Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
50. Kembali Berpisah


__ADS_3

Hampir sepekan Maxi dan Paris berada di masalalu di istana milik keluarga Paris. Keluarga Paris seakan tidak ingin berpisah dengan Paris membuat Maxi kalang kabut sendiri. Ia hanya mengambil cuti kerja dua Minggu walaupun perusahaan itu adalah miliknya sendiri. Di dalam kamar, Maxi mulai menyampaikan protes. Rasa kesalnya tidak bisa ia sembunyikan lagi saat ini. Maxi begitu ketakutan jika mungkin tidak bisa lagi kembali ke masa depan dan akan terkurung di sini.


"Sayang. Kapan kita pulang?" tanya Maxi masih dengan suara lembut.


"Saya masih kangen sama orang tuaku. Apakah kita tidak bisa menunggu di sini satu pekan lagi?" tanya Paris sedikit merengek kepada. suaminya.


"Kamu tahu sendiri kalau aku tidak bisa menunggu lagi lebih lama karena pekerjaanku sangat menumpuk. Revo tidak bisa melakukannya sendiri. Mereka juga membutuhkan tanda tangan aku. Apakah kamu mau kita jatuh miskin gara-gara kamu masih betah di sini? atau begini saja, kamu pulangkan aku dulu baru kamu menyusul aku jika kamu masih kangen sama keluargamu, bagaimana?" tanya Maxi.


Paris terlihat diam. Ia juga bingung harus mengambil keputusan seperti apa. Saat ini ia ingin bersama keluarganya karena baru pertama kali mereka bertemu. Tapi ia juga tidak ingin ditinggalkan oleh suaminya karena itu sangat membuat ia tidak nyaman.


"Sayang. Kenapa kamu malah bengong? Aku menunggu jawaban kamu, apakah kamu bersedia mengembalikan aku ke masa depan dan setelah itu kamu bisa pulang menyusul aku," ucap Maxi.


"Baiklah. Kalau begitu kamu boleh pulang sendiri. Aku akan menyusulmu nanti setelah puas melepaskan kerinduanku kepada keluargaku," ucap Paris.


Maxi begitu kaget saat mengetahui jika Paris bersikeras tidak ingin ikut dengannya malah ingin bersama dengan keluarganya. Iapun pasrah. Toh, Paris akan kembali kepadanya jika nanti gadis ini rindu padanya. Tapi, mereka adalah pengantin baru. Pasti Maxi akan membutuhkan istrinya untuk menyalurkan hasrat birahinya.

__ADS_1


"Masa pengantin baru harus hidup terpisah seperti ini? apa enaknya?" gerutu Maxi membatin.


"Apakah kamu ingin pulang sekarang?" tanya Paris membuat Maxi mengangguk pelan antara rela tak rela.


"Maxi..! apakah benda yang namanya ponsel ini tidak bisa kita gunakan untuk saling merindu?" tanya Paris.


"Benda ini tidak akan berfungsi untuk masa lalu karena bukan jamannya. Benda ini akan menyala dan berfungsi karena harus ada jaringan," ucap Maxi.


"Kalau begitu bawa pulang saja benda ini karena dua tidak berguna untukku," omel Paris.


"Tapi kami di sini tidak punya listrik. Semuanya menggunakan lentera," ucap Paris baru membuat Maxi tersentak.


"Astaga. Kenapa kamu aku baru ingat akan hal itu," Maxi menjitak jidatnya sendiri.


"Yah sudah sayang. Aku akan memulangkan kamu. Kamu tidak usah pamit kepada keluargaku karena mereka akan menahan kamu lebih lama di sini. Mereka tidak akan mengerti akan alasanmu karena kehidupan kita dan mereka sangat jauh berbeda," ucap Paris.

__ADS_1


Maxi hanya bisa mengangguk dengan berat hati. Lebih baik nekat pulang ke masa lalu daripada terjebak di sini.


"Kamu siap sayang?" tanya Paris.


"Iya sayang."


Keduanya saling berciuman mesra dan Paris menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengembalikan suaminya ke masa depan dan membuat Maxi tiba-tiba terkirim ke masa depan dan tiba di tempat tidurnya.


"Parissss...!" Maxi tersentak bangun dari tempat tidurnya dan melihat ke sekelilingnya bahwa dirinya sudah berada di masa depan.


"Astaga! apakah aku sedang bermimpi?" ucap Maxi.


Maxi melihat jam yang melingkar di tangannya dan hendak mengambil ponselnya. Ia baru ingat, jika ponsel miliknya sudah ia berikan kepada ayah mertuanya. Maxi tersenyum sendiri bahwa ia tidak sedang bermimpi karena ia memang baru saja melintasi waktu.


"Ternyata sangat menyenangkan bisa melintasi waktu bersama Paris. Aku sangat beruntung bisa memiliki gadis itu yang merupakan keturunan dari putri dewa. Tapi, bagaimana dengan Paris, apakah dia akan kembali untukku? kenapa aku sekarang malah merindukannya?" lirih Maxi merasakan ada yang hilang dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2