Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
25. Akhirnya Mendapatkanmu


__ADS_3

Pasangan pengantin baru pangeran Siddharta dan putri Titania memasuki kamar pengantin mereka yang dihiasi sangat indah oleh para pelayan istana yang ditugaskan oleh putri Titania sesuai dengan konsep yang inginkan.


Suasana kamar yang mendukung keduanya untuk melabuhkan kasih. Jika sebelumnya pangeran Siddharta begitu nekat ingin bercinta dengan putri Titania saat mereka belum menikah, tapi malam ini pangeran Siddharta begitu gugup setelah resmi menikah dan putri Titania sah menjadi istrinya.


"Ada apa Sidartha? mengapa kamu diam saja?" tanya Titania pura-pura tidak tahu kalau saat ini suaminya sedang gugup berhadapan dengannya.


"Entahlah sayang. Aku sangat gugup saat ini, padahal sebelumnya aku sangat berani menghadapimu. Bahkan aku ingin bercinta denganmu sebelumnya," ujar pangeran Siddharta.


"Sama sayang. Aku juga. Justru sudah sah suami istri kita malah jadi canggung. Padahal kita adalah pasangan kekasih yang saling mencintai dan sering bertemu walaupun aku harus jadi maling untuk bisa menemuimu," celetuk pangeran Siddharta.


Keduanya terkekeh geli untuk mencairkan suasana canggung diantara mereka. Semenit kemudian, pangeran Siddharta tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk menyentuh istrinya yang sudah melepaskan gaun pengantinnya dan kini berganti gaun tidur yang tipis.


Pangeran Siddharta memagut bibir ranum istrinya, melu**tnya lebih dalam dan keduanya sudah tenggelam dalam ciuman panas lalu menjatuhkan tubuh mereka ke kasur empuk itu. Permainan selanjutnya makin memanas karena tubuh keduanya sudah terlihat polos. Sampai di sini, nafas keduanya lebih terpacu saat saling melihat milik mereka masing-masing.


Degup jantung pangeran Siddharta yang baru kali ini melihat belahan dada wanita secara langsung membuat matanya tak berkedip sambil menyentuh gundukan kenyal yang nampak menjulang tinggi itu.


Sedetik kemudian mulutnya mulai menempel di ujung puncak itu untuk dihisapnya lembut sambil merasakan kekenyalannya dengan penuh kehati-hatian. Tubuh putri Titania terasa sangat bergetar hingga kakinya terasa lemas menerima siksaan kenikmatan yang memiliki sensasi luar biasa.


"Uhhhh!" tubuh putri Titania menukik ke atas dan sesekali menggeliat karena rangsangan dari hisapan lembut berangsur lebih ke sebuah hal yang terasa rakus yang dilakukan oleh suaminya yang sedang mengikuti naluri intuisi sesuai dengan gejolak birahinya yang terus menuntut untuk melakukan lebih dari itu.

__ADS_1


Semuanya bergerak secara alami mengikuti naluri kemanusiaan mereka yang menenggelamkan mereka ke dalam lautan asmara. Tidak butuh waktu lama keduanya melakukan penyatuan tubuh untuk melepaskan masa lajang mereka.


Tubuh keduanya mulai saling menindih hingga pekik kesakitan yang dirasakan oleh putri Titania yang merasakan sakit luar biasa pada miliknya tapi ia sangat bahagia memberikan kesuciannya pada pria tampan yang selama ini menghiasi mimpi dan rindunya.


"Sidart!" Panggilan manja terdengar syahdu di kuping suaminya membuat pangeran Siddharta makin mengaduk pinggulnya untuk memberikan kenikmatan pada putri Titania yang dianggapnya sebagai titisan Dewi khayangan walaupun darah wanita ini setengahnya adalah milik dewa.


"Sayang, apakah kamu bahagia, hmm?" tanya pangeran Siddharta sambil menatap wajah cantik istrinya yang sedang hot**ey saat ini.


"Ini sangat nikmat, sayang. Aku tidak tahu kalau rasanya berjuta kali lipat nikmat yang pernah aku rasakan pada lezatnya makanan tapi ini tidak bisa aku ungkapkan, Sidartha, akhhhhkkk!" Putri Titania mencengkeram erat pinggang suaminya saat suaminya menghentak kuat miliknya membuat ia kembali meringis antara nyeri dan nikmat.


