
Wajah cantik Manolia terhenyak sambil menarik selimut menutupi tubuhnya dengan jantung yang sudah tidak beraturan detak nya. Walaupun ia adalah wanita pemberani dengan segudang ilmu sihir yang kuat membasmi manusia yang mengusik hidupnya, namun tidak saat ia sedang berhadapan dengan sang suami yang sangat cintai, nyalinya seakan mengkerut tak mampu melawan tatapan yang mampu membunuh jiwanya.
"Mungkin aku saat ini sedang menstruasi." Sahut Manolia membela diri. Ia berharap suaminya menerima alasannya.
Tapi raja Jonas bukan orang bodoh yang mudah dikibuli oleh istrinya yang jelas-jelas memiliki keanehan tersendiri." Katakan kepadaku kalau kamu bukan manusia bumi, bukan?"
"Tidak...! Aku adalah manusia bumi yang bisa melakukan apapun seperti wanita dewasa pada umumnya."
"Kenapa kamu masih membohongiku? Aku bahkan begitu takut berhadapan denganmu. Aku merasa nyawaku terancam setiap saat jika kita sedang bercinta." Ucap raja Jonas yang tidak mampu lagi memendam perasaan kecewanya pada sang istri.
"Apakah kamu tidak percaya kepadaku, suamiku?"
"Aku ingin sekali percaya padamu. Bahkan aku terus meyakinkan diriku bahwa aku mencintaimu dan kamu tidak membahayakan diriku. Tapi, melihat perbuatanmu setiap saat dengan keanehan yang sudah begitu banyak aku temui membuatku begitu sesak karena perjanjian konyol yang dibuat oleh ayahmu itu." Umpat raja Jonas begitu kasar.
Putri Manolia tidak mampu lagi menyembunyikan semua kebohongannya yang selama ini, ia lakukan." Baiklah kalau begitu aku akan berkata jujur kepadamu tentang siapa diriku." Ucap Manolia terlihat sangat terpaksa.
"Untuk apa kamu menjawab, kalau aku tidak mendesak dirimu untuk menjawabnya. Sekarang tidurlah. Saat ini aku lelah." Ucap raja Jonas ketus.
Ratu Manolia terlihat tidak tenang karena suaminya bersikap aneh pada dirinya. "Jangan mengacuhkan aku! Kita harus bicara atau aku tidak akan bisa memejamkan mataku."
"Itu urusanmu. Aku hanya ingin bercinta denganmu saja bukan untuk mendengarkan segala kebohongan yang setiap saat kamu buat. Entah apa yang kamu sembunyikan dariku." Pukas raja Jonas membuat Putri Manolia makin terpojok.
"Jika kamu penasaran dengan kehidupanku, Kenapa tidak mau mendengarkan aku?" Pekik ratu Manolia.
Raja Jonas bangkit dengan posisi tubuh duduk berhadapan dengan istrinya." Jika itu akan membuatmu pergi meninggalkan aku untuk selamanya, sebaiknya lupakan saja." Ucap raja Jonas.
Kata-kata Raja Jonas mampu membuat hati seorang putri Manolia tersentuh." Apakah kamu mencintaiku, Jonas?" Lirih Manolia.
"Jika bukan cinta, mungkin aku akan membenamkan tubuhmu di danau." Timpal raja Jonas penuh penekanan pada kalimatnya.
__ADS_1
Putri Manolia makin dibuat tersiksa dengan pernyataan suaminya. Rasa serba salah merasuki jiwanya saat ini. Ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan yang sebenarnya pada sang suami, namun ia akan mendapatkan hukuman dari sang ayah yang merupakan dewa kematian.
Putri Manolia turun dari ranjangnya. Amarahnya seketika meledak saat guratan kesedihan yang ia rasakan saat ini tidak lagi membuatnya baik-baik saja." Jonas...! Untuk apa kamu mempertahankan aku? Aku memang tidak pantas untukmu. Aku adalah seorang putri dewa. Aku memang sangat mencintaimu. Itulah sebabnya mengapa aku bertindak tidak masuk akal menurut pikiran manusia." Ucap Manolia membuat Jonas tersentak hebat.
"Tidak...! Jangan lagi membohongi diriku dengan hal-hal yang berbau mistis. Kamu adalah Manolia, istri yang aku temukan di dalam hutan dengan penampilan seperti gelandangan." Balas raja Jonas.
