hari hari mereka seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2