Tidak lama kemudian keduanya melakukan pelepasan bersamaan dan terkulai lemas dengan nafas memburu. Senyum keduanya menghiasi wajah cantik nan ayu dan juga tampan itu.


"Bagaimana jika suatu saat nanti cinta kita diuji dan aku tidak bisa membahagiakan kamu, Siddharta?" tanya putri Titania menahan gejolak emosionalnya karena rasa traumanya pada hubungan kedua orangtuanya yang harus terpisah karena sang ibu yang meninggalkan dia dan ayahnya.


"Kenapa kamu memikirkan hal yang belum terjadi di momen bahagia kita saat ini, sayang?" tanya pangeran Siddharta.


"Karena aku begitu takut hal yang sama akan terjadi pada cinta kita yang pernah dialami oleh ayahku. Karena kesalahannya ia harus berpisah dengan bundaku. Jika itu terjadi pada kita karena dewa menghukum kita, bukankah tidak mungkin kehidupan rumah tangga kita hanya berakhir dengan kesedihan dan kesepian?" tanya putri Titania membuat pangeran Siddharta mulai merenungi perkataan istrinya yang banyak benarnya.


Bukan seberapa kebahagiaan yang bisa kita berikan pada pasangan kita. Tapi, seberapa besar kekuatan kita menghadapi ujian kehidupan yang akan meluluhkan lantahkan kebahagiaan itu.

__ADS_1


Kita siap untuk membangun rumah tangga dengan penuh cinta kasih berdasarkan rasa setia dan kepercayaan pada pasangan kita, tapi kita tidak pernah menyiapkan diri kita saat badai ringan datang menerpa dan badai besar menghancurkan semuanya.


Entah itu dari mana ujian itu berasal untuk menguji kelayakan rumah tangga kita tetap berdiri kokoh yang jelas apa yang kita punya saat menghadapi badai itu bersama.


Hanya satu kesalahan kecil akan merambah pada satu kesalahan besar karena kurangnya kesabaran untuk mengendalikan emosi jiwa.


"Tolong jangan bicarakan itu saat ini, Titania! Aku hanya ingin menikmati momen bahagia ini. Aku telah melewati banyak rintangan untuk mendapatkanmu. Setelah sejauh ini kita sudah menyatu mengapa membahas sesuatu yang akan mengurangi kadar kebahagiaan kita malam ini," ucap pangeran Siddharta membuat putri Titania merasa bersalah.


"Maafkan aku, sayang. Tidak seharusnya aku bicarakan ini padamu karena aku terlalu takut jika kita tidak siap dengan segala ujian yang terjadi nantinya. Kita akan saling menyalahkan dan berujung perpisahan," ucap Titania sambil menangis.


"Ssst...! Jangan katakan itu! Kamu adalah terbaik dalam hidupku. Aku tidak akan menyalahkanmu walaupun bumi ini runtuh karenamu, aku akan tetap memaafkanmu. Walaupun kamu akan berubah menjadi apapun yang diinginkan dewa, aku tetap menerimamu. Jadi, jangan mengatakan apapun lagi yang membuat kita berhenti untuk bercinta. Aku masih menginginkanmu, Titania," ucap pangeran Siddharta yang langsung memagut bibir istrnya.


Keduanya saling berpelukan dengan ciuman panas untuk berbagi saliva. Kebahagiaan pengantin baru ini bukan hanya milik mereka sendiri karena saat ini, Raja Jonas sedang melepaskan rindunya pada sang istri yang sudah kembali kepadanya setelah sekian lama terpisah.


"Apakah kamu sangat merindukan aku, Jonas?" tanya ratu Manolia sambil meliukkan tubuhnya diatas pusaka kokoh sang suami.


"Aku seperti Padang tandus yang tidak pernah merasakan sejuknya tetesan hujan karena hukuman ayahmu," tutur raja Jonas.


"Suamiku. Aku bisa bebas saat ini karena janjiku yang mengabulkan persyaratan yang diberikan oleh Dewa pada kita," imbuh ratu Manolia sambil mempercepat gerakannya untuk mendapatkan puncak kenikmatannya.

__ADS_1


__ADS_2