
Pemuda 12 tahun itu, terdiam untuk sesaat mendengar berita bahwa kedua orang tuanya telah pergi meninggalkannya untuk selamanya, dan ia tidak tau harus bagaimana dia ingin menangis namun air mata tak dapat menetes.
"Kamu yang tabah," ucap pri itu memupuk pundak pemuda itu dengan lembut.
"Lalu bagaimana dengan adik ini Aiy? " Nisa menyadarkan Aiyra, pemuda 12 tahun ini harus bagaimana, karena orang tuanya sudah tiada dan jasad sudah kembali ke Indonesia maka ia seharusnya ada yang mencarinya namun sudah lama dari meninggalnya kedua orang tua pemuda 12 tahun ini tidak ada yang mencari, ini membuat Aiyra bertanya-tanya di hatinya.
"Adik, apa kamu tau nomor telpon keluarga di Indonesia, kalau ada biar kakak telpon dan nanti biar keluarga kamu jemput di bandara." Begitu Aiyra mengucapkan kata keluarga pemuda 12 tahun itu menunduk dan berkata dengan suara pelan.
"A... ku tidak punya keluarga lagi di indonesia selain mama dan papa, paman dan bibi ku mereka orang jahat, jadi bolehkah saya tidak kembali kesana? " ucap pemuda itu dengan tangan mengepal.
Di kairo tidak akan mengizinkan warga Indonesia tinggal terlalu lama di negara ini melewati tanggal kembali sesuai jadwal yang ditetapkan saat pergi dan pemuda ini sudah hampir sebulan.
__ADS_1
Dan jika keamanan kota tau ia pasti dicurigai dan mungkin ia akan dimasuk jeruji besi.
"Hem, kalau tidak begini saja, keluarga kakak ada di indonesia, jika kamu tidak keberatan kamu bisa tinggal bersama Amy dan Abinya kak." ucap Aiyra.
"Tapi... apa tidak merepotin Amy Abi kakak? " ucap pemuda itu menatap Aiyra karena ia tidak ingin menjadi beban orang tuanya Aiyra, Aiyra tersenyum manis dibalik cadarnya.
"Tentu saja tidak, malahan orang tua kakak pasti sangat bahagia,dan nama kamu siapa kakak jadi lupa menanyakan nama kamu dari tadi. " ucap Aiyra sedikit dengan nada bicara canggung
"Yasudah kakak telpon keluarga kakak dulu ya." izin Aiyra dan meninggalkan Gibran bersama pri itu dan Nisa.
Aiyra mencoba menghubungi Amynya, dalam dua kali deringan ia sudah tersambung, Aiyra dapat mendengar suara heboh dan wajah cantik Amynya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Amy Aiyra, yang cantik baik dan soleha komplit deh pokoknya, apa kabar Amy." ucap Aiyra tersenyum lembut dari balik cadarnya.
"Waalaikumsalam, baby girl Amy yang cantik imut dan soleha komplit deh pokoknya, Amy lagi sakit." ucap Ziya dengan nada bicara lemas dibuat buat.
"Sakit apa Amy, apa Amy sudah kedokter? Aiyra terlihat panik saat mendengar ucapan Amynya ketiga orang yang berada tak jauh darinya memperhatikan dirinya yang terlihat panik mereka tak lain, Nisa, Gibran dan pria itu.
" Sakit rindu dirimu sayang, Amy sakit karena tidak bisa melihat senyum baby girl Amy di pagi hari dan menahan rindu itu sangat lah berat uhm."ucap Ziya dengan suara sedih yang di bikin bikin jika dapat di lihat wajah Ziya dengan gerakan nya itu dipastikan perut tidak akan aman.
"Hem, Aiyra juga rindu Amy, Abi kak Asa dan kak syad." ucap Aiyra juga menahan rindu dengan keempat orang yang ia cintai itu.
Setelah melepas rindu sebentar Aiyra pun, menceritakan semua kejadiannya dan juga melibatkan Gibran yang terlihat berantakan dan juga sedikit ketakutan dapat terlihat dari wajahnya.
__ADS_1
Akhirnya Aiyra mendapatkan persetujuan Amy nya begitu juga Abi nya.