
Pangeran Siddharta terlihat sangat tampan dengan balutan baju pengantin seorang pangeran kerajaan Gherda. Iring-iringan kencana pengantin yang akan mengantarkan sang pengantin dan rombongan keluarga raja termasuk raja Minerva dan juga putranya pangeran Neva.
Pangeran Neva melirik anak buahnya untuk menghabisi nyawa pangeran Siddharta saat melewati area hutan. Pengawal Yello yang sudah bekerjasama dengan pengawal pribadinya pangeran Siddharta nampak mengangguk ringan sambil menarik sudut bibirnya yang terlihat sinis.
"Lakukan secara diam-diam! setelah itu aku yang akan menggantikan tempatnya untuk menikahi putri Titania," ucap pangeran Neva.
"Baik Tuan."
Baru saja ia bicara seperti itu, tiba-tiba ada serangan mendadak dari dua arah untuk menghentikan iring-iringan pengantin. Kereta kencana yang membawa pangeran Siddharta terhenti saat kudanya di hadang. Melihat keadaan putranya yang terancam, Putri Angelica tidak tinggal diam. Serangan dari bandit atas perintah pangeran Neva yang sudah mengetahui pengkhianatan pengawalnya membuat ia merubah strategi untuk menemui pemimpin bandit yang selalu beroperasi untuk merampok para keluarga kerajaan jika sedang berpergian.
"Tangkap dan bunuh pangeran Siddharta!" teriak pemimpin bandit itu pada anak buahnya untuk menghadang kuda yang membawa kereta kencana.
Pertempuran sengit akhirnya terjadi. Saling serang dan menjatuhkan lawan antara dua pasukan yaitu pasukan bandit dan pasukan prajurit kerajaan yang terbatas jumlahnya.
Pangeran Siddharta begitu gagah memainkan pedangnya. Sementara sang ibu masih memperhatikan kereta kencana yang membawa suaminya dan sang ratu yang juga di serang oleh bandit itu. Ratu yang juga bekerjasama dengan putranya pangeran Neva memang ingin membunuh Raja Minerva.
"Bunuh suamiku!" titah ratu membuat raja Minerva tersentak.
"Dasar perempuan keparat! rupanya aku telah memelihara rubah dalam istanaku," Ucap raja Minerva penuh amarah.
"Ha...ha...ha...! Hei tua bangka! apakah kamu kira aku bisa menerima kenyataan kalau suamiku harus menyimpan pelacur di istana, wanita yang tidak tahu asal usulnya." Ucap ratu Eva.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa melihat mana ratu sebenarnya yang ada di hatiku. Aku mempertahankanmu demi putraku pangeran Neva. Jika bukan karena dia, sudah lama aku ingin menyingkirkanmu perempuan laknat." teriak Raja Minerva pada ratunya.
"Kasihan sekali, kau suamiku tersayang. Kenapa kamu tidak memanggil seluruh yang super cantik itu. Lagi pula, pangeran Neva bukan putra kandungmu. Aku hanya memanfaatkan putraku untuk menjadi ratumu." Ucap ratu Eva membuat raja sangat syok.
"Kau...!" Raja Minerva memegang jantungnya yang terasa sangat sakit.
"Tunggu apa lagi, bunuh dia..!" titah ratu Eva histeris.
Raja harus menyerang sendiri para bandit itu karena para prajuritnya bertempur untuk melindungi Putranya Siddharta.
Melihat keadaan suaminya yang sudah terdesak, putri Angelica segera menyelamatkan suaminya dengan bertarung melawan para bandit itu. Ratu Eva sangat kaget melihat perkelahian putri Angelica yang begitu mahir memainkan pedangnya.
Dalam waktu sekejap para bandit jatuh tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Ratu Eva hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah.
"Tidak...! Jangan membunuhku! ampunilah aku putri. Kau boleh mengambil suamiku atau kedudukan ku sebagai ratu, tapi tolong jangan bunuh aku!" pinta ratu Eva sambil menggosokkan kedua tangannya memohon pada pada putri Angelica yang menodongkan pedangnya ke lehernya.
"Bagaimana Eva? Aku tidak mungkin membunuhmu tanpa bertanya dulu pada kekasihku." Putri Angelica melirik kearah suaminya yang sejak tadi memandang ratunya penuh kebencian.
"Kematian terlalu mudah baginya, sayang. Aku ingin melihatnya tersiksa saat dia menjadi santapan piaraan ku yaitu buaya yang ada di danau istana.
Pengawal bawa istriku ke istana dan kurung dia di penjara bawah tanah tanpa memberinya makan dan minum." Ucap Raja Minerva.
__ADS_1
"Suamiku...! Jangan lakukan itu padaku. Maafkan aku. Aku tadi hanya bercanda padamu dan aku hanya ingin menakutimu saja, bukan mau membunuhmu."
Plakkkkk...
Tamparan keras mendarat di pipi ratu Eva hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
"Kau dan putramu harus mendapatkan hukuman berat atas perbuatan kalian. Akhirnya aku tahu siapa Neva bagiku. Karena seorang anak tidak akan mungkin membunuh ayah kandungnya sendiri.
Dan aku lebih bahagia lagi kalau putraku pangeran Siddharta yang akan menikahi putri Titania. Dan satu hal lagi, istriku putri Angelica adalah putri seorang dewa. Apakah kamu tidak lihat dia tidak pernah tua dan menyedihkan sepertimu.
Duarrrr....
"Tidak ..tidak mungkin!" Ratu Eva begitu ketakutan karena ia berhadapan dengan orang yang salah.
"Kita sudah terlambat menuju istana raja Jonas, suamiku." Ucap putri Angelica.
"Baiklah. Kita harus cepat karena mereka pasti sedang menunggu kedatangan kita." Ucap raja Minerva.
Rombongan pengantin itu melanjutkan lagi perjalanan mereka. Sementara para prajurit lainnya membawa pulang ratu Eva dan putranya pangeran Neva kembali ke istana untuk dikurung di bawah istana sebelum diadili oleh raja Minerva sendiri.
"Tolong lepaskan aku. Bukankah aku ini adalah ratu kalian?" hardik ratu Eva.
__ADS_1
"Beberapa jam yang lalu kau adalah ratu kami. Tapi setelah melihat kelicikanmu hari ini, kami tidak lagi menganggap mu ratu tapi penjahat." Ucap pengawal Yello