Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
20. Terbukti


__ADS_3

Harapan putri Titania akhirnya terkabul. Walaupun ia tahu trik yang digunakkan kekasihnya itu hanya trik menipu mata para tamu yang ada di dalam ruang utama istana itu. Decak kagum terdengar diantara para tamu dua kerajaan itu.


"Bagaimana ini bisa terjadi? mana mungkin dia bisa melakukannya? apakah dia punya ilmu sihir?" batin pangeran Neva.


"Bagaimana? Apakah aku sudah bisa memiliki putri Titania?" Tanya pangeran Siddharta penuh percaya diri.


"Kamu baru memindahkan singgasana itu. Kamu belum mengembalikannya lagi. Apakah kamu bisa melakukannya atau hanya bisa memindahkannya saja?" Senyum remeh terlihat jelas dari pangeran Neva yang sedari dulu sangat iri pada adiknya itu. Dari segi ketampanan, ilmu dan kecerdasan pangeran Siddharta, tidak akan bisa disaingi oleh pangeran Neva.


Pangeran Siddharta mengembalikan lagi penglihatan yang sebenarnya pada para tamu itu agar bisa melihat singgasana milik raja Jonas yang memang tidak pernah berpindah tempat.


Jika ia bisa, ia mampu melakukannya dengan meminta bantuan peri milik ibunya. Keadaan kembali gaduh. Rupanya banyak diantara keluarga bangsawan dari pihak raja Minerva tidak menyukai jika pangeran Siddharta harus menikah dengan putri Titania yang memiliki pesona kecantikan yang luar biasa.


Raja Jonas yang tidak ingin mengecewakan putrinya akhirnya bersuara untuk menyampaikan ketegasannya dalam memilih calon menantunya.


"Sekarang kita harus berlaku adil pada kedua pangeran kita saat ini yang akan mendampingi putriku. Aku menerima pangeran Siddharta menjadi suami dari putriku tercinta Titania dan dia yang akan memimpin kerajaanku bersama dengan putriku. Aku akan mendaulat dirinya sebagai raja setelah mereka resmi menikah Minggu depan." Ujar raja Jonas diangguki raja Minerva.


"Apa...?" pangeran Neva merasa dunianya runtuh karena ia harus memikirkan bagaimana caranya untuk menculik putri Titania sebelum dinikahi adik tirinya itu.


"Baiklah raja Jonas. Rupanya keberuntungan untuk memiliki putrimu ada pada putra keduaku. Kalau begitu, kami pamit pulang dulu. Terimakasih anda masih mau berbesan denganku." Ujar raja Minerva menutupi kekecewaannya.


Pangeran Siddharta mengecup lembut jemari lentik calon istrinya sambil mengedipkan matanya membuat wajah Putri Titania merona.


"Terimakasih sayang. Akhirnya kita bisa bersama lagi. Terimakasih sudah memperjuangkan aku." Ucap pangeran Siddharta.

__ADS_1


"Aku tidak sabar menunggumu menjadi suamiku Minggu depan."


"Kalau begitu, jangan pernah pergi ke manapun karena aku ingin kamu dipingit sampai menjelang pernikahan kita." Pinta pangeran Siddharta.


"Iya yang mulia." Goda putri Titania sambil memberi hormat dengan menekukkan kakinya.


Keluarga besar kerajaan Minerva meninggalkan istana raja Jonas kembali ke istana mereka. Pangeran Neva di kawal ketat oleh para prajurit istana sementara pangeran Siddharta hanya di kawal satu orang pengawal kepercayaannya yaitu prajurit Levi.


Setibanya di istana, Pangeran Neva mengamuk dengan ayahnya yang telah mengijinkan adiknya menikahi putri Titania." Ayah...! Ayah, kenapa ayah tega menyerahkan wanita yang sangat aku cintai untuk adik tiriku?"


"Apakah kamu tidak lihat, binar cinta putri Titania saat melihat adikmu berhasil memenuhi tantangan yang ia berikan tadi pada kalian berdua? jika dia mencintaimu, dia tidak akan menguji kemampuan kalian berdua. Itu berarti dia tidak menginginkan dirimu. Terimalah kenyataan itu dan carilah gadis lain yang akan menjadi ratumu."


