
Kelima sehabat itu melepaskan rindu mereka,karena semenjak mereka menikah mereka sangat jarang berkumpul seperti saat ini,terutama berkumpul bersama lila yang sangat susah untuk berkumpul bersama seperti sekarang ini.
Sedangkan para suami mereka juga saling bercerita tentang pekerjaan mereka begitu juga dengan para istri mereka yang tak jauh dari anak anak mereka dan keseharian mereka.
sedangkan Dila dan Arshaka mereka saling diam tidak ada yang mau memulai membuka pembicaraan sampai suara dering ponsel Arshaka membuat mereka saling menatap hanya sebentar.
"hem,aku akan telpon sebentar'' ucap Arsahka hanya ditanggapi oleh anggukan Dila.
''assalamualaikum dek,'' ucap Arshaka disaat ia telah mengetahui bawa yang menghubunginya yaitu Aiyra,
''waalakum salam kak,selamat ya atas pernikahnnya kak dan kak Dila,maaf aiy tidak dapat hadir dipernikahan kak dan kak Dila.'' ucap Aiyra mengucapkan selamat dan turut bahagia atas pernikahan sang kakak dan Aiyra juga meminta maaf atas ketidak hadirannya di hari bahagia kakak nya itu.
''Tidak apa kak mengerti kok,terimakasih kadonya loh sudah kak terima'' ucap Arshaka.
Ya Arshaka mendapatkan kado pernikahannya dari saudara kembar perempuannya,sehari sebelum pernikahannya dilaksanakan,Arshaka cukup senang dengan kado pemberian sang adik,yaitu kado yang berisikan jubah hasil jahitan tangan adiknya itu sendiri.
Ya Aiyra di kairo bukan hanya belajar mendalami tentang agama saja tapi dia juga belajar menjahit di sana,berbicara tentang Aiyra kita akan membahasnya setelah eps ARSYAD dan VANI
''Syukurlah jika kak suka,oh iya kado untuk kak Dila apa udah dilihatnya?apa dia suka?" tanya Aiyra penasaran.
"kak belum memberikannya soalnya ada beberapa sedikit kendala"ucap Arshka.
Arsahka menceritakan semua kejadian saat hari pernikahannya dan bagaimana Dila bisa pingsan dan berakhir acaranya harus dibubarkan.
Aiyra yang mendengarkan dari sebrang telpon mengerti mengapa kakak iparnya itu pingsan dan salah paham akan perbuatan kakaknya itu.
"Aiy mengerti kak,kak boleh Aiy berbicara dengan kak ipar?'' tanya Aiyra.
"sebentar," Arshaka berjalan mendekati Dila di kasur.
''Sayang Aiyra ingin berbicara,apa kamu tidak keberatan berbicara dengannya?'' tanya Arshaka memastikan.
__ADS_1
''What,sayang apa aku tidak salah dengar apa?'' batin Dila
''Bagaimana bisa dia memanggil sayang saat dia belum menjelaskan semuanya padaku apa yang terjadi sebenarnya,aku merasa seperti di permainkan olehnya.'' batin Dila.
''Tidak ini tidak bisa dibiarkan, enak aja manggil sayang,dia kira aku akan luluh gitu hanya dengan kata sayang dari mulutnya,tidak akan aku BERBIE ANANDILA tidak semudah itu luluhnya.'' batin Dila.
''Sayang?'' panggil Arshaka kembali.
Tanpa menanggapi suaminya itu Dila langsung menerima ponsel Arshaka tanpa menghiraukan Arshaka.
''Assalamualaikum adik iparku yang cantik.'' ucap Dila membuat Aiyra di sebrang telpon sana terkikik kecil mendengar penuturan kakak iparnya itu.
''Alaikum salam kak iparku,selamat atas pernikahannya dan Aiy juga sudah menyiapkan kado untuk kakak itu ada pada kak Arsahka.'' ucap Aiyra.
''Terimakasih,kado dari adik yang cantik pasti itu sangat spesial.'' goda Dila
''Hanya kado biasa kok kak,'' ucap Aiyra tersipu malu.
Kedua wanita itu bercengkrama tanpa memperdulikan Arsahka sama sekali,Dila sangking asik berbicara dengan Aiyra melupakan kejadian membuat hatinya yang sempat terluka,Dila berbicara tertawa bahagia Arsahaka yang melihat wajah bahagia Dila tanpa sadar ia tersenyum memandangi wajah istrinya itu.
Dila yang telah mengakhiri panggilan dari Aiyra,dia melihat Arshaka melamun tersenyum melihat dirinya membuat Dila merinding.
''Ada apa dengannya mengapa dia melihatku seperti itu,apa dia kerasukan jin tomang?''
''Dia terlihat tampan sih,tapi jika seperti itu.....dia membuatku merinding.'' batin Dila berdialog.
Saat ini Arshaka duduk melamun di sofa kamar pengantin mereka,memandangi kearah Dila dengan senyuman mengambang di wajah tampannya itu.
''EH.....WOY,'' ucap Dila.
''EH...diakan suamiku ngak sopan kali aku manggil woy,'' gumam Dila.
__ADS_1
''Ekmmm,Mas ngapain disitu?''tanya Dila.
''Memandangi kamu,kamu sangat cantik jika saat tersenyum sayang.''ucap Arshaka membuat Dila tersipu malu.
''cih,bisa gombal juga kamu mas.'' ucap Dila
''Saya hanya bisa menggoda istri saya.''ucap Arsahka berjalan menghampiri Dila di kasur.
''Si...siapa istrimu.'' ucap Dila gugup saat mendengar kata istri dari mulut Arsahka,apalagi Arshaka mengatakan kata istri dengan nada seksi.
Membuat Dila tanpa sadar menarik selimut menutupi tubuhnya saat Arshaka mendekat kearahnya.
''Kenapa kamu menarik selimut mu seperti itu sayang?''tanya Arshaka.
''Apa kamu bodoh mas atau apa,ekspresi kamu saat ini membuat aku sangat takut.''batin Dila.
''Tidak apa,a...ku cuman kedinginan.''elak Dila.
Saat ini Dila sangat takut jika Arshaka meminta haknya,apalagi saat ini Dila belum siap untuk melakukannya.
''Yasudah istirahatlah,aku akan menemui keluarga kita,dan para tamu mungkin telah dibubarkan tante vina,saat ini keadaan kamu lebih penting dibandingkan acara pernikahan kita.''
''Aku akan menjawab semua pertanyaan mu sayang,tapi saat ini kamu harus istirahat,''ucap Arshaka.
''Baiklah.''ucap Dila mengerti karena saat ini bukan waktu yang tepat menanyakan apa yang telah terjadi.
Sebelum pergi meninggalkan Dila Arshaka mengecup kening Dila dan menyelimuti tubuh Dila,lalu pergi meninggalkan Dila dengan wajah terkejut.
Dila terdiam saat sebuah ciuman mendarat di keningnya,meskipun singkat tapi itu sangat hangat.
''Aaaaaaaaaaaa,aku dimana,apa yang terjadi.''teriak Dila dan untungnya teriakkan nya tidak begitu kencang jadi tidak terdengar keluar kamarnya.
__ADS_1
''Apa...apa aku benar benar menjadi istrinya?ya allah permainan apa yang telah engkau ciptakan.''
''Namun begitu aku berterimakasih kepadamu,engkau telah menjodohkan aku dengan pujaan hatiku.''ucap Dila,sangat bersyukur jika orang yang dijodohkan dengannya,pria yang ia cintai.