
Raja Jonas memperlakukan istrinya dengan sangat baik, hingga apapun yang dilakukan istrinya di luar istana baik itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk, ia hanya membiarkannya saja karena ia yakin istrinya punya alasan tersendiri.
Di saat malam tiba, putri Manolia mengajak suaminya melihat keadaan kota dari atas udara. Saat itu raja Jonas tidak mengetahui jika istrinya akan membawanya terbang bersamanya.
"Sayang ..! Kamu bisa melihat taburan bintang itu dari sini?" Tanya putri Manolia ketika mereka sedang duduk di bangku taman.
"Bintang-bintang itu seperti tebaran pasir pantai yang mengeluarkan cahaya ketika terkena sinar mentari saat memasuki waktu siang hari." Ucap raja Jonas yang masih mendongakkan wajahnya ke atas langit.
"Apakah kamu ingin melihat mereka lebih dekat?" Tanya putri Manolia.
"Hanya bisa di lakukan dengan teleskop." Ujar raja.
"Tanpa teleskop aku bisa mengajakmu melihat mereka lebih dekat." Ajak putri Manolia.
"Dari sini sudah terlihat makin jelas sayang. Bahkan aku merasa lebih dekat dengan mereka saat ini." Sahut Raja Jonas.
"Kalau begitu, sekarang cium aku suamiku!" Pinta putri Manolia yang sedang tidur di pangkuan suaminya.
Raja menundukkan kepalanya hendak mencium istrinya, namun matanya langsung melebar saat ia melihat bangku yang mereka duduki sudah terbang membawa mereka ke angkasa.
"Manolia...! Kau...!" Sentak Raja Jonas ketakutan sambil berpegangan pada bahu bangku yang di duduki nya, sementara istrinya masih santai tidur di pangkuannya.
"Tenanglah sayang! Kamu tidak akan jatuh. Aku akan menjagamu." Ucap Manolia mengusap pipi suaminya dan menarik tengkuk suaminya untuk mencium bibirnya.
Bibir keduanya saling bertautan seakan mereka sedang bercumbu di atas awan biru. Raja Jonas menikmati ciuman istrinya sambil memejamkan matanya karena masih tidak sanggup melihat ke bawah bumi yang seakan menariknya jatuh.
Untuk membuat suaminya merasa nyaman, bangku yang mereka sedang mereka duduki sudah diubah menjadi sebuah permadani putih dengan sandaran bantal juga berwarna putih.
__ADS_1
Jonas membuka matanya perlahan merasakan sandaran punggungnya begitu empuk." Astaga...! Sayang ini apa?"
"Kita akan mengitari wilayah kekuasaan mu. Kamu harus memperhatikan setiap rumah milik rakyatmu yang kehidupan mereka tidak seimbang. Di antara mereka masih ada yang menderita. Aku tidak ingin melihat mereka menangis kelaparan di malam hari. Berilah mereka emas dan benda berharga lainnya agar mereka bisa hidup dengan layak." Ucap putri Manolia.
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Tutuplah matamu!"
"Kamu jangan macam-macam Manolia!" Hanya itu yang bisa raja Jonas katakan karena ia tidak diijinkan untuk bertanya.
"Hanya satu macam sayang. Sekarang pegang tali kekang ini dan bukalah matamu secara perlahan!" Pinta putri Manolia membuat raja Jonas tersentak.
"Kita sudah berada di atas kuda terbang."
"Kita akan melemparkan koin emas di semua pintu rumah penduduk miskin." Ucap ratu Manolia yang membawa kembali mereka ke bumi..
Pengalaman yang menakjubkan untuk raja Jonas dalam hidupnya. Mereka membawa kantong besar yang berada kedua sisi kiri kanan pelana kuda putih itu. Setibanya di bumi, putri Manolia yang melemparkan kantong koin emas yang sudah ia siapkan ke setiap pintu para penduduk miskin.
Mereka melihat ke bawah kaki mereka menemukan kantong hitam dan membukanya." Astaga...! Ini koin emas dan kuda itu membawa...?" Pandangan mereka meneliti dua sosok yang mereka sangat kenal." Yang mulia...!" Pekik mereka bersamaan sambil menangis haru mendapati raja dan ratunya membagikan sendiri untuk mereka.
