Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
27. Pengakuan Putri Manolia


__ADS_3

Sudah hampir enak bulan pernikahan putrinya Titania dan raja Sidartha membuat keluarga besar keduanya menanti momongan dari pasangan itu. Jika semua orang menanti kehadiran bayi milik Titania namun tidak dengan putri Manolia yang begitu takut jika kehamilan itu akan membawa aib besar bagi dua keluarga itu.


Melihat sikap istrinya yang selalu menyendiri dan kadang melamun sendirian membuat raja Jonas tergelitik untuk bertanya." Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya raja Jonas yang datang secara diam-diam memeluk pinggang istrinya dari belakang dengan dagu yang diletakkan di pundak istrinya sebelah kanan.


Sebelum ia bertanya lagi kepada istrinya yang masih enggan menjawab pertanyaannya, raja Jonas kembali menciumi lekuk lehernya putri Manolia gemas. Rupanya rangsangan yang diberikan oleh suaminya tidak membuat dirinya bergeming. Pikiran Putri Manolia seakan terbang sendiri di atas awan meninggalkan raganya terpaku menatap taman bunga yang terbentang di samping kamar tidurnya.


Raja Jonas yang gemas dengan diamnya sang istri, sengaja mengerjai istrinya dengan menyusupkan kedua tangannya menggapai bukit kembar yang tidak pernah kendur dimakan usia. Bukan masalah usia putri Manolia tetapi wanita turunan dewa tidak akan pernah menua karena mereka bukan manusia bumi.


Saat tangan kekar itu meremas kedua gundukan kenyal itu dengan keras, baru menyadarkan lamunan istrinya.


"Auhhghtt....! Jonas. Apa yang kamu lakukan sayang?" keluh ratu Manolia.


"Kamu terlalu jauh meninggalkan aku sayang. Makanya aku gemas dan meremas benda kenyal ini. Bolehkah aku menghisapnya?" tanya raja Jonas dengan godaan mesumnya.


"Nanti saja sayang. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap ratu Manolia lalu membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


"Kelihatannya serius sekali. Apakah ada yang menganggu pikiranmu, hmm?" tanya raja Jonas.


"Ini mengenai putri kita. Kembalinya aku ke bumi ini tidak dengan alasan yang biasa saja. Ada yang menganggu kehidupan keluarga kita dan itu menyangkut masa depan pernikahan putri kita sayang," ucap putri kita.


"Katakan saja sayang!" pinta raja Jonas.


"Putri kita akan mengandung dalam waktu dekat ini," ucap putri Manolia.


"Syukurlah kalau begitu. Itu kabar yang sangat menggembirakan. Lalu di mana masalahnya?" tanya raja Jonas kemudian.


"Putrimu hamil bukan anak manusia tapi binatang. Dan aku belum tahu binatang apa itu," ucap putri Manolia membuat raja Jonas begitu syok.

__ADS_1


"Manolia. Apakah itu benar, sayang?" tanya raja Jonas panik.


"Apakah kamu kira ayahku itu hanya mengancam? setiap kemudahan yang ia berikan tidak akan gratis. Dia membebaskan aku untuk bisa bertemu denganmu tapi dia juga menghukum keturunan kita," ungkap putri Manolia.


"Kenapa dia senang sekali menyiksa keturunan kita. Apakah dia tidak mencintai darah dagingnya sendiri? Apakah kesalahanku belum bisa ia maafkan sampai saat ini? apakah kematian putraku dan perginya kamu dari sisiku tidak bisa menebus semuanya?" tanya raja Jonas yang sangat marah dengan mertuanya itu.


"Maafkan aku suamiku! Ini semua salahku. Jika aku tidak memaksa ayah untuk mengembalikan aku padamu, mungkin kita tidak akan mendapatkan cobaan ini," ucap ratu Manolia menenangkan suaminya.


"Tidak. Ini bukan salahmu. Ayahmu memang sengaja ingin menyiksaku. Dia seakan tidak rela memberikan kamu padaku, makanya ada saja alasannya untuk mengutuk keturunanku," ucap raja Jonas lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan pada putri kita Titania?" tanya ratu Manolia.


