Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
44. Paris Terluka


__ADS_3

Pertemuan Maxi dengan relasi perusahaannya, berlangsung dengan lancar. Keduanya menandatangani kontrak kerjasama mereka dan siap untuk memasarkan produk yang mereka canangkan bersama.


Kebetulan siang itu Maxi masih ada acara lanjutan makan siang bersama dengan tuan Stuart, membuat ia harus meninggalkan Paris yang sekarang ini sedang diawasi oleh asisten Neil.


Neil ingat pesannya Maxi untuk mengajak Paris makan siang di kamar hotel saja namun Neil malah membawa Paris ke restoran di luar hotel. Neil memang tidak menggendong Paris karena kucing cantik itu tidak mau digendong oleh siapapun kecuali Maxi.


Maxi makan sendirian sementara untuk Paris ia harus membungkusnya untuk kucing itu makan di hotel. Paris sibuk memperhatikan setiap pengunjung restoran itu. Matanya tertuju pada seorang anak kecil yang sedang makan es krim membuat dirinya terpana.


Paris mendekati gadis kecil itu lalu mencari perhatian gadis kecil itu dengan menaiki mejanya dan sontak saja ibunya gadis itu kaget membuat gelas minum di atas mejanya jatuh dan pecah. Begitu pula mangkok es krim gadis kecil itu tumpah dan menetes di bawah lantai restoran itu dan Paris menjauhinya. Ibu dari gadis kecil itu merasa sangat kesal dengan kucing yang menganggu mereka mengambil gelas tangkai pecah itu menusuk tubuh Paris yang tidak bisa menghindar hanya dengan mengeong.


Sadar kalau itu adalah kucing Tuannya membuat Neil segera menghampiri kucing Maxi sambil membentak ibu itu dengan keras.

__ADS_1


"Wanita sialan. Kamu tega melukai seekor kucing dengan makanan murahanmu itu, hah?" bentak Neil sambil menggendong Paris yang terlihat pingsan karena mengeluarkan darah terlalu banyak.


"Apakah kamu bisa menggantikan makananku karena kucing sialanmu itu?"


"Aku bisa bayar 3 kali lipat makanan mu itu, berengsek!" maki Neil lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dolar yang jumlahnya sekitar 10 juta dalam hitungan rupiah.


Neil segera membawa Paris ke klinik dokter hewan agar Paris cepat mendapatkan pertolongan. Saat Paris di tangani oleh dokter hewan untuk menjahit perutnya, Neil segera menghubungi Maxi.


"Ada apa Neil? kenapa suaramu bergetar seperti itu?" tanya Maxi.


"Itu Tuan! Paris mengalami luka parah karena seorang wanita telah menusuknya dengan pecahan beling," tutur Neil menceritakan kronologinya bagaimana Paris bisa terluka.

__ADS_1


"Apaaa....? bagaimana keadaannya sekarang? baiklah aku ke klinik itu, sekarang," ucap Maxi buru-buru menuju ke klinik setelah pamit dengan tuan Stuart.


"Apakah ada yang tidak beres Tuan Maxi?" tanya tuan Stuart.


"Ada urusan pribadi yang tidak bisa saya tunda tuan Stuart. Maaf saya harus pergi," ucap Maxi buru-buru melangkah.


"Sampai jumpa lagi tuan Maxi! selamat jalan dan terimakasih atas kerjasamanya," ucap tuan Stuart.


Maxi berjalan cepat menghampiri Neil dengan wajah yang sangat garang. Ia melabrak asistennya itu hingga Neil hanya bisa mematung di tempatnya. Ia sudah pasrah jika ia akan dipecat saat ini juga.


"Bagaimana kamu bisa berada di restoran itu, hah? jika kamu bisa menjaganya dengan baik, bagaimana mungkin Paris bisa terluka?" bentak Maxi begitu marah besar saat ini dan ini pertama kalinya Neil melihat bosnya marah besar padanya.

__ADS_1


Kemarahan Maxi kali ini karena lebih takut kehilangan Paris daripada kehilangan perusahaannya. Entah apa yang terjadi antara Maxi dan Paris yang selama ini menjadi misteri bagi Neil.


__ADS_2