ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
menjemput Gibran


__ADS_3

Di bandara seorang pria beda usia itu duduk di bangku tunggu sambil menikmati makanan yang ada ditangan mereka.


Sedangkan Arsakha dan Arsyad saling melihat kiri dan kanan mencari keberadaan orang yang mereka tunggu, namun sebuah suara memanggil nama mereka, mereka menoleh ke sumber suara.


"Syahrul, assalamu'alaikum." ucap Arsakha dan Arsyad yang mengenali si pemanggilan.


"Wa'alaikumussalam, MasyaAllah tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian lagi." ucap syahrul.


"Iya, terakhir kita jumpa di kairo." ucap Arsakha sedangkan Arsyad hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya, kalian sedang apa, saya lihat dari tadi seperti mencari seseorang? " tanya Syahrul.


"Oh, itu kita lagi jemput adik saya, katanya udah sampai tapi kami tidak dapat menemukannya." ucap Arsakha.


"oh, iya ini fotonya apa kamu pernah lihatnya? " tanya Arsakha dan mengeluarkan selembar foto dari kantong jasnya.


"Ah, Gibran, jadi kalian kakak wanita itu? " tanya Syahrul terkejut.


"Kamu kenal? wanita itu maksudnya? " tanya Arsakha dan Arsyad terlihat sedikit bingung.


Syahrul pun menjelaskan semuanya kepada mereka berdua, bagaimana ia bisa mengenali gibran dan siapa wanita yang dimaksud syahrul.

__ADS_1


Akhirnya Arsakha dan Arsyad mengerti.


"Jadi bagaimana adik perempuan saya di sana apa dia sehat? " Arsakha dan Arsyad begitu senang mendengar tentang adik perempuannya itu.


"Dia sehat, dan terlihat ceria." ucap Syahrul.


"Allhamdulilah, dia sehat dan baik baik saja." ucap Arsakha.


"Dan Gibran nya dimana, kita tidak lihat dari tadi syah? " tanya Arsyad karena dari tadi tidak melihat keberadaan remaja itu.


"oh, dia lagi ke toilet, nah itu orangnya." ucap Syahrul.


"Maaf kak, lama nunggu tadi lagi antri di toilet." ucap Gibran karena merasa tidak enak hati Syahrul menunggunya lama.


"Assalamu'alaikum," ucap Gibran.


"Wa'alaikumussalam, " jawab Arsakha dan Arsyad.


"Ehm, a.. nu kalau boleh tau apa panggilan sayangnya kak Aiyra, ah.. saya tidak bermaksud bertanya itu... t... tapi kak Aiyra yang meminta saya untuk bertanya itu supaya tidak saya tidak salah ikut orang nantinya." ucap Gibran gugup dan takut jika kedua pria didepannya marah.


"Hahaa, gadis itu." tawa Arsakha dan Arsyad mampu membuat Syahrul terkejut karna tidak biasanya dua pria didepannya itu tertawa.

__ADS_1


"kewaspadaan nya selalu saja, tidak pernah hilang." ucap Arsyad yang gemes dengan adik perempuannya itu.


"Baby girl." ucap Arsakha dan Arsyad bersama, Gibran hanya bisa tersenyum canggung dan menggaruk garuk kepalanya.


"Oh iya, maaf kita tidak bisa lama-lama kita harus menghadiri rapat." ucap Arsyad sekalian mengingatkan Arsakha jika mereka tidak punya banyak waktu lagi.


"oh tidak apa." ucap Syahrul.


"Kalau ada waktu mampir kerumah,kontak kamu masih yang lama kan? " tanya Arsakha.


"Iya masih yang lama, kalau apa kabarin aja udah lama juga kita tidak berkumpul." ucap Syahrul.


"okey, kalau gitu kita permisi, assalamu'alaikum." ucap Arsakha dan Arsyad, tak lupa Gibran mengucapkan terimakasih kepada Syahrul dan melambaikan tangannya tanda berpisah.


..................................................................................


Holo semuanya, apa kabar semoga kalian semua selalu sehat.


terimakasih udah mampir novel aku, jangan lupa like, komen, vote,dan jika ingin memberi saran silahkan tapi saya harap tidak menjelek kan atau menyamakan hasil karya saya dengan karya orang lain.


dan saya harap para teman semua menyukai isi cerita novel saya, mungkin sedikit membosankan tapi jangan menyerah untuk mengikuti kisah novel ini karna semakin dibelakang semakin menarik nantinya, dan terimakasih yang sudah like yang belum like saya harap memberikan saya like anda.

__ADS_1


Sekian dan terimakasih.


__ADS_2