Raja Jonas meminta kudanya agar segera meninggalkan perkampungan kumuh itu dengan istrinya yang memeluknya hangat di belakang sana. Dalam kantong itu ada sehelai kain yang bertuliskan untuk merahasiakan kedatangan raja dan ratu mereka malam ini pada penduduk lainnya agar tidak terjadi kehebohan esok harinya.
Jadilah mereka harus menutup mereka untuk tidak saling bicara atau raja sendiri yang akan menghukum mereka. Raja Jonas begitu puas dengan cara istrinya menghibur dirinya dan menjadikan dirinya sebagai raja yang adil dan bermurah hati untuk memberikan kehidupan yang layak untuk rakyatnya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Keduanya sudah tiba kembali ke istana tanpa diketahui oleh prajurit istana yang menjaga pintu istana. Lagi-lagi apa yang dilakukan oleh putri Manolia, tidak pernah ditanyakan oleh suaminya karena kata mengapa, bagaimana, apakah, apa dan siapakah merupakan bentuk kalimat tabu bagi Raja atas apa yang dilakukan oleh istrinya.
"Sayang ...! Apa yang kamu lakukan malam ini sangat membuatku bahagia. Sesuatu yang tidak pernah kurasakan namun akan aku kenang sampai aku mati suatu saat nanti." Ucap raja Jonas.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memberikan apa yang mampu kulakukan untukmu selain kita bercinta, sayang." Ucap putri Manolia.
"Aku harap kenangan indah ini tidak menjadi sebuah bentuk perpisahan untuk kita Manolia." Tegas raja Jonas penuh kekuatiran.
"Aku rasa waktunya akan tiba, suamiku. Tapi aku tidak tahu kapan itu akan terjadi," batin Manolia sambil menarik nafasnya dalam.
Keduanya kembali bercinta untuk mengakhiri malam mereka menunggu datangnya pagi. Kebahagiaan malam ini menyelimuti keduanya yang terus mengukir kenangan diantara mereka.
Beberapa bulan kemudian, ratu Manolia kembali dinyatakan hamil oleh tabib. Kali ini, ratu Manolia tidak merasakan tubuhnya terasa panas seperti kehamilannya yang pertama. Raja Jonas berharap agar ratu Manolia melahirkan lagi seorang pangeran untuknya.
"Sayang....! Aku harap kamu melahirkan seorang pangeran yang akan meneruskan tahta kerajaan ku." Raja Jonas mengusap perut istrinya.
"Bagaimana kalau aku melahirkan seorang putri untukmu, Jonas?" Tanya putri Manolia penasaran.
"Dia akan di bawa pergi oleh suaminya atau suaminya yang mengambil alih istana ini, ratuku." Keluh raja Jonas sedih.
Ratu Manolia terlihat bingung. Jika ia tidak bisa memenuhi keinginan suaminya, mungkin dia juga tidak bisa hamil lagi untuk selanjutnya.
Melihat istrinya murung, Raja Jonas memeluk tubuh yang setiap saat membuatnya mabuk.
"Tidak apa ratuku, jika kamu melahirkan seorang putri untuk kerajaan ini, asalkan dia seberani kamu dan juga secantik dirimu." Ucap raja Jonas.
"Apakah kamu ingin wajahnya mirip denganku?"
"Tidak...! Kecantikan mu cukup hanya untukku. Aku ingin putriku harus cantik tapi wajahnya tidak menuruni kemiripan wajahmu dengannya." Ucap raja Jonas.
"Apakah kamu akan cemburu pada pria di luar sana jika wajah putri kita lebih mirip denganku?"
__ADS_1
"Begitulah sayang. Bukankah banyak raja tetangga yang sangat iri padaku sampai saat ini? bukan tidak mungkin para pria di luar sana akan melakukan pertumpahan darah hanya untuk mendapatkan putriku." Ucap raja Jonas kuatir.
Putri Manolia terlihat sangat senang saat mengetahui sifat manusia yang begitu tergila-gila dengan wanita, tahta dan harta.