
Siang hari ini Di sebuah kafe Dila menunggu seorang klien dari Singapore yang menggantikan bosnya menemui klien untuk membahas kerja sama.
"Halo, sorry membuat Anda menunggu." ucap seorang wanita dengan pakaian formalnya dengan berbahasa Indonesia kurang pasih.
"Halo, iya tidak apa, saya juga baru datang." ucap Dila sopan dan mempersilahkan kliennya untuk
duduk.
"perkenalkan saya Chelsea Aganta Ceo dari PT. Chesi." ucap Chelsea memperkenalkan dirinya.
"saya BERBIE ANANDILLA,saya Sekretaris pak Sidiq, maaf sebelumnya saya pak sidiq tidak dapat hadir." ucap Dila memperkenalkan dirinya dan meminta maaf kerna ketidak hadiran sang Ceo utama.
"Tidak masalah,pak sidiq juga sudah menghubungi saya tentang ketidak hadirannya." ucap Chelsea.
"Syukurlah, ah lebih baik kita langsung saja." ucap Dila untuk segera membahas pekerjaan mereka.
Dila pun menjelaskan isi dari dokumen yang akan mereka sepakati kini mereka mulai serius membahas pekerjaan mereka hingga mereka membuat persetujuan.
"Senang berkerja sama dengan anda nona." ucap Chelsea menjabat tangan Dila dan dibalas oleh Dila.
"Senang juga bekerja sama dengan Anda nona." ucap Dila membalas jabatan tangannya.
__ADS_1
"Pak sidiq sungguh beruntung memiliki seorang sekretaris seperti Anda selain pintar juga cantik." ucap Chelsea.
"Anda bisa aja nona Chelsea, anda juga cantik dan malah seorang wanita sukses yang membangun perusahaannya sendiri, suami anda kelak pasti sangat bangga." ucap Dila.
"Saya sukses juga kerna bantuan dan dukungan dari suami saya nona Berbie." ucap Chelsea.
"Btw, apa anda sudah menikah nona? " tanya Chelsea.
"Saya belum menikah, saya masih belum menyelesaikan pendidikan saya." ucap Dila membuat Chelsea terkejut.
"Oh ya, jadi anda ini..." ucap Chelsea bertanya tanya.
"Ah, saya seorang magang diperusahaan, kebetulan kriteria saya sesuai dengan posisi saya sebagai sekretaris." ucap Dila.
"Iya nona chelsea, saya juga terimakasih atas waktu anda nona." ucap Dila dan menyambut uluran tangan Chelsea.
Pertemuan dengan klien Singapore akhirnya berakhir, dan kini Dila melajukan mobilnya kembali ke kantor.
Namun saat ia turun dari mobilnya ia berpapasan dengan Arsakha yang juga baru selesai memarkirkan mobilnya.
"Arsakha." gumam Dila, namun terlihat dari raut wajahnya ada kekecewaan, Dila segera meninggalkan parkiran untuk menghindari Dila namun Arsyad memanggilnya.
__ADS_1
"Dila." panggil Arsyad yang berada di samping Arsakha, mau tidak mau Dila menoleh kearah Arsyad dan Arsakha.
"Syad, assalamu'alaikum." ucap Dila.
"Waalaikumsalam, bagaimana dengan pertemuannya apa hasil kerja samanya lancar?" tanya Arsyad.
"Alhamdulillah lancar, eh dari mana kamu tau kalau gue habis ketemu klien? " tanya Dila.
"Kerja sama?" tanya Arsakha penasaran.
"Oh itu kak, bukannya antum meminta Dila untuk menggantikan mu bertemu klien dari Singapore itu."ucap Arsyad Dila yang mendengar ucapan Arsyad terkejut.
" Di... dia Pak sidiq? "tanya Dila tak percaya.
" Iya, kenapa kamu terkejut seperti itu?"tanya Arsyad.
"Ti.. tidak ada, gue duluan Assalamu'alaikum." ucap Dila dan pergi meninggalkan kedua pria tampan itu, Arsakha hanya tersenyum melihat kepergian Dila, senyum yang penuh arti.
"Ada apa dengannya? " ucap Arsyad bingung dengan sikap Dila.
"Waalaikumsalam." ucap Arsakha, Arsyad yang mendengarnya tersenyum canggung ke arah kakaknya itu.
__ADS_1
Di toilet Dila terlihat kesal dan juga terlihat dimatanya bahwa ia habis menangis.
"Kenapa, kenapa engkau pertemukan aku dengannya? disaat aku sudah melupakannya." ucap Dila lirih.