ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2

ISTRI UNTUK USTADZ SEASON 2
acara lamaran(1)


__ADS_3

Andi terlihat kesal dengan temannya itu selalu saja menyindir kebiasaan buruknya.


"Bodo amat, mending gue pulang. " ucap Andi dan berlalu pergi dari kursinya yang memang sudah di jemput.


"Sialan lu, gak setia kawan lu. " keluh rudi yang merasa Andi tidak setia.


"Gue, hajar juga lu lama lama, noh lihat sana! jemputan lo udah datang dari tadi setan, pakai bilang gue gak setia kawan." Batas kesabaran Andi sudah tidak bisa menahan diri jika tidak ada khairul mungkin sudah babak belur rudi yang sedikit lelet itu.


"Sabar sabar, orang sabar di sayang Allah." ucap khairul, menenangkan Andi.


Terlihat Andi menarik nafas menenangkan dirinya, sedangkan Rudi cengegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Uuuhhhhh, kali ini aman lo rud." ucap Andi.


"Ah ah, gue pulang dulu, babay." ucap Rudi dan dengan segera pergi meninggalkan kedua temannya itu, jika tidak cepat cepat pergi sudah dipastikan dia kenak amuk Andi.


"Sabar, kenapa lah gue punya teman seperti dia. " keluh Andi.

__ADS_1


"Yaudah ayok pulang! " ajak khairul dan mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran dan masuk kedalam mobil jemputan masing-masing.


Arsakha dan Arsyad sudah terlihat rapi dengan masing masing stelan jas mereka, di lantai bawah kedua orang tua dan pak etek dan tantenya terlihat begitu sibuk dengan barang yang ingin mereka bawa untuk bertemu calon menantu dan sekaligus sahabat yang sebentar lagi jadi besan.


"Aduh, stop vin ini yang mau lamaran anak gue apa anak lo ha, dari tadi gue lihat lo mondar mandir ambil itu ini,tuli ni telinga lama lama gara gara suara cempreng lo itu."


Ziya terlihat kesal dengan tingkah sahabatnya itu yang heboh sendiri dan gugup sendiri.


yang mau lamaran anaknya Ziya malah ia yang gugup membuat Ziya kesal dengan sahabatnya itu.


"Yaelah, elo sih lama amat dari tadi capek gue nungguin lo, lama lama gak jadi berangkat kita. "umpat Vina tak mau kalah.


"Aih, sini biar gue bantu." Vina pun mengambil alih benda yang ada di tangan Ziya dengan hati hati takut benda itu jatuh.


Ketika Arsakha turun diikuti Arsyad di belakangnya, mereka kagum dengan ketampanan kedua pemuda itu yang tidak ada bedanya.


"Masyallah, sungguh sempurna ciptaanmu." ucap Vina dengan gelengan kepalanya, kagum dengan ketampanan keponakannya itu.

__ADS_1


Didalam hatinya jika ia masih muda, mungkin ia akan mencoba menarik perhatian kedua keponakannya itu.


Namun tidak mungkin, kedua pemuda itu putra sahabatnya dan anak dari abang suaminya dan secara alami keponakannya.


"Aihs, andai bukan keponakan gue, udah gue bungkus." gumam Vani.


PLAKKKKKKKKKK......


Satu pukulan mendarat di kepala Vina, membuat dia mengumpat si pemukul yang tak lain Ziya.


"Astaghfirullah, zi sakit tau ngapain lo mukul gue ha? " ucap Vani kesal sambil mengusap kepalanya yang habis kenak getok Ziya.


"Habisnya lo, ingat itu keponakan lo anak gue Vin, anak gue ingat." ucap Ziya mengingatkan sahabatnya itu.


Kelima para cowok beda usia itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan saudari ipar sekaligus kedua sahabat itu.


"Yaelah, gue tau zi tanpa lo kasi tau, tadi gue bilang seandainya loh." Vani memperjelas kembali dengan nada kesal.

__ADS_1


"Sukur kalau tau." ucap Ziya acuh dan meninggalkan Vina dengan raut wajah kesalnya.


__ADS_2