
Kehidupan rumah tangga pangeran Siddharta dan putri Titania kini telah berubah status mereka di istana kerajaan milik Raja Minerva. Raja Minerva menanggalkan mahkota kerajaannya untuk diberikan kepada putranya pangeran Siddharta untuk meneruskan tahta kerajaannya menggantungkan dirinya.
Raja Sidharta dan ratu Titania yang akan memimpin kerajaan tersebut. Kebahagiaan melingkupi keluarga istana setelah mereka di daulat menjadi raja dan ratu untuk wilayah mereka yang diperluas hingga kerajaan raja Jonas yang ingin melepaskan jabatannya itu untuk putrinya Titania.
"Semoga putri Titania akan melahirkan pewaris kerajaan selanjutnya," ucap raja Minerva yang sudah ingin memiliki cucu.
"Semoga yang ayahanda," ujar raja Siddharta sambil melirik istrinya yang hanya bisa tersenyum.
"Semoga istrimu melahirkan bayi pertama kalian adalah seorang putra," ucap ibu suri putri Angelica.
"Kami mengerti ibunda," ucap putri Titania.
Keduanya kembali ke kamar mereka usai makan malam. Raja dan ratu itu terkekeh saat duduk di atas tempat tidur mereka." Sayang. Apakah kamu sudah siap untuk melahirkan keturunan kerajaan ini?" goda raja Sidartha.
__ADS_1
"Berapa yang kamu inginkan?" tanya ratu Titania.
"Aku hanya ingin mereka sepasang. Tidak perlu banyak-banyak supaya perhatianmu hanya tertuju kepadaku," ucap Raja Sidarta.
"Kenapa kamu tiba-tiba menjadi ayah yang egois?" omel ratu Titania.
"Bukan egois. Tapi setiap bayi yang baru lahir akan merebut perhatian istri-istri dari para suami dan suami akan mengalah bayinya," tutur raja Minerva.
"Cih! Kau adalah seorang ayah yang pencemburu. Tapi, aku tidak masalah yang mulia. Karena kaulah rajaku. Aku siap melayanimu," ucap ratu Titania yang sudah membuka gaunnya.
"Hei...! apakah kamu sangat merindukan aku hingga tidak mau bersabar sebentar?" tanya putri Titania sambil mengelus lembut milik suaminya yang makin mengajaknya untuk segera bertemu.
Raja Sidharta tidak lagi menunggu lama dan langsung memagut bibir istrnya dengan rakus. Keduanya saling berciuman sambil melepaskan sisa pakaian dalam mereka untuk segera menyatukan tubuh mereka.
__ADS_1
Penyatuan tubuh itu tidak begitu membutuhkan waktu lama dalam melakukan pemanasan karena tidak lagi bisa mengulur waktu untuk memanjakan milik mereka. Semuanya mengalir sesuai intuisi mereka yang tidak begitu mengenal gaya bercinta dengan berbagai pose.
Hingga keduanya terus beradu pa*a mereka hingga menimbulkan bunyi yang diiringi suara lenguhan yang mereka ciptakan hingga terdengar sangat sensual dan erotis. Tidak lama tubuh keduanya mengejang bersama ketika melakukan pelepasan.
"Apakah kamu istirahat sayang?" tanya raja Sidartha saat melihat wajah istrinya yang terlihat kelelahan.
"Iya, suamiku. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa cepat lelah," ucap putri Titania.
"Baiklah. Sebaiknya kita tidur karena acara kerajaan sudah menyita perhatianmu," sebaiknya kita pergi berbulan madu saja agar kita fokus menghadirkan keturunan kita," ujar Raja Sidarta.
"Tapi aku tidak ingin kemanapun suamiku. Kita harus tetap di sini sampai aku hamil," ucap putri Titania yang langsung memejamkan matanya tanpa ingin melihat wajah suaminya.
Dalam sekejap ia sudah masuk dalam dunia mimpinya. Mimpi yang aneh saat ia melihat seorang kucing betina yang sangat cantik yang menghampirinya.
__ADS_1
"Hallo pus..!" saos putri Titania sambil menggendong kucing cantik itu. Tidak lama kemudian kucing itu malah berubah menjadi seorang bayi dalam pangkuannya membuat putri Titania begitu terkejut.
Putri Titania melepaskan bayi itu dan ia tidak ingin menggendong bayi itu." Astaga apa yang terjadi padaku. Kenapa kucing itu tiba-tiba menjadi seorang bayi?" gumam Titania langsung meninggalkan bayi yang menangis.