
Setelah mengakhiri panggilan Arsyad menyampaikan tujuannya datang ke butik, untuk mengambil pesanan, Arsyad memberitahukan nama pesanan yang akan ia ambil, setelah pegawai mengambilkan Arsyad pamit.
tidak memakan waktu lama, Arsyad telah sampai di rumah, ia dapat melihat jika kedua orang tuanya telah menunggunya begitu juga Arsakha yang pulang untuk makan siang.
"Assalamu'alaikum." ucap Arsyad dengan gugup saat melihat tatapan tajam Amy nya itu.
"Waalaikumsalam," ucap mereka bersamaan.
Arsakha yang tidak mengerti dengan sikap Amy nya terlihat marah dan Arsyad yang gugup Arsakha hanya bisa memandang satu persatu orang yang didepannya dengan bingung.
"Duduklah! " ucap Ziya ketus, Arsyad menurut apa yang diperintahkan Amy nya dan duduk berhadapan dengan Amy nya itu dengan tangan tergepal ngemetaran.
"Sayang jangan menatapnya begitu! lihat wajah anak mu itu! " ucap Akmal dengan lembut dan melirik ke arah Arsyad.
"Katakan Kesalahan apa yang kamu perbuat? " tanya Ziya tegas.
"Amy maafkan adek, adek tidak sengaja menyentuh tangannya, sungguh adek tidak sengaja Amy. " ucap Arsyad bersimpuh di kaki Ziya memohon maaf pada nya.
"Tapi tadi adek sudah bilang dengan wanita itu kalau adek akan bertanggung jawab, Amy jangan marah dengan Arsyad,syad janji akan bertanggung jawab." ucap Arsyad kembali, ia sangat takut jika Amy nya itu marah.
"Ha.... " ucap mereka bertiga bersamaan,
__ADS_1
Dan Ziya tidak tau harus berbicara apa, ia sekarang antara bahagia, malu atau kesal dengan anaknya itu.
Namun, selesai Arsyad berbicara suara tawa bergema di ruangan itu, suara tawa bukan milik mereka, melainkan Vina, yang baru saja bertamu ke rumah Ziya dan tanpa sengaja mendengar ucapan Arsyad.
"Hahhahahhaha...... " karma lo Zi."ucap Vina.
"Hahhahaha,gue gak nyangka jika anak lo seperti itu juga hahhahaha." ucap Vina tertawa lepas,
Ziya, hanya menunduk malu, karena ia pernah menertawakan orang yang sifatnya sama dengan putranya polos.
Jika mau para pembaca sudah pernah mampir ke season satu istri untuk ustadz, pasti kalian tau siapa orang yang dimaksud vina, peristiwa Arsyad sama dengan Dia yang sekarang sudah menjadi pamannya.
"Hehee," ucap Vina cengengesan.
"Btw, lalu wanita itu apa tanggapannya, Syad? " tanya Vina kepo.
"Dia hanya mengangkat alisnya aja, tan." ucap Arsyad polos.
"Fuuhhhaha, ya iya lah dia angkat alisnya." ucap Vina tertawa kembali.
"Gak lucu van, dan lo ngapain kesini ha? " tanya Ziya kesal.
__ADS_1
"Ye santai, say." ucap vina
"I mau nitip anak tampan I dalam dua hari ini, ada urusan mendadak di restoran cabang." ucap Vina
"Oh, yaudah kapan kalian berangkat? " tanya Ziya.
"Nanti malam ini, sehabis magrib." ucap vina.
"Hem, baiklah." ucap Ziya.
Vina pun Pamit pada Akmal dan Ziya setelah mengutarakan maksudnya yang akan menitipkan anaknya sementara pada Ziya.
Ziya kembali menatap Arsyad dan menghela nafas.
"Aih,baik lah kamu cari tau siapa wanita itu bagaimana sifatnya, dan siapa orang tuanya setelah itu Amy akan urus sisanya." ucap Ziya pasrah.
"Sekarang lebih baik kita makan dulu, Amy sudah lapar kakak kamu juga pasti sudah lapar dari tadi." ucap Ziya dan berdiri dari duduknya
Akmal tidak banyak bicara, baginya jika itu hal baik maka ia akan mendukung semua keputusan istrinya itu
Arsyad hanya menganggukan kepalanya tanda setuju,dan kini mereka makan dengan nikmat.
__ADS_1