"Hanya matamu yang dikelabui ayahku agar kau tak melihat sebenarnya wujud asli kami. Saat kau datang dan menemukan kami, di saat itu pula kamu sedang memasuki istana kerajaan dewa. Kamu tersesat dan ayahku membuat kamu seakan sedang berada di hutan belantara. Semuanya hanya ilusi kecuali aku dan ayahku adalah sebuah kebenaran yang kamu lihat." Ucap putri Manolia lalu merubah bentuk asli dirinya layaknya seorang putri dewa.
Di saat itu tubuhnya berdiri setengah melayang di atas permukaan tanah dengan gaun indah yang sangat luar biasa. Tiara mahkota menghiasi kepalanya dengan rambut terurai dan tubuh mengeluarkan cahaya dengan aura memukau.
Raja Jonas di buat gemetar memperhatikan kecantikan wajah istrinya yang luar biasa memikat dirinya. Aura kecantikan Manolia yang tidak bisa ditemukan pada wanita bumi.
"Manolia...! Mengapa kamu menunjukkan keaslian wujud mu padaku? Apakah kamu meninggalkan diriku, sayang? Padahal aku sudah menahan diriku untuk tidak bertanya padamu.
Kembali padaku...! Jangan buat aku gila karena ingin meninggalkan diriku. Aku tidak mempermasalahkan apapun lagi tentang apa yang kamu lakukan pada putra kita . Tetaplah di sampingku, Manolia." Ucap raja Jonas dengan suara yang bergetar.
"Kamu lebih mengetahui alasannya Manolia. Lagipula bukankah kamu berjanji untuk mengandung lagi anak kita, sayang?"
"Bagaimana kalau aku tidak bisa lagi memberikanmu seorang pangeran? Bukankah itu akan membuat kamu kecewa nantinya?"
"Bukankah kamu akan memberikan aku banyak anak? Kenapa harus satu? kenapa bukan dua atau tiga misalnya?" Rayu raja Jonas dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah kamu sangat menginginkan aku, Jonas? Bukankah kemarin-kemarin kamu terlihat menghindariku dan itu sangat membuatku sakit." Ucap putri Manolia.
"Itulah sifat dasar manusia saat kehilangan miliknya yang paling berharga. Pasti sangat sedih dan akan berlangsung beberapa hari hingga kesedihannya itu akan hilang dengan sendirinya. Sekarang kembali kepadaku...! Jangan pergi sayang!" Pinta Jonas dengan suara yang sudah memelas saat melihat tubuh istrinya makin tinggi dari permukaan tanah membuat jantungnya makin berdebar.
Melihat kesungguhan cinta yang begitu dalam dari suaminya, putri Manolia kembali menjadi manusia biasa, namun kecantikannya tidak berkurang sedikitpun di hadapan suaminya. Tidak terlihat lagi baju kebesaran seorang putri dewa. Ia menjatuhkan diri di atas tubuh suaminya sambil berkoala.
"Berjanjilah kepadaku untuk selalu bersamaku. Kita akan saling bercumbu setiap saat agar aku bisa hamil lagi anak untukmu." Pinta putri Manolia.
__ADS_1
"Iya sayang! Aku begitu takut kehilanganmu daripada memikirkan kesedihanku yang tidak akan mengembalikan putraku." Jelas raja Jonas sambil mengeratkan pelukan tubuh istrinya yang sangat harum.
Raja Jonas merasa hidupnya paling beruntung setelah mengetahui jika istrinya adalah putri seorang Dewa. Mendapatkan seorang wanita cantik saja sudah membuatnya sangat bangga apa lagi seorang putri dewa.
"Sayang....!"
"Hmmm...!"
"Apakah aku boleh bertanya?"
"Tentang apa?"
"Tentang perasaanmu padaku."
"Apa yang ingin kamu ketahui, Jonas?"
"Apakah kamu juga mencintaiku?"
"Apakah kamu tidak percaya padaku?"
"Hanya ingin memastikan saja apa yang kamu rasakan kepadaku."
"Suatu saat kamu akan mengetahui segalanya, sayang."
"Kenapa harus menunggu suatu saat?"
"Karena saat ini aku ingin bercinta lagi denganmu." Pinta putri Manolia lalu memagut bibir suaminya..
Putri Manolia tergila-gila dengan seorang raja Jonas karena darah lelaki ini juga memiliki darah dari kalangan dewa.
__ADS_1