"Tidak ayah! Aku menginginkan putri Titania menjadi milikku. Tidak ada wanita manapun di dunia ini yang aku cintai selain dia. Jika ayah tidak membatalkan pernikahannya pangeran Siddharta, maka aku sendiri yang akan menggagalkan pernikahan itu!" ancam pangeran Neva pada ayahnya.


"Tentu saja membunuh anak haram ayah itu."


Plakkkkk....


Tamparan keras yang dilayangkan raja Minerva pada putranya, membuat amarah sang putra membuncah. Ia mencabut pedangnya hendak menebas leher ayahnya namun tangannya dicekal oleh adiknya pangeran Siddharta.


"Jangan coba-coba menyentuh ayahku dengan pedangmu itu! atau tanganmu yang akan aku buat buntung?" ancam pangeran Siddharta.


"Lepaskan bajingan! Kau dan ibumu itu sama-sama penyihir yang mampu melakukan apapun untuk bisa mengikat hati ayahku. Dan kau hanya hasil benih kotor ayahku dari perempuan sialan itu." Maki pangeran Neva.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu bagaimana ayahku mendapatkan ibuku karena sesungguhnya darahku dan darahmu tidak sama Neva. Itulah sebabnya kamu juga tidak bisa menikahi putri Titania karena kamu hanya pria lemah yang hanya mengandalkan nama besar ayah dan juga kerajaan ini. Kamu tidak punya apa-apa yang bisa menaklukkan hati wanitaku."


Tangan pangeran Neva dihempas kuat oleh pangeran Siddharta dengan tatapan tajam. Pedang yang dipegang oleh pangeran Neva otomatis terlepas dari pergelangan tangannya.


Pembelaan yang dilakukan oleh putra keduanya ini membuat mata raja Minerva terbuka lebar. Pasalnya putra pertamanya yang selama ini ia banggakan ternyata ingin membunuhnya hanya karena tidak bisa memenuhi ambisinya yang ingin mendapatkan wanita impiannya.


Pangeran Siddharta meninggalkan ruang utama istana itu dan kembali ke kediamannya yang ada di sekitar istana. Pengawal Levi mengikuti langkah lebar tuannya yang selama ini hanya menjadi penonton kini sudah menjadi pemain.


"Tuan! Aku sangat bangga dan kagum padamu. Hanya anda yang menjadi harapan rakyat agar anda yang berkuasa di istana ini. Dengan begitu mereka tidak akan ditindas oleh orang-orangnya pangeran Neva." Ucap Levi.


"Aku tidak menginginkan istana ini. Aku hanya fokus ibu dan kekasihku. Aku mau ke tempatnya sekarang. Tugasmu seperti biasa menjadi diriku. Aku tidak akan pulang malam ini karena aku tidur di tempat kekasihku."


"Baik prince! Hati-hati, jaga diri anda!"


Seperti biasa, prince menunggangi kuda putihnya menuju kediaman putri Titania. Walaupun mereka baru bertemu tadi siang, tapi ia sangat merindukan kekasihnya itu. Walaupun mereka tidak melakukan apapun setidaknya ia bisa melihat lagi calon istrinya itu.


Tanpa disadari oleh pangeran Siddharta, saat ini ia sedang diikuti oleh orang-orang suruhan pangeran Neva. Ia mempercepat memacu kudanya agar terhindar dari kejaran para bandit istana itu.


"Kamu tidak akan bisa mengalahkan aku pangeran Neva. Aku akan membuatmu menderita seperti ibumu membuat ibuku menderita selama ini. Ibuku yang sudah resmi menikah dengan ayahku, tapi keluarga istana tetap menganggapnya sebagai selir raja." Ucap pangeran Siddharta penuh dengan amarah dan dendam.


Rupanya kuda putih milik pangeran Siddharta saat ini sedang berlari di atas udara hingga tidak terdeksi oleh orang-orang suruhannya pangeran Siddharta.


Setibanya di tembok pembatas antara istana dengan area sungai, pangeran Siddharta mengikat kudanya di sebuah pohon. Ia segera menaiki pohon itu dan melompat ke dalam istana tempat kediaman putri Titania. Ia berjalan mengendap-endap sambil mengintip sang putri yang ternyata sudah tidur.

__ADS_1


"Kenapa dia sudah tidur secepat ini, padahal aku sangat merindukannya." Lirih pangeran Siddharta terlihat kecewa pada kekasihnya itu.


__ADS_2