"Beri obat penggugur kandungan pada Titania. Jangan sampai dia hamil anak binatang," ucap raja Jonas murka.


"Tidak sayang. Jangan katakan itu. Putriku tidak setuju dengan tindakan yang menyakitkan itu," pinta putri Manolia.


"Apakah kamu mau kita memiliki cucu seekor binatang? apakah kamu siap kerajaan ini harus menanggung aib, hah?" bentak raja Jonas lalu meninggalkan kamar itu dengan penuh sesal.


...----------------...


Dua bulan berikutnya, putri Titania yang saat itu sudah menunjukkan tanda-tanda kehamilannya yang membuat seluruh istana mulai gempar. Keturunan raja Sidartha yang akan melahirkan seorang pangeran menjadi buah bibir di kalangan istana.


Walaupun begitu mereka tidak mau gegabah sebelum mendengar pengumuman resmi dari kerajaan karena belum mengetahui langsung dari dokter istana yang sedang bertugas memeriksakan keadaan putri Titania.


"Sayang. Aku sudah memanggil dokter istana dan perawatannya yang akan memeriksa keadaanmu. Semoga kecurigaan kita benar bahwa kamu saat ini sedang hamil muda," ucap raja Sidharta sambil mengusap perut istrinya.


Tubuh putri Titania yang terlihat lemah ditambah wajah pucat pasi membuat ia tidak begitu bersemangat untuk membalas ucapan suaminya.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin bicara denganku, sayang?" tanya raja Sidharta.


"Bisakah kamu menjauhiku, Sidartha? aku tidak ingin diganggu saat ini. Kepalaku sangat pusing dan itu membuat aku tidak bisa bicara banyak denganmu," ucap ratu Titania.


"Baiklah. Aku akan menjauhimu. Tapi, aku tidak ingin kamu tidur dengan perut kosong karena kamu habis muntah," ucap raja Sidharta.


"Aku akan makan setelah dokter memeriksa keadaanku, suamiku. Tolong minta obat padanya untuk menghilangkan rasa mualku," ucap ratu Titania.


"Setahuku, tidak ada obat penawar mual untuk ibu hamil. Mungkin kamu harus bertahan menjalani masa ngidammu selama tiga bulan ke depan," ucap pangeran Siddharta.


"Kenapa kamu sangat sok tahu sekali suamiku?" gerutu putri Titania.


"Karena aku membacanya dibuku ilmu pengetahuan dunia kedokteran terutama masalah ibu hamil dan menyusui," ucap Raja Sidarta.


Tok...tok ..


"Permisi yang mulia. Dokter sudah datang bersama dengan perawatnya," ucap pelayan istana.


"Suruh saja mereka masuk ke kamarku!" titah raja Sidarta.


"Baik yang mulia."


Tidak lama kemudian, dokter Yuan masuk ke kamar putri Titania diikuti perawatnya yang terlihat sangat cantik. Dokter meminta perawatnya untuk memeriksa keadaan kandungan putri Titania dibawah bimbingannya karena ia tidak boleh menyentuh tubuh seorang ratu karena ia seorang dokter laki-laki.


Perawat Alekha melakukan apa yang diminta oleh dokter Yuan. Tidak lama kemudian perawat cantik itu menyatakan kalau ratu Titania memang saat ini sedang hamil." Selamat yang mulia ratu, anda saat ini sedang hamil dan diperkirakan delapan Minggu usia kandungannya," ucap perawat Alekha.


Raja dan ratu tersenyum bahagia saat dokter dan perawatnya memastikan kehamilan ratu Titania. Kebahagiaan menyelimuti istana tersebut. Pengumuman segera dikeluarkan oleh sekretaris kerajaan yang disampaikan ke pelosok negeri. Rakyat menyambut dengan gembira kabar baik itu namun tidak dengan raja Jonas dan istrinya yang merasa kehamilan putri mereka membawa petaka bagi kedua kerajaan besar.

__ADS_1


"Titahkan pada putrimu untuk meminum obat penggugur kandungannya. Aku tidak mau punya cucu seekor binatang!" Ucap raja Jonas sinis.


Duarrr....


__ADS_2