
Di pagi hari kini mereka semua telah bersiap siap untuk mengantar Aiyra ke bandara, mengantar kepergian kesayangan mereka semua.
"Udah semua sayang? " tanya Ziya membelai wajah anak perempuan nya itu.
"Udah Amy." ucap Aiyra memegang tangan Ziya yang mengantuk wajahnya sambil dengan Isyarat meyakinkan ibunya itu, Aiyra tau jika Ziya tidak bisa berpisah dengannya namun Aiyra tidak mampu menghadapi masyarakat di kota ini.
"Baiklah ayo berangkat." ucap Akhmal.
Mereka berangkat menuju bandara,dua mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke bandara dari rumah mereka.
Di kediaman syakir...
Di kediaman Syakir, tampak kedua orang tua Syakir terlihat berdiskusi, dengan para guru pesantren dan bersama Syakir.
"Bagaimana para ustadz, dengan masalah ini? " ucap H.dahlan.
"Bunda, saya yakin jika wanita yang ada di foto itu aja yang memang sengaja menggoda mas Syakir. " ucap seorang wanita 25 tahun itu.
__ADS_1
"Apa maksud kamu Lidia? " tanya bunda sarah.
"Iya jika dia wanita baik baik dia tidak akan mungkin bisa berada di sana waktu itu." ucap wanita itu.
"Kamu tidak boleh su'udzon Lidia, kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya berdasarkan foto itu," ucap bunda sarah.
"Benar dan juga Syakir sudah menjelaskan kejadian waktu itu, bahwa mereka berdua dijebak oleh seseorang yang kita belum tau siapa pelakunya." ucap salah satu ustadz.
"Benar itu,dan jika memang apa yang dikatakan Syakir benar maka kasihan wanita itu pasti sangat terpukul dengan berita ini." ucap salah satu ustadzah.
"Begini saja, karena masalah ini bukan hanya berpengaruh kepada pesantren namun juga kepada Syakir juga gadis di foto ini." ucap H. dahlan.
"Hem, baiklah nanti malam kita ke rumah gadis itu untuk mencari solusi yang tepat untuk kedua anak muda ini, jika orang tuanya setuju jika anaknya di nikahi Syakir Alhamdulillah." ucap H. dahlan.
"tapi Haji." ucap wanita dua puluh lima itu, namun H. dahlan sudah mengambil keputusan.
Di bandara Ziya memeluk Aiyra begitu erat meluapkan kasih sayangnya.
__ADS_1
"Baby girl ingat, jaga kesehatan di sana, jangan lupa ibadah terus dan sering sering mengabari Amy ya!hiks...hiks." ucap Ziya sambil menangis melepas sang putri.
" Iya Amy,udah Amy jangan nangis dong ntar cantiknya ilang loh."ucap Aiyra menghibur ibunya itu.
"Haha, kamu ini kalau jelek abi kamu masih setia kok sama Amy." ucap Ziya tertawa.
Yang lain hanya tersenyum melihat interaksi antara ibu dan anak itu.
Sebelum kepergian Aiyra satu persatu anggota keluarga nya memberi pelukan, setelah itu pergi meninggalkan mereka,Ziya yang melihat kepergian sang putri begitu sedih.
"Ridho kan kepergiannya mungkin dengan pergi kesana ia dapat menjadi wanita yang lebih kuat." ucap Akmal memeluk sang istri.
"Yaudah ayok pulang! " ajak Akmal.
Malam harinya seperti biasa Ziya menyiapkan makan malam untuk keluarganya di bantu umi aisyah dan Vina sang sahabat yang selalu menguatkannya.
"Umi masih ingat waktu Ziya bisa sampai menjadi istrinya mas Akmal ?" ucap Vina.
__ADS_1
"Ingat,itu kan ulahnya suami kamu itu" ucap Umi Aisyah sambil mengingat bagaimana Ziya bisa jadi menantunya meskipun ia tau Ziya sudah dijodohkan ke Akmal.