ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
kekecewaan seorang suami


__ADS_3

Ziya hanya bisa tertawa canggung, saat melihat suami dan anak anaknya, bagaimana tidak canggung dia mengumpat suaminya diam diam dan lebih parahnya ketahuan lagi.


"Aih, ini mulut main lari-lari aja." gumam Ziya sambil memukul mulutnya pelan.


Ditaman Ziya tidak menggunakan cadarnya, karena rumah mereka terhalang dinding-dinding yang cukup tinggi, jadi tidak ada yang dapat melihat wajah cantik imutnya, kecuali suami dan anak-anaknya, dan jangan lupakan sahabatnya.


"Ah iya,sepertinya Gibran sudah tiba di bandara." Ziya mengalihkan perhatian suaminya agar tidak membahas kembali apa yang ia ucapkan tadi.


"Aih iya, kalau gitu kita siap siap dulu Amy dan nanti Arsa langsung kekantor." Ucap Arsakha dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk bersiap siap menjemput anggota keluarga baru mereka.


Ditaman hanya tinggal mereka berdua, Akmal terus memperhatikan istri bandelnya itu tanpa berkedip,Ziya yang merasakan perubahan suaminya, ia tau jika saat ini suaminya itu sedang marah.


"Apa mas pelit selama ini? " mendengar perkataan suaminya itu Ziya hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu? " Akmal tidak mempermasalahkan jika Ziya mengatakan dirinya pelit, yang membuat Akmal marah karena Ziya makan tidak secukupnya.

__ADS_1


Dan Akmal juga pernah memperingatinya,untuk tidak makan makanan ringan berlebihan itu tidak baik untuk kesehatannya,namun Ziya sepertinya melupakan peringatan suaminya itu.


"M.. maaf, Amy salah." Ziya hanya bisa mengatakan maaf dan tidak berani menatap suaminya itu jika sudah marah.


"Apa mas pernah melarang kamu jika menginginkan sesuatu? " Ziya kembali menganggukkan kepalanya, saat ini Ziya seperti anak kelas 1 sd yang lagi dimarahi gurunya.


"Lalu? kenapa masih dimakan? jika hanya satu dua itu tidak masalah tapi ini, lihat! sepuluh ada sepertinya."


"Mas melarang kamu untuk tidak memakan, makanan ringan berlebihan itu juga untuk kesehatan Amy, Abi hanya ingin ngebiasakan istri abi dan anak anak sehat," dapat terlihat jelas kekecewaan di wajah suaminya itu, bagaimana tidak kecewa, selama ini Akmal memastikan setiap hal untuk kesehatan keluarga kecilnya.


Ziya sendiri tau alasan Akmal, tidak memperbolehkannya untuk tidak terlalu makanan ringan untuk kesehatannya yang terkadang Ziya sering sakit perut jika terlalu banyak memakan makanan ringan.


"Abi, Amy. " Arsakha dan Arsyad yang ingin berpamitan dapat melihat jika saat ini Abinya terlihat kecewa terhadap Amynya, mereka berdua hanya dapat tersenyum seperti biasa dan tak lupa menyalami kedua orang tuanya sebelum pergi.


"Bilang pada pak darmin hati-hati ngemudinya ya! " ucap Ziya dan tak lupa mengelus lembut kepala putra putranya.

__ADS_1


"Arsa syad, jangan lupa pulang sebelum isya ya! " ucap Akmal mengingatkan kedua putranya itu.


"Iya Abi, insyaallah kita tepat waktu." ucap Arsakha.


"kalau gitu kita berangkat dulu Amy abi, assalamu'alaikum." ucap Arsakha dan Arsyad bergantian.


"Waalaikumsalam, " balas Akmal dan Ziya bersamaan.


.................................................................................


Holo semuanya, apa kabar semoga kalian semua selalu sehat.


terimakasi udah mampir novel aku, jangan lupa like, komen, vote,dan jika ingin memberi saran silahkan tapi sagarap tidak menjelek kan atau menyamakan hasil karya saya dengan karya orang lain.


dan saya harap para teman semua menyukai isi cerita novel saya, mungkin sedikit membosankan tapi jangan menyerah untuk mengikuti kisah novel ini karna semakin dibelakang semakin menarik nantinya, dan terimakasih yang sudah like yang belum like saya harap memberikan saya like anda.

__ADS_1


Sekian dan terimakasih.


__ADS_2