
Dila mengakhiri panggilan telpon, dan segera bergegas menuju ruangan Ceo untuk mengantarkan berkas yang diminta bos nya yang tak lain Arsakha.
Dila mengetok pintu ruangan Arsakha,setelah orang yang didalam mempersilahkan Dila masuk ,barulah Dila masuk kedalam kantor Arsakha, Dila begitu kagum dengan tata letak setiap benda begitu rapi dan dengan warna ruangan yang sangat elegan, Ini kali pertama ia memasuki ruangan bosnya setelah beberapa hari berkerja.
"I... ini pak berkasnya." ucap Dila gugup, ia bukan gugup di depan bosnya, tapi ia gugup didepan orang yang telah membuat hatinya kacau, orang yang ingin dia lupakan.
"Hem, letakkan saja." ucap Arsakha dengan mata fokus ke laptopnya.
"Baik Pak, saya permisi." ucap Dila dan berjalan pergi namun saat ia baru menggenggam gagang pintu Arsakha menghentikan langkahnya.
"Nona Dila." ucap Arsakha menghentikan Dila yang ingin membuka pintu.
"Ha, iya pak? " ucap Dila kaget saat namanya di panggil.
"Tolong bawakan saya,laporan keuangan kantor!" Ucap Arsakha sekilas melihat kearah Dila dan kembali fokus dengan laptopnya.
"Baik pak." ucap Dila dan pergi meninggalkan Arsakha sendirian dikantornya.
__ADS_1
Dalam waktu tiga menit Dila kembali masuk ke kantor Arsakha memberikan laporan keuangan yang diinginkan Arsakha.
"Terimakasih." ucap Arsakha masih dalam keadaan fokus ke laptopnya.
"iya Pak, saya permisi. " ucap Dila dan lagi dan lagi Arsakha menghentikan langkah Dila.
"Nona Dila tolong bawakan saya berkas yang akan di setujui dengan PT jaya." ucap Arsakha.
"Baik Pak," Dila dan kembali mengambil berkas yang diinginkan Arsakha, dalam tiga menit Dila kembali memberikan berkas yang Arsakha inginkan namun lagi dan lagi Arsakha memintanya untuk mengantarkan berkas lagi ke kantornya.
"Baiklah, lo ingin bermain main kan,okey gue ladenin lo." ucap Dila kesal di kantornya, dengan tangan terkepal.
"Maaf pak, saya bawakan semua berkasnya saya pikir bapak pasti membutuhkannya, jadi sebagai sekretaris bapak saya harus bisa mengambil inisiatif." ucap Dila dengan menekankan kata kata nya dengan senyum dipaksakan.
"Oh iya, saya harus pulang pak, besok saya akan datang lagi untuk berkerja melayani anda 12 jam penuh." ucap Dila tersenyum ramah namun siapa yang melihat senyumannya, sudah tau kalau itu bukan senyuman ramah.
"Assalamu'alaikum, " ucap Dila berlalu pergi meninggalkan Arsakha dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." ucap Arsakha saat Dila sudah keluar dari ruangannya.
Didalam mobil, Dila terus mengumpat Arsakha tanpa henti.
"Sialan, dasar pria kaku,dia kira kalau jadi bos bisa seenak endas nya aja apa. " umpat Dila.
"Kalau bukan karena mikir dia bos gue, udah gue uleng lu, kesal kali aku di buatnya Ah." ucap Dila memukul-mukul stir mobilnya.
Suara ponsel Dila menghentikan Aksinya, tanpa melihat layar ponsel iya langsung menerima panggilan itu.
"Apaan sih, nelpon orang lagi kesal juga." ucap Dila dari balik telpon.
"Etdah santai Dil! ini gue. gue mau bilang lo ikut gak, malam ini ada yang mau ajak balap motor."
"Aw, bag rojak." ucap Dila saat ia melihat layar ponselnya.
"Mau bang, jam berapa? gue lagi betek ni." ucap Dila.
__ADS_1
"Jam 11,malam ini jangan lupa gue tunggu lo. " ucap pria bernama rojak di balik telpon dan mematikannya.