ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
lamaran 2


__ADS_3

Dan disinilah pertemuan antara calon besan dan menantu sekaligus berstatus sahabat itu bertemu saling melepaskan rindu yang sudah tiga bulan tidak bertemu.


Meski mereka tinggal satu provinsi satu kota, kesibukan masing-masing yang membuat mereka tidak dapat bertemu sewaktu mereka belum menikah.


"MasyaAllah, tampannya menantu gue! " puji Nila yang melihat pria bertubuh tinggi, wajah dipenuhi kumis tipis,alis yang tajam, pria yang selalu di dambakan para wanita.


"Terimakasih tante." dengan menampakan senyuman manis Arsakha menyapa calon mertuanya itu.


"Aaaaa, ini senyuman mu sungguh menggoda." dengan teriakan manja dengan menggigit kukunya, Nila terlihat bahagia dengan sapaan menantunya itu,Namun wajah yang tadinya terlihat bahagia perlahan mulai memudar disaat satu deheman terdengar di telinganya.


"Hehee, menantu.... me...nantu kita pa. " dengan senyum canggung Nila menepuk nepuk pundak Arsakha, apa yang Nila lakukan membuat mereka semua menahan tawa sedangkan Arsakha membatin.

__ADS_1


"Ais, tambah satu lagi. " Arsakha sudah dapat memastikan jika calon mertuanya ini sebelas dua belas dengan Amynya, yang memiliki karakter yang ajaib.


"Kamu ini ma, bukannya di ajak masuk. " Ikhsad menegur sangat istri dengan lembut dan mempersilahkan mereka semua masuk, Nila hanya bisa meminta maaf dengan canggung.


Tidak menunda nunda waktu yang semakin gelap, acara lamaran dimulai dengan Akmal yang menyampaikan maksud dan tujuan untuk meminang anak gadis Ikhsad untuk putranya Arsakha Sidiq.


"Bagaimana, apakah tuan Ikhsad dan nyonya Nila mengizinkan anak saya Arsakha untuk mempersunting anak gadis tuan? " Akmal menyampaikan dan meminta persetujuan dari keluarga wanita untuk putranya.


"Dengan nama Allah dan atas izin Allah, saya akan menjaga dan menyayangi nya. " dengan sikap berani dan tegas Arsakha menerima dan menanggung semua kekurangan dan kelebihan wanita yang akan menjadi istrinya itu.


"Baiklah, saya terima lamaran nak Arsakha sidiq yang ingin memperistri putri saya dan kalau boleh tau kapan akan melaksanakan ijab qobul nya?" Ikhsad merasa lega dengan jawaban Arsakha dengan yakin Ikhsad menyerahkan putrinya kepada Arsakha untuk diperistri.

__ADS_1


"Atas izin Allah jika tidak keberatan di bulan Desember tanggal 12 dua bulan dari sekarang bagaimana? " Akmal tak ingin menunda nunda hal baik untuk putranya sehingga ia ingin mempercepat pernikahan sang putra.


"Seperti itu juga baik, jika berlama lama hal baik tidak bagus untuk ditunda. " Ikhsad menyetujui tanggal yang telah ditetapkan Akmal, ia juga tidak ingin menunda hal baik putrinya dan juga Ikhsad juga sudah tidak sabar menantikan seorang cucu untuk menghiasi rumah mereka.


"Alhamdulillah, jika sudah sepakat dari sekarang kita akan mempersiapkan semula hal keperluan untuk pernikahan mulai sekarang. " Dapat terlihat dari wajah Ziya yang bahagia karena ia tidak sabar untuk memiliki cucu begitu juga dengan Nila dan yang lainnya juga ikut bahagia.


"Oh iya, dimana putrimu Nil? " Vina yang dari tadi tidak melihat kehadiran Dila membuat ia penasaran.


"Astaghfirullah, maaf saya lupa mengabari saking bahagianya saya, Dila ada dikamarnya ia demam sudah dua hari ini, maaf. " Nila cukup menyesal sampai tidak memberi kabar calon besannya, putrinya yang sakit saat ini.


"Tidak apa, " Ziya mengerti dan memaklumi sahabatnya itu yang terkadang lupa jika dalam keadaan bahagia.

__ADS_1


"Kalau ingin menjenguk Dila ayok saya temani. " Nila menawarkan Ziya dan Vina untuk menemui sang putri di kamar.


__ADS_2